
Kini Adnan sudah berada di dalam restoran jepang yang ada di mall. Dan sekarang di hadapannya sudah ada Mama Lastri dan Tante Leni.
"Maaf, Tante berdua ini siapa yah?" Tanya Adnan polos.
"Saya Mama-nya Kriss, laki-laki yang tadi menemui mu." Jawab Mama Lastri.
"Oh..." Adnan hanya membulatkan mulutnya. Dari tatapan mata Mama Lastri, Adnan sudah bisa menebak apa yang ingin dua wanita paruh baya ini bicarakan.
"Langsung saja. Untuk apa Kriss menemui mu tadi?" Kata Tante Leni.
"Tidak untuk apa-apa, kami hanya berbincang-bincang karena sudah lama tidak bertemu." Jawab Adnan.
"Jangan bohong!! Saya tahu pasti dia meminta mu untuk mencari keberadaan seorang wanita, iya kan?" Tanya Tante Leni dengan tatapan mengintimidasi.
"Saya tidak mengerti apa yang Anda bicarakan!" Balas Adnan.
"Tidak usah pura-pura!! Ini, saya berikan dua kali lipat atau bahkan tiga kali lipat dari yang anak saya berikan pada mu, asal kamu bilang ke anak saya kalau perempuan yang dia cari itu sudah pergi keluar negri." Kini Mama Lastri yang membuka suara sambil memberikan selembar cek pada Adnan.
Mata Adnan membulat sempurna saat melihat nominal yang tertulis di selembar cek itu. Bukan hanya dua atau tiga kali lipat, melainkan lima kali lipat dari yang Kriss berikan padanya.
__ADS_1
Sungguh sangat menggiurkan uang yang Mama Lastri tawarkan padanya ditambah lagi pekerjaannya yang harus ia lakukan hanya perlu mengatakan pada Kriss kalau Delia sudah meninggalkan negara itu.
Namun meski tergiur, Adnan tidak langsung mengambil cek itu. Manatau saja cek yang Mama Lastri sodorkan padanya hanyalah selembar cek kosong saja.
"Apa ini cek kosong!!" Tanya Adnan sambil memicingkan matanya.
"Enak saja!! Kalau kau tidak percaya, mari kita sama-sama cairkan." Jawab Mama Lastri tidak suka.
"Oke. Kita cairkan sama-sama." Balas Adnan.
"Jadi kau bersedia kan menerima tawaran saya?" Tanya Mama Lastri.
"Sekalian bilang kalau wanita itu sudah menikah dengan pria yang bernama Roy dan Roy yang membawa wanita itu pergi ke luar negri." Jawab Mama Lastri.
"Kalau ditanya luar negri-nya dimana, lalu saya harus jawab apa?"
"Terserah kamu mau jawab apa!! Yang penting jangan di Asia!!" Jawab Mama Lastri.
"Oke. Saya terima tawaran Anda." Ucap Adnan.
__ADS_1
"Kalau begitu mari kita cairkan uang ini, agar saya bisa langsung memberi laporan pada anak Anda." Ucap Adnan.
Mereka pun keluar dari dalam restoran jepang dan menuju bank untuk mencairkan uang yang tertera dalam cek.
💋💋💋
Uang pun sudah ada dalam genggaman Adnan.
"Ingat jangan lupa kesepakatan kita!! Kalau sampai kau tidak mengatakan pada Kriss seperti yang saya minta, saya kejar kau sampai ke ujung dunia manapun!!" Ancam Mama Lastri.
"Tenang saja Nyonya." Jawab Adnan.
Setelah mengatakan itu, Mama Lastri pun menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil.
"Ternyata gampang juga yah nyari dapetin duit. Perse•tan lah dengan masalah keluarga mereka, yang penting gue dapet duit!! Perse•tan juga sama Ivanna toh, gue bantuin Kakak-nya juga, dia tetap gak mau sama gue!!" Gumam Adnan dalam hatinya.
Adnan bukan lah seorang detektif, namun Adan memang terbiasa menerima pekerjaan untuk mencari sebuah informasi, dirinya yang mudah bergaul dan banyak kenalan membuatnya sangat mudah untuk mencari informasi tentang seseorang jika ada yang membutuhkan jasa-nya.
Adnan mengenal Ivanna semasa Ivanna masih SMU dari salah satu teman Ivanna. Dari pandangan pertama Adan melihat Ivanna, Adnan langsung menyukai sosok Ivanna tapi sayangnya, sikap Ivanna yang menjaga jarak dengannya sangat kentara sekali dan membuat Adnan sadar diri untuk berhenti melakukan pendekatan pada Ivanna.
__ADS_1
Bersambung...