Restu

Restu
Bab 54


__ADS_3

Setelah perjalanan yang cukup lama karena memang jarak tempuh yang sangat jauh, akhirnya Kriss tiba juga di kampung halaman Delia, tempat tinggal Mama Delia.


Kriss tahu rumah Mama Delia karena memang Kriss sering ikut Delia pulang kampung saat mereka libur kuliah.


Tok.. Tok.. Tok.. Kriss mengetuk pintu rumah.


Tapi tidak ada yang merespon dari dalam. Jangankan merespon, bahkan Kriss juga tidak mendengar suara dari dalam rumah.


Kriss pikir pasti Mama Delia saat ini sedang pergi kepasar.


Kriss pun memilih untuk menunggu Mama Delia di dalam mobil sambil mengistirahatkan tubuhnya yang lelah karena mengemudi.


Delia memiliki dua orang adik. Yang satu menjadi TKW di China dan yang satu lagi masih duduk di bangku sekolah menengah pertama dan tinggal di asrama. Jadi dirumah itu, Mama Delia hanya tinggal sendirian.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, tak terasa Kriss sudah lima jam tertidur di dalam mobil.


"Eugh..." Kriss melenguh sambil mengerjapkan matanya.


"Astaga udah malam!!" Pekik Kriss saat melihat langit yang sudah berubah menjadi gelap.


Cepat-cepat Kriss turun dari dalam mobil dan kembali memasuki teras rumah Mama Delia, rumah yang memang tak berpagar.

__ADS_1


Tok.. Tok.. Tok. Kriss mengetuk pintu rumah. Tapi tetap tak ada yang merespon.


"Aneh. Lampu teras nyala tapi kok orangnya gak ada." Gumam Kriss. Karena tadi siang dirinya tak melihat lampu teras rumah menyala.


Tak putus asa, Kriss kembali mengetuk pintu rumah. Tapi hasilnya masih sama, tidak ada yang merespon.


Sampai akhirnya ada tetangga Mama Delia yang melihat Kriss di depan rumah Mama Delia. Dan tetangga itu juga lah yang di beri kepercayaan oleh Mama Delia untuk menyalakan lampu teras jika sudah malam dan mematikan jika sudah pagi.


Tetangga itu pun mendekati Kriss.


"Eh.. kamu bukannya pacarnya Delia?" Tanya wanita paruh baya itu.


"Eh.. i-iya Bu." Jawab Kriss.


"I-ya Bu." Jawab Kriss lagi.


"Loh emangnya kamu gak tahu kalau Mama-nya Delia lagi kekota? Ketempatnya Delia?"


"Oh.. ke kota yah Bu. Saya gak tahu Bu. Saya baru pulang soalnya dari Singapura." Balas Kriss dengan wajah sedikit syok.


"Masa Delia gak ngasih tau?"

__ADS_1


"Gak ngasih tahu Bu. Soalnya saya datang juga mendadak, mau kasih surprise. Saya pikir Delia disini, karena terakhir komunikasi, Delia bilang mau pulang kampung." Jawab Kriss berbohong.


"Oh..."


"Jadi Delia gak ada pulang kampung yah?" Tanya Kriss.


Wanita paruh baya itu menggelengkan kepalanya.


"Terus Mama-nya Delia ke kota dalam rangka apa yah?" Tanya Kriss lagi. Ia ingin mengorek informasi dari wanita paruh baya itu.


"Kurang tahu juga sih. Tapi udah sebulan lebih Mama-nya Delia disana. Udah malah gak pernah nelpon lagi, saya hubungi nomor ponselnya gak aktif. Mau hubungin nomor Delia sama anaknya yang kerja di China, tapi saya gak punya nomornya." Balas wanita itu.


"Sebulan lebih. Tanpa kabar? Mungkin Mama-nya kesana untuk menghadiri pernikahan Delia dan Roy." Gumam Kriss dalam hati.


"Ya udah Bu, makasih yah. Saya permisi dulu." Pamit Kriss.


"Eh.. Mas, mau balik kekota kan?"


Kriss menganggukkan kepalanya.


"Nanti kalau ketemu sama Delia atau Mama-nya, tolong sampaikan pesan dari saya tentang uang listrik rumahnya." Ucap wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Kriss menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kecut. Wanita ini tidak tahu saja kalau Kriss juga sedang mencari keberadaan Delia.


Bersambung...


__ADS_2