
"Pergilah, bawa Anisa dan semua orang keluar dari rumah ini. Biar aku saja yang menghadapi mereka"
"Tidak bisa" kata Platinum memotong ucapan Argi. Dia melangkah maju menutup jalan agar tiada siapapun yang bisa keluar.
Platinum berdiri angkuh sembari menatap tajam kearah Argi Rolex dan semua yang menjadi musuhnya. "Kalian akan mati di sini" ungkapnya seraya menusuk 10 jarum suntik sekaligus ke jantungnya. Begitu pun dengan Wilyam Bram dan Tirex. Mereka menusuk jantung nya dengan 10 jarum suntik berisi serum perubah wujud.
Sesaat kemudian tubuh mereka berubah seperti dinosaurus , besar tinggi hingga menyundul plafon rumah Aslan menjadikan plafon itu runtuh berantakan.
Setelah memakai serum perubah wujud yang baru saja mereka temukan, monster ini sekarang lebih besar dari bentuk tubuh monster yang sebelumnya. Tubuhnya memperlihatkan urat-urat menyembul memiliki ekor besar dan kuku tajam juga deretan gigi tajam di moncongnya.
Aslan dan istrinya juga para ART di rumah itu menjerit histeris, mereka sangat ketakutan melihat empat makhluk besar sedang menatap tajam seraya mengeluarkan air liur di sudut moncongnya.
"Aku akan membuat jalan. Kalian bawa mereka pergi dari sini" ucap Argi pada bawahannya seraya menatap Aslan Juwita dan para ART.
Kemudian Argi berkelebat dengan cepat menendang keras Platinum dengan kakinya, hingga Platinum terlempar jauh menembus dinding.
__ADS_1
Kesempatan itu tidak di sia-sia kan oleh Rolex. Jalan yang sudah terbuka membuatnya bisa keluar membawa Anisa. Sedangkan yang lainnya membawa Aslan dan Juwita juga para ART keluar dari rumah itu.
Wilyam Tirex dan Bram coba untuk menghadang. Tapi tubuhnya yang besar menghalang mereka untuk bergerak cepat. Posisi ini menjadi keuntungan buat Argi. Dia tidak membuang kesempatan untuk memberi tendangan keras pada tiga monster itu.
"Bum"
"Bum"
"Bum"
"Sial. Ruang sempit ini menghalang kita untuk bergerak lebih cepat" seru Tirex pada Wilyam dan Bram.
"Bum"
Di saat Tirex Wilyam dan Bram sudah kewalahan dan babak belur di hajar oleh Argi. Platinum kembali masuk dengan menabrakkan tubuhnya ke dinding hingga membuat lubang besar.
__ADS_1
"Tuan... . Ruang ini tidak cocok untuk kita bertarung. Tempat ini sangat sempit untuk ukuran tubuh kita yang besar. Sebaiknya kita bertarung di luar sana untuk melawan pemuda ini" seru Tirex pada Platinum.
"Benar Tuan. Sebaiknya kita bertarung dengan nya di luar saja" ucap Wilyam mendukung Tirex.
"Baiklah kalau begitu. Ayo kita keluar dari rumah ini" balas Platinum.
Sudut bibir Argi menyeringai terangkat ke atas. Apa yang di katakan oleh Tirex memang lah benar. Tapi dia tidak akan membiarkan mereka keluar dari dalam rumah ini begitu saja. Ruangan ini tidak cocok bagi mereka, tapi sangat bagus untuknya.
"Hehe... . Siapa yang mengijinkan kalian keluar dari rumah ini?" Aku akan menjadikan tempat ini kuburan bagi kalian berempat" seru Argi.
Setelah selesai mengucapkan kata-kata itu tubuh Argi di terangi dua cahaya yang menyilaukan mata. Cahaya yang telah menjadi pusat dan sumber dari kekuatannya. Berwarna merah dan berwarna hijau. Dua cahaya itu bergerak sangat cepat dan berputar-putar di tubuhnya.
" Bersiaplah. Aku akan mencabut nyawa kalian"
bersambung
__ADS_1