
Setelah selesai makan siang, mereka pun pindah keruang tengah.
"Jadi, kamu udah ketemu sama perempuan itu?" Tanya Mama Lastri.
Kriss menggelengkan kepalanya.
"Ya jelas lah gak ketemu, orang dia udah nikah sama selingkuhannya!! Udah di bawa entah kemana sama selingkuhannya itu." Timpal Tante Leni memanas-manasi.
"Udah mending kamu pulang aja ke Singapura, fokus kerja!! Dari pada mikirin perempuan itu mending kamu mikirin gimana cara melebarkan usaha peninggalan almarhum Papa kamu!!! Di besarin, di sekolahin, bukannya mikir gimana buat seneng orangtua, malah mikirin perempuan gak jelas!!" Kata Tante Leni lagi.
"Bener yang di bilang Tante kamu Kriss. Kamu pulang aja yah ke Singapura. Kan kamu udah nyari Delia, jadi buat apa kamu disini berlama-lama, restoran butuh kamu Kriss, kasihan Om kamu disana, dia juga kan punya usahanya sendiri." Bujuk Mama Lastri.
"Kasih waktu Kriss dua atau tiga hari lagi Ma untuk nyari Delia. Kalau dalam waktu dua atau tiga hari lagi, Kriss gak berhasil nemuin Delia, Kriss akan balik ke Singapura." Jawab Kriss.
Mama Lastri melirik pada adiknya seolah meminta pendapat sang adik melalui tatapan matanya. Mengerti arti tatapan Mama Lastri, Tante Leni menganggukkan kepalanya sebagai tanda pada Mama Lastri untuk mengizinkan Kriss mencari Delia beberapa hari lagi.
"Ya udah kalau itu mau kamu." Jawab Mama Lastri.
"Makasih Ma. Kalau gitu, Kriss balik ke kamar dulu." Pamit Kriss. Kriss pun mengangkat bokongnya dari sofa dan pergi dari hadapan Mama dan Tante-nya.
__ADS_1
Setelah memastikan Kriss sudah naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya, Mama Lastri pun langsung pindah tempat duduk mendekati Tante Leni.
"Len, kalau Kriss nyuruh orang untuk make detektif gimana?" Tanya Mama Lastri berbisik.
"Memangnya Kriss punya uang untuk nyewa detektif. Bayar detektif tuh mahal Kak. Kan keuntungan restoran masuk ke rekening Kakak. Lagi pula kalaupun dia bisa nyewa detektif, ya tinggal kita bayar aja lagi detektifnya untuk bilang kalau Delia udah dibawa keluar negri sama selingkuhannya. Gitu aja kok repot sih Kak!!" Jawab Tante Leni.
"Iya juga yah. Kamu emang pinter Len." Puji Mama Lastri.
"Udah Kakak tenang aja, semuanya udah aku atur." Kata Tante Leni lagi.
"Tapi ngomong-ngomong, perempuan itu dimana sekarang?"
Tante Leni menggedikkan bahunya.
"Kalau sampe perempuan itu masih ada di kota ini gimana?"
"Kayaknya perempuan itu udah pergi dari kota ini, karena informan aku gak nemuin perempuan itu disudut manapun yang ada di kota ini. Lagi pula, kalau pun Kriss gak sengaja ketemu perempuan itu, perempuan itu gak akan berani bilang kalau anak yang ada dalam kandungannya itu anak Kriss. Kan dia udah bikin surat pernyataan dan surat pernyataan itu sangat SAH dan berkekuatan hukum yang kuat."
"Syukur deh kalau begitu." Ucap Mama Lastri sambil bernafas lega.
__ADS_1
💋💋💋
Di dalam kamar Kriss.
Kriss memutar otaknya untuk mengira-ngira dimana Delia berada.
"Kalau aku yang nyari sendiri kayaknya mustahil dalam dua hari ketemu. Aku harus make jasa detektif ini!" Monolog Kriss.
Kriss pun mengambil ponselnya. Hal yang pertama ia lakukan adalah mengecek saldo dalam rekeningnya.
"Sial cuma 10 juta lagi." Umpat Kriss saat melihat saldo rekeningnya.
"Aku tanya Vanna dulu deh, manatau Vanna punya uang buat nambahin bayar detektif." Monolog Kriss lagi.
Dan Kriss pun menghubungi sang Adik.
Tapi sayangnya sang Adik juga tidak memiliki uang, darimana uangnya kalau dirinya juga hanya mengandalkan uang transferan dari Mama Lastri. Tidak punya uang bukan berarti tidak bisa membantu, Ivanna pun menawarkan pada sang Kakak untuk memakai jasa kenalannya yang ada di Indonesia. Urusan harga pasti bisa nego.
Kriss pun menyetujui. Dan sebelum Kriss menghubungi kenalan sang Adik, Ivanna terlebih dulu menghubungi orang itu dan menceritakan perihal masalah sang Kakak.
__ADS_1
Setelah membuat kesepakatan dengan kenalannya itu, Ivanna pun kembali menghubungi sang Kakak dan meminta sang Kakak menghubungi orang itu.
Bersambung...