
Pagi harinya natan bangun seperti biasa, siap siap hendak ke kantor begitu mendengar suara klakson mobil dia segera turun ke bawah.
Dia hanya diam melihat vina dan putra ngobrol berdua di meja makan menunggunya turun.
"pagi mas natan" sapa vina
"pagi" jawab natan cuek
Sedangkan putra hanya diam melihat tidak ingin menyapa atau bertanya.
"mas natan sar.."
"tidak usah vin saya sarapan di luar aja, kamu makan sendiri saja" potong natan cepat saat vina hendak menawarinya makan
"put ayo berangkat sekarang"
"baik pak" jawb putra lalu bergegas ke luar mansion.
Sampai di mobil dia langsung berangkat terburu buru.
"hari ini apa jadwal saya" tanya natan serius
"hari ini mengecek perkembangan para client yang kemarin sudah di datangin pak"
"oke"
Jawab natan dingin lalu diam sibuk dengan ponselnya, sedangkan putra juga fokus ke mengemudinya tidak ada perbincangan lanjut hingga sampai di kantor.
"pagi pak natan" sapa namina tepat di depan lobi kantor
"pagi"
jawab natan cuek ke dia Lalu berjalan mendahuluinya.
"gimana laporannya sudah ada belum?" tanya natan serius ketika sudah sampai di ruanganya.
__ADS_1
"sudah pak sebentar saya siapakan"
"cepat ya"
"baik"
Putra meninggalkan ruangan natan menuju ke ruangannya mengambil berkas berkas permintaan natan. Sedangakan natan sendiri duduk diam memikirkan semua usaha yang sudah di kerahkan untuk memenangkan clientnya kembali.
Tok tok tok
"masuk put" jawabnya mengira bahwa putra yang mengetok
"eh ini saya pak" jawab namina setelah membuka pintu
"Kenapa?" tanya natan ke dia
"ini pak saya bawakan kopi, keliatannya bapak lagi banyak masalah"
"oh iya bawa ke sini" jawabnya menerima kopi pemberian namina
"ini pak silahkan di minum."
"kamu lagi ga ada kerjaan?" tanyanya
"eh lagi kosong pak" jawb namina dengan senyuman menggoda
"oh.. Nih selesaikan semua laporan ini, saat nanti selesai jam makan siang sudah harus kembali ke meja saya dengan benar" omongnya sambil menyerahkan setumpuk laporan bermasalah
"eh iya pak" namina tersenyum kecut, kesal karena ingin mencari perhatian natan malah dapet banyak kerjaan.
Tak lama setelah namina keluar putra memasuki ruangan dengan membawa setumpuk berkas.
"gimana put?" natan tidak sabar bertanya ke putra
"ini pak berkasnya silakan di cek satu persatu" jawab putra sambil meyodorkan berkas tersebut.
__ADS_1
"akhirnya semua kerja keras gua terbayar, semua client kembali ke perusahaan lagi" omongnya bahagia saat melihat berkas berkas tersebut.
"selamat pak" putra ikut bahagia untuk sahabat dan bosnya tersebut.
Natan tersenyum gembira.
"habis makan siang adakan rapat dewan, kita buktikan bahwa saya masih bisa menjalan perusahaan dengan baik kepada para orang tua itu."
"baik pak" jawab putra
Natan tertawa puas dengan keadaan tersebut.
Saat sore hari natan sudah pulang tidak seperti biasanya yang pulang hingga jam 7 ini masih jam 5 sudah pulang.
"vin" panggil natan ke vina karena tidak melihat keberadaannya,
"apa di kamarnya ya coba cek deh" omongnya sendiri sedangkan putra langsung pulang.
Tok tok tok
Natan mengetok kamar vina keras tapi tidak ada sahutan, natab panik takut kejadian mbok ijah keulang.
"vin vina" panggilnya lagi
Ceklek
Suara pintu kamar mandi sebelah kamar vina terbuka menampilkan vina dengan rambut basah dan dres selutut tanpa lengan dengan memegang handuk di tanganya
"mas natan, kenapa di sini" vina yang melihat natan langsung kaget
Sedangkan natan hanya menatap cengo ke vina pasalnya dia tidak pernah melihat wanita selesai mandi meskipun sudah berpakaian. Pasalnya vina memang mempunyai tubuh mungil dengan kukit putih bersih dan muka yang imut tidak heran jika terlihat cantik.
"eh kamu ga pap kan? Saya panggil dafi tadi tidak ada sahutan" jawab natan setelah sadar
vina yang mengerti tatapan natan langsung menunduk malu pipinya bersemu merah.
__ADS_1
"eh iya mas saya lagi mandi tapi maaf" jawabnya kalem sambil menunduk
"iya gak papa yasudah" natan melangkah meninggalkan vina di depan kamarnya.