Restu

Restu
Bab. 11. KEISENGAN PUTRA


__ADS_3

Sampai di mansion natan melihat putra sudah sampai di sana duduk di teras sambil menunggu kedatangannya.


"ngapain ke sini?" tanya natan cuek saat melihat putra duduk di terasnya


"mau ngajak vina jalan" jawabnya semangat


"gak ada dia capek, besok aja"


"lah kenapa jadi lu yang jawab" putra mencibir natan.


Natan yang tersinggung hanya memalingkan muka malas


Vina yang mendengar keduanya berdebat hanya diam saja lelah untuk menanggapi


"vin jalan yuk"


"emm" jawabnya ragu ragu sambil melihat natan


Natan yang kesal melihat keduannya memilih berlalu meninggalkan dia masuk ke dalam rumah.


"wahahaha" putra tertawa pecah saat natan sudah pergi agak jauh


"mas putra kenapa?" tanya vina heran


"tu orang apa jangan jangan kesurupan ya" batin vina bingung melihat putra


"eh enggak papa haha" jawab putra sadar


"sukurin lu tan gua kerjaain emang enak, seharian gua nungguin gak datang datang" batin putra kesal


"masuk yuk mas, saya buatin minum"


"iya, eh kamu habis dari mana vin"


"dari vila mas" jawb vina cuek masih kesal dengan natan


"serius vin?" natan langsung menatap serius muka vina

__ADS_1


"ya serius mas, emang kenapa?" heran vina


"apa natan jangan jangan.. Hmm?" batin putra menilai natan


"mas?" panggil vina ke putra lagi


"em iya, ayo saya haus mau ngopi" elak putra


"haha ayo mas"


Vina menemani putra ngopi di mini bar kesukaannya, sambil ketawa ketiwi sampai natan tiba tiba datang ke sampingnya.


"Mas natan mau ngopi juga?"


"hm" jawabnya cuek ke vina


Melihat vina sedang sibuk membuat kopi natan ragu ragu tanya ke putra


"katanya mau keluar?" tanya natan ke putra


"oh" natan sebal dengan jawaban putra tapi mencoba menutupi


Putra tersenyum bahagia melihat ekspresi natan dia punya keinginan lebih untuk menjahili bosnya tersebut.


"ini mas silakan di munim" vina datang dengan segelas kopi


"makasih" bukannya di minum natan justru membawanya pergi masuk ke kamar.


"lah mas natan kenapa mas?" tanya vina bingung ke putra


"lagi pms kali" jawab putra becanda


"mana bisa pms orang mukanya aja selain datar ga ada ekspresi lain" cerocos vina tidak sadar


"oh jadi maksud kamu saya tidak bisa berekspresi gitu?" suara natan lantang di belakang vina dan putra


"eh mas natan, mau nambah kopi mas?" viba meringis menawari natan sedangkan putra menahan tawanya

__ADS_1


"gak" sahut natan lalu kembali berjalan ke kamarnya


Huff


Vina menghela nafas lega


"hahaha.. kamu itu vin vin suka bener aja kalau ngomong" putra sudah tidak kuat menahan tertawanya lalu merocos gembira. Lalu melanjutkan ngobrol dengan vina sedangkan natan sudah tidak terlihat lagi.


Saat jam makan malam putra terlihat membantu vina di dapur menyiapakan segala keperluan setelah memasak bersama. Ternyata putra jago masak juga.


"wah masakan mas putra enak juga ya ini" vina tersenyum ke arah putra


"masih enakan masakan kamu kali vin" godanya


"haha iya deh iya biar dimasaakin tiap hari kan alasannya" vina menggoda putra balik


"la itu tau" putra dan vina tertawa bersama terlihat bahagia keduanya.


Saat mereka membawa makanan ke meja makan natan sudah duduk manis di sana menunggu keduanya menyiapkan makanan.


"jangan ngerecokin orang masak deh lu tu" natan menatap garang ke putra.


"orang vinanya gua bantuin seneng seneng aja kok kenapa situ yang marah" putra tidak mau kalah


"mau ganti profesi jadi koki keluarga?" natan menatap putra dengan menaikkan satu alisnya


"eh jangan dong pak natan, sayakan sudah ahli di kantor jangan ya jangan" putra segera tersenyum tidak berdaya ke natan


"bagus kalau gitu jangan gangguin vina" Peringatan terakhir natan


"ga gangguin kok mas natan, mas putra justru banyak bantu saya" vina menjawab polos ke natan


Natan hanya melirik ke vina tanpa niat menyahitu, sedangkan putra diam diam tertawa.


"eh apa aku salah ya" batin vina bingung


Mereka makan malam bersama setelah selesai, putra pulang dan natan masuk kamar meninggalkan vina sendirian membereskan meja dan dapur.

__ADS_1


__ADS_2