
BAB 28.
BREAKING NEWS
Berita terbaru hari ini, telah terjadi badai dan ombak besar di perairan selat Sunda, akibatnya sebuah kapal yang tengah berlayar di perairan tersebut terombang ambing beberapa saat, hingga pintu masuk kendaraan yang semula tertutup rapat tiba tiba terbuka dengan sendirinya akibatnya beberapa truk yang berada di dalam kapal tersebut tenggelam ke laut, truk bermuatan sayuran, buah, bahan bahan segar, serta beberapa makanan kaleng.
Beruntung pintu masuk kendaraan bisa segera ditutup kembali, hingga sisa mobil, dan beberapa truk dalam kondisi aman, beruntung tidak ada korban jiwa dalam tragedi tersebut, karena ketika kejadian berlangsung, sopir sudah melakukan tindakan antisipasi, dengan keluar dari dalam truk, untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman.
Berdasarkan informasi yang didapat dari para sopir, rencananya mereka akan mendistribusikan bahan bahan tersebut, ke beberapa restoran, supermarket dan hotel di Lampung dan palembang.
Total Kerugian akibat kejadian tersebut, ditaksir mencapai 1,5 Milyar, belum termasuk biaya kerusakan kapal akibat peristiwa alam tersebut.
...🍂🍂🍂...
Cokro yang tengah duduk di singgasana kebesarannya, tengah menandatangani beberapa dokumen persetujuan pengiriman barang esok hari.
Tiba tiba
Wita menyerobot masuk tanpa permisi ataupun mengetuk pintu.
"Maaf pak, ada hal penting yang harus bapak ketahui." Lapor Wita dengan nafas memburu.
Cokro yang masih terdiam hanya bisa mengangguk, dadanya mulai bergemuruh hebat, begitulah Cokro, jika sekertaris nya menyampaikan hal penting, maka reaksi pertama nya adalah ketakutan.
Wita menyambar remote TV kemudian menyalakan berita di salah satu TV swasta nasional.
Dan Cokro di buat nyaris pingsan dengan berita tersebut, pasalnya selama 20 tahun ia menjalankan Food & Fresh, baru kali ini ada kecelakaan semacam ini, dengan kerugian yang cukup besar, karena truk truk yang mengangkut bahan baku tersebut, truk milik Food & Fresh, yang baru saja mulai dioperasikan beberapa Minggu, untuk mendistribusikan bahan baku ke Sumatra.
Sebenarnya tanpa membeli truk pun, Food & Fresh tetap bisa mendistribusikan bahan baku, dengan cara menyewa jasa angkutan, tapi menilik sifat Cokro yang ingin menelan biaya pengiriman, serta kesombongannya yang ingin memamerkan kemampuannya pada lawan bisnisnya, maka hal ini pun ia lakukan, dan sialnya lagi proses pengajuan asuransi untuk truk truk tersebut, baru akan ia tandatangani, jadi jika kini truk tersebut tenggelam, Cokro hanya bisa memijat pelipisnya, karena tak akan mendapatkan ganti rugi sepeserpun dari pihak asuransi.
Cokro mulai berpikir, apakah ini ujian? Ataukah Tuhan sedang pelan pelan memberinya peringatan untuk semua dosa dosa nya di masa lalu? Wita tak tahu, jika Cokro sedang gemetar ketakutan, mengingat dosa dosa yang pernah ia lakukan hingga membuat Arandhana dan istrinya mengakhiri hidup.
"Wit … ambilkan obatku," pinta Cokro.
__ADS_1
Beberapa tahun terakhir Cokro mengkonsumsi obat penenang, walau tidak sering, tapi itu ia lakukan jika tiba tiba ia mendengar berita mengejutkan semacam ini.
"Ini pak," Wita menyodorkan obat dan air putih pada atasannya.
Setelah Cokro meminum obat nya, Wita pun mengembalikan obat tersebut ke rak penyimpanan.
"Keluarlah, aku ingin tenang sebentar, oh iya batalkan juga janji makan siang ku dengan tuan Geraldy." Cokro memberi perintah, dengan sigap Wita mengangguk, kemudian menghubungi sekretaris Andre Geraldy.
"Padahal ini kesempatan emas loh, bisa bertemu dan membicarakan perpanjangan kontrak kerjasama dengan Twenty Five Hotel, kenapa pak Cokro membatalkannya, hilang deh kesempatan emasku bertemu pria tampan." Wita bermonolog, bisa dimengerti jika Wita kecewa, pasalnya janji ini segera ia buat setelah sekertaris Andre menghubunginya, untuk membahas masalah perpanjangan kontrak kerjasama, Wita sudah terlanjur senang dan berbunga, karena sebentar lagi bertemu dengan pria yang ia idolakan sejak lama, sejak ia pertama kali melihat Andre Geraldy tampil di media bersama Mely kekasihnya, dan kemudian berita berakhirnya hubungan Mely membuat Wita semakin bahagia, dan lagi hingga saat ini sang idola belum lagi memperkenalkan kekasih barunya.
Kini Wita harus bersabar lagi menanti pertemuan berikutnya.
...🍂🍂🍂...
"Dibatalkan Bos," Sherin melapor.
Dan Andre pun kehilangan kesempatan mengorek informasi dari Cokro.
"Oh iya bos, ini berita terbaru, saya rasa karena ini, pakdhe Cokro membatalkan pertemuan dengan kita." Sherin mengulurkan tablet yang ada di genggamannya.
"Oh iya, apa Bima sudah memberi kabar?"
"Belum bos, sepertinya beliau mengunjungi pabrik Pengemasan Food & Fresh."
Andre mengangguk, kemudian mulai membaca mengamati berita yang diberikan Sherin padanya.
'Sungguh, tak ada yang bisa melawan kehendak Tuhan, apakah ini adalah era nya? dimana Tuhan sedang memberi teguran pada Cokro? Bahkan Tuhan mengatur waktunya bertepatan dengan munculnya Bima di hadapan Cokro' Andre bermonolog.
Sore harinya.
Petugas pengawas bahan makanan yang masuk ke Hotel memberikan laporan pada Sherin, bahwa beberapa makanan kaleng sudah dalam kondisi rusak ketika kemasan dibuka, padahal baru dua hari yang lalu makanan tersebut tiba.
"Hubungi Bima …" Andre memberikan instruksi pada Sherin.
__ADS_1
Tapi belum sempat Sherin melakukan panggilan, Andre kembali memanggilnya, "tunggu, biar aku yang menghubungi Bima, dan kamu sebar dulu informasi ini ke cabang kita, jangan sampai bahan bahan ini di konsumsi para tamu Hotel, cepatlah!!!" Andre memberikan instruksi kedua.
Dan Sherin segera bertindak cepat.
"Halo Bim," Andre langsung menyahut, ketika terdengar jawaban Bima dari seberang.
"Ada masalah,"
"Ada Masalah,"
Ucap mereka bersamaan, kemudian mereka tertawa bersama, mengingat kekonyolan ini, karena sering kali merek mengucapkan hal yang sama di waktu bersamaan pula.
#tentunya karena othor menciptakan kedua sahabat ini manis seperti gula gula kapas.
"Kamu dulu," Andre.
"Tadi ketika aku berkeliling pabrik pengemasan Food & Fresh, aku tak sengaja mendengar, beberapa pekerja pabrik, melaporkan adanya kerusakan mesin pengemasan makanan kaleng, hingga kemungkinan makanan kaleng dalam kondisi tidak bagus setelah tiba di lokasi pengiriman," Bima memberikan laporan kunjungannya ke pabrik Food & Fresh.
"Itu juga yang ingin kukatakan, makanan kaleng yang diterima bagian dapur dalam kondisi rusak ketika dibuka."
Bima termenung, bagaimana bisa tim QC (quality control) melewatkannya? Bima mulai curiga dan bertanya tanya, Ada apakah gerangan dengan pabrik ini?.
Sementara itu, di ruang kerjanya, Cokro lagi lagi dibuat lemas mendengar laporan dari Wita, mengenai kerusakan mesin pabrik, bukan masalah kerusakan mesin, tapi masalahnya sebagian besar pengiriman makanan kemasan sudah didistribusikan, bahkan sudah tiba di tujuan masing masing.
Kring
Nafas Cokro memburu, ia memegangi dadanya yang mulai berdenyut nyeri, lagi lagi ketakutannya menjadi kenyataan.
Telepon di meja Wita berdering, pengaduan konsumen pertama, langsung di terima oleh Wita sendiri.
"Bagaimana ini pak? layanan konsumen sedang kebanjiran pengaduan dari konsumen, bahkan ada yang meminta uang mereka dikembalikan."
Kini bukan hanya dada Cokro yang terasa nyeri, kepalanya semakin berdenyut hebat, dan keringat dingin mulai bermunculan di wajah dan sekujur tubuhnya.
__ADS_1