
Karena terkejut vina terjungkal dan jatuh, natan yang tidak siap ikut jatuh ke atas vina dengan keadaan hadap hadapan. Mereka saling menatap cukup lama sebelum vina sadar kalau kakinya sakit terkilir.
"au sakit" rintih vina
Natan yang sadar dengan posisinya segera bangun lalu membantu vina bangun juga
"apanya yang sakit vin?" tanya natan cemas
"kaki saya mas"
kaki vina bengkak cukup parah. Natan yang cemas langsung menggendong vina ke dalam membawanya ke kursi lalu mengambil minyak urut.
"kamu si nakal ngajakin lari larian jatuhkan jadinya" omel natan ketika sampai di dalam
"sini saya obatin dulu, kamu tahan ya sedikit sakit"
Vina hanya diam memperhatikan natan yang sedang mengurut kakinya.
"aww"
"eh sakit ya maaf maaf" natan reflek melepaskan kakinya
"iya mas, jangan di urut lagi sakit" rengeknya
"yasudah saya perban dulu yaa" lalu natan mengambil alat dan memerban kaki vina setelah selesai dia membatu vina ke kamarnya.
"tidurnya di selonjorin ya sama ini obat gosoknya sering di kasihin biar cepat sembuh"
"iya mas, makasih udah sembuh ini juga" jawab vina tertawa
"yasudah saya permisi mau tidur" natan pamit ke vina
Sedangkan vina masih bingung menatap natan
"mas natan kenapa baik banget sih duh" gumamnya lalu memutuskan untuk tidur juga.
Paginya ketika vina bangun dia terkejut mendengar suara gaduh di dapur dan segera mengecek ke sana melihat ada apa.
Natan yang sedang membuat nasi goreng untuk sarapan di dapur bingung karena tidak pernah masuk ke dapur sebelumnya, dia membuat berantakan seluruh dapur untuk mencarai peralatan. Melihat vina jalan terseok seok mendekat ke dia, reflek dia langsung mencarikan kursi untuk dudukan vina.
"sini duduk jangan di buat jalan dulu" perintahnya ke vina
__ADS_1
"mas natan lagi ngapain di sini?" tanyanya penasaran setelah melihat keadaan dapur yang kacau balau
"eh saya lagi mau bikin nasi goreng buat sarapan" jawabnya sok cool.
Vian hanya mengerutkan aliskan kenapa tuannya repot repot masak kalau mau dia bahkan bisa membeli satu restoran.
mengetahui tatapan vina natan segera menoleh melanjutkan membuat masakan.
vina yang kasian akhirnya turun tangan ikut membuat natan.
"disitu mas letaknya" ucap vina sambil menunjuk lemari bawah saat natan mencari peralatan untuk menggoreng.
"eh iya" jawab natan lalu mengambilnya
" udah sini mas saya aja" vina mengambil alih pekerjaan natan
"tapi kamu kan masih sakit" tolak natan
"gak, udah gapapa saya, mas natan siap siap buat ke kantor saja"
"baiklah" natan menyerah karena tidak sanggup lagi
Setelah natan pergi vina tertawa terbahak bahak heran dengan kelakuan tuannya. Kalau cuek ga ketulungan kalau perhatian bikin jantungan.
Tin tin tin
Klakson mobil berbunyi di luar mansion pertanda putra tiba.
Vina hanya melirik ke pintu karena masih sakit untuk dibuat jalan jauh. Membiarkan putra masuk sendiri sedangkan dia sudah duduk diam di meja makan menunggu keduanya tiba.
"pagi vina.. Tumben udah siap tu sarapan" ledeknya ke vina
"pagi mas, emang saya kan rajin mas jadi sudah siap dong masa harus nunggu mas putra dulu baru siap"
"ya kan saya pahlawan kamu" jawab putra menyombongkan dirinya. Vina yang sudah tidak kuat tertawa terbahak bahak mendengar jawaban putra.
"iya mas pahlawan saya, pahlawab ke siangan haha"
"kamu itu belum tau aja si"
"taulah " jawab vina lalu mereka tertawa bersama
__ADS_1
"natan mana vin?" tanyanya akhirnya karena melihat natan belum muncul juga
"masi di kamar paling mas"
"oh" jawab putra cuek
"kamu mau makan duluan vin?" tawar putra ke dia
"tunggu mas natan dulu ajalah mas"
"halah ga usah ntar paling bentar lagi juga muncul, sini saya ambilin" paksa putra ke vina
"eh mas ja.."
"ceritanya saya tidak di anggap gitu?" potong natan ke mereka
"eh pak natan pagi pak" jawab putra meringis
Sedangkan vina hanya diam menahan senyumnya.
"kamu layani saya sini" perintah natan ke putra
"eh iya pak ini, khusus buata bapak" putra menyodorkan sepiring nasi goreng penuh ke arah natan.
Natan hanya mendengus sambil menerima piring tersebut, lalu memakannya menghiraukan putra.
Selesai sarapan natan kembali menyuruh putra untuk membreskan meja makan sedangkan vina hanya duduk diam di kursinya.
"pak saya asisten bapak lo pak kalau lupa" putra merengek ke natan tidak terima
"cepat beresin"
"sudah semua pak ada lagi?" tanyanya kesal
"silakan duluan ke mobil bawain tas saya"
"baik pak" putra mendengus sebal kenapa dengan natan
Setelah natan pergi jauh vina tertawa sampai sakit perut di depan natan, sedangkan natan hanya melihatnya diam.
"sudah tertawanya? kalau sudah sana istirahat ga usah kerja dulu" omong natan dingin
__ADS_1
"eh iya mas" jawab vina takut takut heran dengan sikap tuannya.