
Vina selesai mengemas semua masakan yang telah di masaknya untuk sarapan, memutuskan untuk menyapu rumah.
" loh vin kenapa nyapu?" tanya natan
"kenapa to mas ya kerjaan saya kan bersih bersih mas" jawabnya polos bingung dengan pertanyaan natan
"hm, ganti baju sana cepat 5 menit"
"hah mau kemana mas?" tanya vina tambah bingung
"cepet vin ga usah banyak tanya"
"iya iya" vina tidak bertanya lagi lalu menurut berganti baju ke kamarnya
Selesai ganti baju dia kembali menghampiri natan di ruang tamu.
"mas udah" omongnya saat natan tidak menyadari kehadirannya
"yaudah ayo" ajak natan langsung
"loh mau kemang mas?" tanya vina lagi
Bukanya menjawab natan hanya berjalan menuju mobil lalu menghidupkannya
"mas natan mau kemana si sebenernya" batin vina
"apa saya mau di ajak jalan jalan ya" pikirnya lagi senang
Tinnnn
"eh astaga" ucap vina terkejut
Dia baru sadar kalau hanya berdiru diam di samping mobil tidak masuk masuk
"ngapain nglamun di situ? Biar kerasukan?" tanya natan sinis waktu vina sudah masuk mobil
"mas natan itu ngomongnya jahat banget" dengus vina ke natan
"apa?" tanya natan memandang vina dingin
"eh itu mas natan ngomongnya baik banget" jawabnya berbohong
__ADS_1
"gua denger lo vin" ancamnya
"becanda mas becanda" vina meringis memandang natan
Natan hanya diam tidak menyahuti lagi fokus mengemudinya. Melihat natan diam vina ikut diam memilih menikmati pemandangan di samping jalan. Tanpa sadar ternyata natan mengajaknya ke vila.
"waa indahnya" ucap vina ketika melihat bunga yang di tanamnya dulu sudah mulai mekar semua.
"indahlah orang punya gua" jawab natan sombong
Vina yang mendengarnya mendengus ke natan lalu mengacuhkannya memilih menikmati bunga bunga.
Tanpa vina sadari natan pergi meninggalkannya untuk mengambil rantang makanan yang tadi sudah di masak oleh mereka membawanya ke taman bunga dengan membawa alas duduk sekalian.
"eh mas natan mau ngajak saya piknik ya" goda vina ke natan saatelihat natan menyimpan tempat
"buat saya sendiri, siapa yang nyiapin buat lu" jawab natan mengejek
"huh" vina melengos memilih memetik bunga
"vin" Panggil natan lagi saat sudah siap
"apaan mas?" jawabnya sewot
vina yang sadar segera merubah sikapnya
"eh iya mas natan kenapa?"
"sini" jawab natan enteng setelah membuat vina keasal
"iya mas" vina menurutinya
"inih makan ayo, katanya piknik tadi"
"tadi katanya buat mas natan sendiri ga ngajakin saya" ucapnya enteng
"ngambekan, cepet tua"
"siapa yang suka marah marah kan mas natan" jawab vina tak mau kalah dengan natan
"vin" peringatan natan ke vina
__ADS_1
"eh iya mas ayo dimakan" vina memilih menurut karena sudah bahaya jika natan kembali dingin ke dia.
Selelai makan vina yang membereskan barang barangnya sedangkan natan duduk diam di kursi samping sambil melihat bunga bunga, saat selesai beres beres vina segera menghampiri natan ikut duduk di sampingnya.
"mas natan" panggilnya
"hm" natah malas menanggapi
"jalan jalan yuk mas muter muter sini"
"ogah" jawabnya cuek
"la kenapa mas?"
"pusing lah yang ada" jawab natan sinis
Vina tau kalau natan sedang memikirkan mamanya dan mencoba menghubunginya, tiba tiba dia mendapatkan ide.
"kalau mas natan ga mau yaudah saya mau jalan jalan sendiri" omongnya ke natan
Sedangkan natan hanya diam melirik vina membiarkan dia mau melakukan apa.
Vina segera keluar dari taman berjalan di jalanan setapak hingga menemukan sebuah kebun teh indah di sana dia berlarian menikati kebun teh dan udara yang sejuk.
Hos hos hos
Nafas vina karena capek berlarian mengitari kebun teh, dia lalu duduk di bawah pohon besar di pinggiran kebun, disana ada sebuah ayunan kayu yang sudah tidak sering digunakan kelihatannya.
"aduh haus" gumamnya sambil memegangi tenggorokannya
Tiba tiba sebuah benda dingin menempel di pipinya terkejut dia lalu menengok melihat natan menempelkan minuman dingin ke pipi vina.
"makasih mas natan" ucapnya menerima minuman tersebut
"udah puas muterin kebun teh nya" tanya natan
"belum tapi capek luas banget" jawabnya terengah engah setelah munim
"yaudah ayo lagi" ajak natan ke vina
"tapi mas saya capek" tolak vina
__ADS_1
"ayo.." belum sempat vina berdiri hujan tiba tiba turun membasahi keduanya.