Restu

Restu
BAB 26


__ADS_3

BAB 26.


Hari itu Cokro datang dan menyatakan perasaannya pada Wulan, tapi sebagai seorang gadis primadona pada masa itu, Wulan dengan tegas menolak perasaan Cokro, bahkan Wulan dengan lugas mengatakan sampai kapanpun ia mencintai Arandhana, dan tak pernah berniat menghilangkan kedudukan Arandhana di hatinya.


Pada awalnya Cokro marah dan tak Sudi lagi mencintai dan menerima gadis yang masih menyimpan nama pria lain di hatinya, tapi diam diam dan tanpa sepengetahuan Wulan, sang Romo menemui Cokro, bahkan memberi iming iming tanah ratusan hektar jika Cokro mau menikahi Wulan, belum lagi warisan kebun teh yang nantinya akan diterima Wulan setelah romonya meninggal. Karena Wulan adalah putri satu satunya sang tumenggung.


Apa gerangan yang membuat Romo Wulan memberi hadiah pada Cokro yang mau menikahi putrinya? 


Pada masa itu, Romo Bahurekso adalah seorang tumenggung, jika saat ini setingkat dengan kepala daerah, hanya memiliki seorang anak perempuan, yang usianya menjelang 27 tahun, dan belum menikah, omongan miring dan sebutan perawan tua mulai menyakiti pendengaran Romo Bahurekso, bermaksud menjodohkan Wulan dengan laki laki yang sudah lama ia sukai, rupanya lelaki itu menolak mentah mentah, karena ternyata, laki laki itu pun memiliki kekasih, Wulan yang patah hati, menolak menikah dengan laki laki lain, hingga beberapa tahun kemudian, muncullah Cokro, pada awalnya  Cokro hanyalah pemuda biasa tapi menyimpan cinta luar biasa untuk Wulan.


(plis jangan tanya tahun berapakah itu, karena othor mulai pusing dengan perhitungan waktunya, anggap saja mereka adalah sisa sisa peninggalan Batavia ✌️😂)


Setelah kemarahan Cokro, Romo Bahurekso yang mulai putus asa dengan gelar perawan tua yang sudah melekat dalam diri putri tunggalnya, melakukan berbagai macam cara agar ada pria yang mau menikahi putrinya, bahkan dengan iming iming sebagian tanah milik nya, karena Cokro juga memiliki sifat ambisius, maka ia pun merubah pendiriannya, dari yang semula marah karena penolakan Wulan, berubah menerima Wulan yang masih menyimpan Dhana di hatinya.


Sebuah pernikahan, selayaknya membahagiakan bagi semua pihak, tapi tidak bagi pernikahan Cokro dan Wulan, pernikahan berdasarkan pada asas kepentingan pribadi kedua belah pihak, Romo Bahurekso menginginkan nama baiknya tetap terjaga, dan Cokro menginginkan tanah untuk memulai bisnisnya.

__ADS_1


Begitulah, pernikahan mereka berjalan baik jika dilihat dari kacamata orang luar, tapi di dalam rumah hanya sepasang suami istri itulah yang mengetahui nya, walau tak suka dengan Wulan yang mencintai pria lain, tapi cinta Cokro pun tak bisa hilang begitu saja dari hatinya, semakin lama cinta itu berubah menjadi obsesi yang menguasai dirinya, hingga membuatnya berbuat nekat.


Cokro dan Arandhana baru saja memulai bisnis mereka pada saat itu, karena bisnis mereka sama, maka Cokro dengan mulut manisnya yang berbisa, mendekati Arandhana dengan maksud terselubung, yakni menjadi mitra bisnis, pada awalnya kerja sama mereka berjalan mulus, karena Cokro hendak mengambil hati Arandhana, setelah Arandhana mempercayainya 100 %, barulah Cokro memulai niat jahatnya, terlebih Klien mereka adalah Twenty Five Hotel, membuat ambisi Cokro semakin besar.


Tipu daya Cokro dimulai dengan, menyusupkan sayuran dengan kualitas jauh dibawah Standar Food & Fresh serta Twenty Five Hotel, pada awalnya itu tak menjadi masalah, karena dianggap sebagai keteledoran semata, tapi lama kelamaan jumlah sayuran yang jelek semakin bertambah, Arandhana sendiri tak tahu apa sebabnya, karena setelah ditelusuri ke para petani, mereka mengatakan bahwa Sayuran yang mereka kirimkan adalah kualitas terbaik, ternyata Cokro main mata dengan beberapa petani, hingga Food & Fresh mengalami kerugian.


Tak berhenti sampai di situ, Cokro bahkan memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan mertua nya untuk memuluskan rencana jahat nya, ia bahkan membuat restoran fiktif di Kalimantan dan Sulawesi, lalu memesan bahan baku yang mereka perlukan dari Food & Fresh, pada awalnya Arandhana sebagai pemilik dan pendiri Food & Fresh belum mau menerima pemesanan tersebut, karena letak nya yang terlalu jauh, dan pengiriman dengan kapal, sangat beresiko, yakni sayuran yang akan cepat membusuk, biaya pengiriman yang akan membengkak berlipat lipat kali, jika dibandingkan pengiriman, di dalam area Jawa, dan masih banyak pertimbangan lainnya.


Dengan kemampuan Cokro bersilat Lidah, akhirnya Arandhana memulai pengiriman pertama mereka, pengiriman pertama gagal karena sayuran nya mulai membusuk, modal yang diharap bertambah, kini semakin berkurang, padahal modal itu amat sangat diharapkan menambah keuntungan mereka, terlebih modal tersebut hasil pencairan pinjaman modal usaha dari bank.


Dan tiba lah saatnya membayar cicilan modal tersebut ke pihak Bank.


Karena modal tak menghasilkan keuntungan, sementara pengeluaran terus berjalan, maka perusahaan yang baru berdiri tersebut, mengalami kebangkrutan, yang menyisakan banyak hutang, tak ada teman dan rekan kerja, tak ada pula dukungan saudara dan orang tua, membuat Arandhan kelimpungan, kemana ia harus menghasilkan uang 10 milyar dalam waktu singkat.


Dan Cokro tertawa bahagia melihat keterpurukan Arandhana, tanpa ia sadari perbuatan jahatnya, membuat pernikahan nya tak pernah dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan, tentu penyebabnya karena modal yang dulu di pinjam Arandhana sebagian besar berpindah ke kantong pribadi Cokro, melalui para petani yang bekerja sama dengannya.

__ADS_1


Kembali ke pertengkaran Cokro dan Wulan.


Dengan hanya menggunakan satu tangan saja, Cokro mencengkram kedua sisi rahang Wulan, "jika saja kamu tahu, apa saja yang kulakukan demi memenangkan hatimu, kamu akan tahu, kalau perasaan cintaku kini semakin besar terhadapmu, semua pemberian Romo, tak lagi berarti karena kini hanya hati dan perasaanmu yang ku inginkan."


Lagi lagi Wulan menggeleng. "Aku hanya mencintai mas Dhana," ujar Wulan lirih.


Dan Cokro semakin dibuat marah karena nya, "aaaarrrghhhh …" pekik Cokro yang segera menghempaskan wajah istrinya dengan kasar, kemudian ia pergi meninggalkan rumah mewahnya.


 


🍂🍂🍂


Tumenggung adalah gelar bagi kepala daerah (distrik) di Jawa, Kalimantan dan semenanjung Malaya. Gelar tersebut di Jawa merupakan gelar yang cukup tinggi (kepala adat besar), tetapi gelar tersebut di Kalimantan Barat hanya ditujukan untuk kepala adat kampung (kepala adat kecil).  


Seorang bangsawan di Jawa dan semenanjung Malaya sering kali juga menjabat sebagai kepala daerah di wilayah yang relatif jauh dari ibu kota atau perbatasan sehingga gelarnya menjadi Raja Tumenggung, Raden Tumenggung atau Pangeran Tumenggung. 

__ADS_1


https://id.m.wikipedia.org/wiki/Tumenggung


__ADS_2