Remaja Tangan Besi

Remaja Tangan Besi
Berjumpa lagi


__ADS_3

"Hai, apa yang kau lakukan. Apa kau tidak malu bertingkah seperti anak kecil begitu?." seru Karasuka.


"Hah?. Memangnya kenapa kalau aku begini, hari ini aku sangat senang, jadi ya seperti ini." balas Salsa.


"Hehe... . Kau seperti anak kecil baru dapat mainan, berlari sambil berjingkrak begitu."


"Biar saja, lagi pula tidak ada yang mengejekku. Kalau pun ada aku akan memotong lehernya."


"Hahaha... ." serentak Salsa dan Karasuka tertawa.


Salsa dan Karasuka menjadi akrab semenjak hilangnya Libra, mereka berdua sangat berjasa dalam membangun kembali RTB yang hampir saja bubar saat itu. Oleh sebab itu, mereka terlihat begitu senang saat berjumpa lagi.


"Kau bilang melihat Libra, di mana kau melihatnya?."


"Aku memang melihatnya, mata ku masih cukup terang untuk menandai wajah nya. Semalam kami makan di suatu tempat aku melihat dan ingin memanggilnya, tapi entah kenapa lidah ku menjadi kelu saat itu."


"Kenapa dia, ada di sini ya?."


"Entahlah, aku rasa ada sesuatu yang terjadi padanya."


Salsa dan Karasuka sama-sama menghentikan langkah berdiri saling menatap, terlihat dahi mereka berkerut memikirkan sesuatu. 'Apa sebenarnya yang sudah terjadi padanya.' batin mereka.


"Baiklah, kalau begitu kita akan mencarinya." ucap Karasuka.


Kemudian mereka kembali melangkahkan kakinya menuju mobil yang sudah terparkir rapi di bandara, sudah menunggu di situ Arumi dan semua jajaran temannya bahkan Rolex dan semua jajaran pengawal Salsa ikut menunggunya.

__ADS_1


* * *


Seperti biasa dalam keseharian Hiu dia akan selalu bangun pagi menyiapkan dirinya untuk pergi kekantor mengambil taksinya, tapi sebelumnya dia akan lebih dulu menghentikan motornya di warung pinggir jalan untuk mengisi perutnya. Setelah selesai, barulah dia kembali meneruskan perjalanannya.


"Lihat, bukankah dia Libra?." Ucap Zalia menunjuk seseorang yang menunggang motor berlainan arah.


Sontak Arumi, Salsa dan Karasuka menoleh kearah yang di tunjuk Zalia.


"Benar, itu dia. Arumi berhenti, patah balik kejar motor itu." seru Karasuka.


Arumi menghentikan mobilnya mendadak, dia mengerem secara tiba-tiba hingga mengejutkan Leo dan Jeri yang menyetir di belakang. 'Ada apa ini.' pikir hati mereka. Begitu juga dengan Piton dan Mamba yang menyetir di depan, mereka kebingungan melihat mobil yang di tumpangi Salsa membelok berbalik arah.


"Tuan Rolex, mobil yang tumpangi nona Salsa berbalik arah."


"Cepat putar balik, kejar mereka." Seru Rolex pada Mamba yang sedang menyetir.


Akhirnya Rolex patah balik, di ikuti empat mobil yang lainnya. Mereka mengikuti mobil Arumi yang sedang mengejar motor yang di tunggangi oleh Hiu. Suasana jalan di pagi hari itu terpampang sangat ramai oleh orang-orang yang sedang ingin pergi bekerja. menyebabkan kesulitan bagi Arumi untuk melaju sedikit kencang agar bisa mengejar Hiu yang menunggangi motor cukup kencang jauh di hadapannya.


"Apa kau tidak bisa lebih cepat lagi?." seru Zalia yang tidak sabar.


"Aku sedang berusaha, lihatlah banyak sekali kendaraan di jalan ini." balas Arumi.


"Arumi, hentikan mobilnya. Biar aku yang menyetir." ucap Karasuka.


"Baiklah." Balas Arumi menepikan mobilnya, sekilas dia melirik kaca spion untuk melihat Karasuka yang duduk di belakang bersama Salsa.

__ADS_1


"Wum Wum___________mmm." Kali ini giliran Karasuka yang menyetir mobil itu.


"Wum Wum, Wum_____________mm."


Karasuka menyetir mobil dengan sangat lihai, dia melaju kencang menyalip setiap kendaraan yang ada di depannya. Sementara Mamba, Piton, Leo dan Jeri gelagapan menyetir mobil untuk mengikutinya.


"Itu dia... . Ayo lebih cepat, sedikit lagi kita akan menghampirinya." seru Zalia semangat.


"Tenang Zalia, kau ini terlalu kepo." ucap Arumi.


"Hehehe, aku hanya tidak sabar saja melihatnya." balas Zalia.


"Wum__Wum__Wum."


"Wum__Wum__Wum___m."


'Eh, ada apa dengan mobil ini. Apa dia nantang balapan di hari yang masih sepagi ini?.' batin Hiu melirik mobil di belakangnya. 'Hehe baiklah kalau begitu, aku juga sudah lama tidak melakukan atraksi.'


"Reng-Reng__ng." Hiu menurunkan gigi motornya, dan kemudian.


"Wet_Wet_Wet. Hwee________**." Dia menekan pedal gas motornya hingga berlari dengan kencang.


"Eh buset, dia malah makin laju mengendarai motornya. Ayo kejar, kalau perlu tabrak saja." seru Zalia.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2