Restu

Restu
Bab 64


__ADS_3

Kini Dio dan kedua orangtuanya serta Mama Lastri dan Ivanna sudah duduk manis diruang tamu.


"Loh Jeng, katanya Ivanna punya Kakak laki-laki, mana Jeng? Kenalin dong Jeng." Kata Mama Dio.


"Astaga, sampe lupa." Balas Mama Lastri sambil menepuk jidatnya.


"Van, panggil dulu Kakak mu." Perintah Mama Lastri.


Vanna pun berdiri dari tempat duduknya dan beranjak dari ruang tamu untuk memanggil Kriss.


Tak sampai sepuluh menit, Ivanna pun kembali lagi keruang tamu bersama Kriss.


"Nah ini Jeng, anak sulung ku." Ucap Mama Lastri memperkenalkan Kriss pada orangtua Dio.


"Kenalin Kriss, ini Mama-Papa'nya Dio, calon mertuanya Vanna. Nah kalau yang ganteng itu calon suaminya Vanna, calon adik ipar mu." Kata Mama Lastri lagi.


Kriss pun bersalaman dengan Dio dan kedua orang tuanya.


"Kriss." Ucap Kriss sambil memperkenalkan diri pada tiga orang itu.


Setelah memperkenalkan dirinya, Kriss pun duduk di single sofa yang berhadapan dengan Papa Dio.


"Baiklah, karena sudah ada saudara laki-laki dari Ivanna yang menggantikan peran Ayah, jadi kita mulai saja." Ucap Papa Dio.

__ADS_1


Acara lamaran pun dimulai. Hal yang pertama di bicarakan adalah mahar.


Mama Lastri langsung mematok harga mahar untuk Ivanna. Harga yang di patok untuk Ivanna bukan main-main, Mama Lastri meminta mahar seharga satu mobil Pajero Sport. Dan itu langsung disetujui begitu saja oleh orangtua Dio.


Jelas saja tidak adanya tawar menawar mahar membuat Mama Lastri tersenyum sumringah dan semakin yakin kalau keluarga Dio bukanlah keluarga sembarangan.


Setelah membicarakan soal mahar, mereka lanjut membicarakan tanggal, WO yang akan mereka pakai, butik tempat memesan gaun dan tuxedo pengantin, serta baju seragam untuk dua keluarga. Tak tanggung-tanggung, Mama Lastri meminta menggunakan jasa WO dan butik terkenal dan sekali lagi tanpa ada tawar menawar, orangtua Dio menyetujui permintaan Mama Lastri.


Setelah semua telah disepakati, Dio pun menyematkan cincin tunangan di jari Ivanna dan juga begitu sebaliknya.


Acara lamaran pun selesai dengan tanggal pernikahan yang sudah ditetapkan tiga bulan lagi.


💋💋💋


Setelah selesai makan malam, seperti biasa Mama Lastri, Kriss dan Ivanna berkumpul sejenak di ruang tengah.


"Cantiknya cincin-nya, ini tuh pasti mahal Van!" Ucap Mama Lastri sambil melihat cincin tunangan Ivanna.


"Coba kamu sama laki-laki lain, mana mungkin di kasih cincin berlian untuk tunangan, paling juga di kasih cincin emas 22, itupun paling cuma dua gram!!" Kata Mama Lastri lagi menyindir mantan kekasih Ivanna.


Sedangkan Ivanna hanya memutar bola matanya malas mendengar ocehan Mama-nya.


"Keluarga Dio itu bukan keluarga sembarangan! Kamu lihat sendiri kan tadi, pas Mama minta mahar segini, langsung oke. Mama minta mau pake jasa WO yang ini juga langsung oke. Terus pas Mama usul make butik yang ini, juga langsung di oke-in!! Itu tanda-nya mereka sangat menghargai kamu dan sangat menerima kamu sebagai menantu di keluarga mereka! Mama yakin kalau kamu nikah sama Dio, kamu akan diperlakukan seperti ratu oleh keluarga Dio!!" Kata Mama Lastri memuji keluarga calon besannya.

__ADS_1


Lagi dan lagi Ivanna hanya memutar bola matanya malas. Karena telinganya sudah semakin panas mendengar Mama-nya menyanjung-nyanjung keluarga Dio, Ivanna memilih untuk meninggalkan ruang tengah.


"Vanna ngantuk Ma, Vanna ke kemar dulu yah." Pamit Ivanna sambil mengangkat bokongnya dari sofa lalu cepat-cepat berjalan keluar dari ruang tengah.


"Eh.. Mama belum selesai ngomong Vanna!!" Teriak Mama Lastri, tapi Ivanna tak menghiraukan teriakan Mama-nya dan terus berjalan menuju tangga.


"Ish dasar anak itu!! Lihat aja nanti kamu berterimakasih sama Mama kalau kamu udah nikah sama Dio!!" Dumel Mama Lastri dan kembali menatap cincin tunangan Ivanna sambil senyam-senyum sendiri.


Setelah adiknya pergi, Kriss pun ikut mengangkat bokongnya dari sofa.


"Kamu mau kemana? Mau masuk kamar juga?" Tanya Mama Lastri saat melihat Kriss hendak pergi dari ruang tengah.


Kriss menganggukkan kepalanya.


"Kriss mau siapin baju dulu buat besok ke Bali."


"Besok jam berapa kamu ke Bali dan berapa hari?" Tanya Mama Lastri.


"Pesawat jam sepuluh. Mungkin semingguan lah Ma disana." Jawab Kriss.


"Ya udah sana." Balas Mama Lastri.


Kriss pun melanjutkan langkahnya keluar dari ruang tengah meninggalkan Mama-nya yang masih terpukau dengan cincin tunangan anak-nya itu.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2