
Keesokan harinya.
"Bener gak mau Mama antar ke bandara?" Tanya Mama Lastri karena Kriss lebih memilih naik taksi online ketimbang diantar supir.
"Iya Ma." Jawab Kriss.
"Ya udah deh. Sampe sana kabarin Mama yah. Jangan mabuk-mabukan!" Pesan Mama Lastri.
Kriss menganggukkan kepalanya.
"Van, Kakak pergi yah." Pamit Kriss pada adiknya.
"Iya Kak, hati-hati. Jangan lupa bawa oleh-oleh." Balas Ivanna.
"Mmm.." balas Kriss.
Kriss pun berjalan menuju taksi online yang sudah menunggu di depan rumah.
***
Kini Kriss sudah di Bali.
Sesampainya di bandara, Kriss langsung di jemput oleh Garry, temannya di Singapura yang sedang liburan ke Bali.
Mereka pun meninggalkan area bandara menuju vila yang sudah Garry pesan sebelumnya. Mereka di Bali tidak hanya berdua, melainkan ada tiga teman mereka lagi yang menunggu di villa.
"Kau tidak bawa pasangan, hah?" Tanya Garry.
"Untuk apa?"
"Karena yang lain membawa pasangan."
"Kau juga?"
__ADS_1
"Tidak. Tapi bisa ku pesan disini."
"Cih." Decih Kriss sambil memutar bola matanya malas.
"Apa kau mau aku pesan kan satu?" Tawar Garry.
"Tidak perlu. Aku kesini untuk liburan, bukan untuk hal-hal semacam itu."
"Hey bro jangan kuno!! Liburan tidak enak kalau tidak ditemani wanita! Come on bro, ku pesan kan satu yah untuk mu." Tawar Garry lagi.
"Aku bilang tidak yah tidak. Kau saja." Tolak Kriss lagi.
Tak terasa mereka pun sampai di vila.
Garry dan Kriss pun memasukki vila dan menghampiri teman-teman mereka yang lain yang sedang berkumpul dibelakang. Dimana teras belakang vila itu langsung berhadapan dengan pantai.
Melihat Kriss datang, Kriss pun langsung disambut oleh teman-temannya.
Kriss menggeleng.
"Ini masih siang! Minuman soda saja." Jawab Kriss.
Kriss pun mengambil minuman soda yang ada di meja.
"Mana pasangan mu?" Tanya Dave temannya yang lain.
"Tidak ada."
"Woah.. pasti kau ingin mencari disini kan?" Goda Dave.
"Cih!! Tidak minat." Balas Kriss sambil menjauh dari kumpulan teman-temannya. Melihat ayunan gantung yang tergantung di pohon yang jaraknya tak jauh dari vila, Kriss pun mendekati ayunan gantung itu dan memilih untuk menikmati udara Bali dengan tiduran di ayunan itu.
"Apa teman mu itu seorang introvert?" Tanya teman wanita Dave.
__ADS_1
"Ya bisa di bilang begitu." Jawab Dave
"Dia korban patah hati karena diselingkuhi. Makanya dia seperti itu." Sahut Garry.
"Benarkah? Sangat menantang. Apa aku boleh mencoba mendekatinya?" Tanya teman wanita Dave itu.
"Silahkan saja kalau kau bisa. Tapi aku tidak tanggung jawab kalau kau di terkam olehnya." Jawab Garry.
"Uuuh... aku suka diterkam." Balas wanita itu lalu berjalan menghampiri Kriss yang sedang menyendiri sambil membawa satu gelas wine.
Kini wanita itu sudah berdiri disamping Kriss.
"Ekhem." Wanita itu berdehem agar Kriss menyadari keberadaannya.
"Pergi kau!! Jangan ganggu aku!!" Usir Kriss.
"Kau tidak mau aku temani?" Tanya wanita itu sambil meraba paha Kriss.
Kriss langsung menangkap tangan wanita itu lalu mencengkramnya kuat-kuat.
"Apa kau tuli, hah!! Sudah ku bilang jangan ganggu aku!!" Bentak Kriss lalu mendorong wanita itu hingga wanita itu terjatuh kepasir.
"Pergk kau!! Sebelum aku berbuat lebih kasar lagi dari ini!" Usir Kriss lagi lalu kembali melanjutkan tidurnya.
"Ish!!" Geram wanita itu sambil mukul pasir lalu berdiri dan berjalan kembali berkumpul dengan teman-teman yang lain.
"Menyebalkan!! Aku rasa teman kalian itu bukan hanya introvert tapi juga psikopat!" Gerutu wanita itu.
"Kan sudah ku peringatkan kau tadi! Tapi kau yang tidak mau dengar!" Balas Garry.
"Sudah.. sudah tidak usah hiraukan dia. Biarkan saja dia seperti itu." Ucap Dave.
Bersambung...
__ADS_1