Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Hiu


__ADS_3

Argi melepaskan pelukannya. Dia tersenyum menatap adiknya, yang juga sedang menatapnya, penuh harap.


"Tentu saja kakak akan menuruti kemauan mu. Kau satu-satunya adikku. Asalkan kau senang, jangankan negara M. Jika kau ingin ke kutup utara, maka aku akan membawa mu kesana.


Walaupun kakak belum pulih seutuhnya, karena tiga tulang rusuk kakak yang patah. Kakak masih bisa melindungimu dari ribuan orang yang ingin mengganggumu."


"Apa bisa sekarang, Kak?. Aku ingin sekali menghilangkan perasaan sepi dalam hatiku." ucap Salsa.


"Baik lah, kita akan pergi sekarang. kau pergilah mandi dulu bersihkan tubuhmu. Oya, apa kau tidak ingin membawa teman-temanmu untuk ikut bersama?. Kalau kau mau, kakak juga akan membawa mereka."


Salsa tidak menjawab. Dia hanya mengulas sedikit senyuman di bibir sambil menganggukkan kepalanya. Kemudian pergi meninggalkan Argi, berjalan menuju ke arah kamarnya.


Setelah Salsa pergi. Argi segera mengambil Hp dari saku celananya, kemudian dia menghubungi Rolex.


📞"Ya, Tuan muda."


📞"Siapkan pesawat, sekarang juga kita akan pergi kenegara M. Oya... .Hubungi juga teman-teman adikku, kita akan membawa mereka semua untuk ikut bersama."


📞"Baik Tuan muda." balas Rolex di sana.


Argi mengakhiri panggilannya, kemudian dia kembali mengunakan Hp untuk mengabari keluarganya di ibukota.


📞"Halo, Argi. Ada apa?." sambut Trimaran di sana.

__ADS_1


📞"Bu... .Argi akan membawa Salsa pergi jalan-jalan kenegara M. Aku rasa dia memang perlu refreshing untuk memulihkan hatinya. Sampaikan pada ayah dan kakek, ya Bu?, karena kami akan pergi, sekarang juga."


📞"Baiklah. Jaga adikmu baik-baik di sana. Ibu berharap dia bisa kembali ceria seperti sebelumnya."


📞"Baik Bu."


Setelah semuanya selesai akhirnya Argi pergi kenegara M, untuk membuat perasaan adiknya bisa kembali lebih baik.


pada saat yang sama di suatu tempat,


di jalan yang ramai. Seorang pemuda tampak sedang berkelahi. Jalan itu berada kota R, yang ada di negara M.


Dia marah dan mengamuk pada sekumpulan anak muda yang sedang mengganggu, dan menghina adik perempuannya.


"Bugh."


"Bugh."


"Bugh."


Dia kembali meninju lawannya,


hingga darah keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Kak, kak, sudah, sudah kak. Nanti dia mati." Pekik seorang gadis yang kebingungan, dia ingin melerai seorang pemuda yang sedang memukuli seorang pemuda lainnya.


Pemuda itu tidak mempedulikan peringatan gadis itu, dia terus meninju wajah lawannya yang sudah lemas hingga babak belur.


Sedangkan gadis itu semakin bingung dan ketakutan, dia takut pemuda itu benar-benar akan membunuh mereka.


Empat orang di antaranya sudah jatuh terkulai, sedangkan yang seorang lagi masih terus di pukuli tanpa mampu lagi untuk melawan.


Orang-orang semakin ramai berkumpul menyaksikan perkelahian itu, mereka ingin memisahkan tapi takut ketika melihat pemuda itu yang


sedang memukul seperti kesetanan.


Gadis itu mengambil inisiatif ketika orang-orang tidak berani melerai, dengan memberanikan dirinya dia menarik lengan baju pemuda yang sedang mengamuk itu.


"Sudah kak, sudah. Ayo kita pergi. Kak Hiu." Ucap gadis itu sambil terus menarik lengan baju pemuda itu.


Pemuda itu mulai berhenti ketika melihat lima lawannya sudah tidak berdaya, kemudian dia berjalan pergi dari tempat itu mengikuti arah kaki adiknya.


" Arin... .Sampai rumah nanti jangan kau katakan pada paman, ya?, kalau tadi aku berkelahi lagi."


"Tidak, Kak. Arin tidak akan mengatakannya pada ayah. Bisakah kak Hiu untuk menghindar saja agar tidak selalu berkelahi?."


"Sebenarnya Arin heran. Dulunya kehidupan kak Hiu itu seperti apa ya?. kenapa kakak fasih betul dalam berkelahi, apa dulu Kakak seorang gengster.?

__ADS_1


" Entah lah... . Aku juga tidak ingat. Bahkan sampai sekarang aku tidak ingat meski ingin mengingatnya." balas Hiu.


__ADS_2