Restu

Restu
BAB 9. MULAI PERHATIAN


__ADS_3

Setelah rapat dengan mantan clientnya natan baru pulang pukul 9, sampai di mansion dia melihat vina masih duduk di ruang tamu menunggunya pulang.


"mas natan sudah pulang" tanya vina ketika melihat natan muncul dia tidak mendengar suara klakson mobil jadi tidak tau kalau natan sudah pulang


"iya, kamu nungguin saya?" tanyanya


"iya mas"


"yaudah sana istirahat lain kali kalau sudah lebih dari jam 7 gaudah di tunggu"


"baik mas, saya permisi"


Natan yang lelah segera menuju kamarnya untuk mandi dan tidur tapi sayang dia tidak bisa tidur ia ingin memeriksa laporan laporan kantornya karena lapar dia turun untuk membuat makanan.


Klontang


Suara benda jatuh di dapur, natan langsung berlari takut bahwa itu pencuri


"SIAPA KAMU?" tanyanya karena lampu yang setengah gelap


"ini saya mas vina" vina shok mendengar suara natan yang menggelegar


"oh maaf saya kira maling"


"iya mas, mas natan kenapa turun malam malam?"


Natan ragu ragu untuk menjawab pertanyaan vina


"mas?" tanyanya lagi


"saya tadi haus mas lalu ke dapur mau ambil minum saya tidak sengaja menyenggol pancil di nakas lalu terjatuh maaf kalau membuat mas natan marah"


"bukan gitu, saya lapar ada makan apa tidak?"

__ADS_1


Vina tertawa mendengarkan jawaban natan dia berfikir bahwa natan bakal marah sama dia karena keliaran malam malam.


"kenapa tertawa?"


"eh iya maaf mas" vina langsung diam


"ada makanan tidak?" tanya natan lagi


"saya buatkan mas sebentar"


"iya"


Natan hanya diam di belakang vina, memperhatikan gadis itu sedang membuat sepiring nasi goreng untuk natan.


Vina yang mengetahui bahwa tuannya memperhatikan dia, diam diam senang karena natan tidak pernah seperti itu sebelumnya


"mas natan ini sudah siap, mau makan di meja makan apa si sini?" tanyanya ke natan


"baik mas kalau gitu saya permisi, ini" vina hendak menyerahkan nasi gorangnya sebelum tanganya di hentikan natan


"jangan pergi saya tidak suka makan sendirian" jawban natan mengingatkan vina lagi kalau memang natan tidak suka makan sendiri


"eh iya mas maaf saya lupa"


"jangan minta maaf terus"


"ehh iyaa"


Natan duduk di kursi minibar mulai memakan nasi gorengnya sedangkan vina duduk diam di sampingnya


"enak"


Vina yang kaget langsung menoleh ke natan

__ADS_1


"hmm biasa itu mas, masakan saya kan enak semua haha" jawab vina tertawa bahagia


Natan hanya diam vina langsung ingat bahwa orang di sampingnya lebih dingin dari es batu di kulkas.


"eh maaf mas"


"kenapa minta maaf?"


Vina yang bingung hanya menatap natan karena bingung harus menjawab apa. Fikirnya natan tersinggung dengan becandaanya.


"vin kamu ga rindu mbok ijah?"


Terkejut dengan pertanyaan natan vina menatapnya cukup lama sebelum deheman natan menyadarkanya.


"ehem"


"emm kalo sama ibu ma ya rindu mas, masa anak ga rindu orang tua, tapi ya gimana takdir sudah ada yang menetukan ibu mungkin sudah bahagia di surga sana saya hanya bisa mendoakannya sekarang" jawab vina tegar


"maaf kan saya ya vin"


"Kenapa minta maaf mas?" vina heran


"gara gara ngurusin saya waktu kamu dan mbok gak ada, dan gara gara kecerobohan saya mbok meninggal" jawabnya lesu


"mas, saya tidak pernah menyalahkan siapapun itu kecelakaan tidak pernah ada yang tau, mas jangan merasa terbebani dengan masalah itu"


"hm"


Natan lalu diam begitupun vina dia melahap habis nasi goreng tersebut lalu kembali ke kamarnya. Meninggalkan vina yang masih membersihkan sisa tempat makanya.


Di dalam kamar natan tidak melanjutkan pekerjaannya malah berbaring di temoat tidurnya memikirkan jawaban vina dia sadar bahwa memang semua yang terjadi di keluarganya sudah takdir yang maha kuasa.


"vina.." diam begumam lalu tersenyum menyebut nama itu

__ADS_1


__ADS_2