
Saat sarapan masih berlangsung dengan hangat di antara ketiganya.
Natan sebenarnya senang karena memang sudah lama sekali sejak dia sarapan bersama orang lain biasanya dia hanya sarapan bahkan makan sehari hari sendiri atau hanya dengan natan kadang kala.
"vin masakan kamu enak loh" puji putra ke vina
Vina yang mendengarnya hanya tersenyum malu dia berharap natan juga memujinya
"mas putra mau nambah lagi apa enggak, saya ambilin" tawarnya ke putra
"eh boleh" putra menyodorkan piringnya ke vina
Saat hendak mengambil piring putra piring natan sudah datang lebih dulu di depan tangan vina, dia terkejut lalu mengambil piring natan untuk di isi makanan lagi
"mas natan mau nambah dikit apa banyak?" godannya ke natan
"terserah"
"elah tingga bilang banyak gitu doang gengsi banget si orang masakan enak gini kok" jawab putra dengan tertawa
Sedangkan natan hanya melirik sekilas ke putra males menanggapi.
"ini mas silahkan"
"makasih" jawabnya
vina tersenyum lebar mendengar jawaban natan karena biasanya dia jarang menjawab vina
"eh iya sama sama mas natan" jawabnya gembira
"vin piring aku dong" putra tidak mau kalah di sana
"eh iya mas mana" jawb vina malu karena lupa dengan piring putra
Akhirnya sarapan tersebut selesai putra yang habis olahraga menuju kamarnya untuk mandi sedangkan putra duduk di mini bar.
__ADS_1
Vina mulai melanjutkan aktivitas bersih bersihnya.
"ehem" deheman natan ke putra setelah selesai mandi dan menuju ke mini bar
"eh sini duduk ada yang mau gue omongin serius"
"apaan?"
"nat lu harus hati hati deh sekarang liat ini" sambil menyerahkan tab yang dibawanya
"apa apaan ini kurang ajar"
"ya lihat perusahaan ganendra grup mereka mulai melonjak dan parahnya lagi mereka mendekati client client lu, lu harus hati hati nat jangan sampai kecolongan sama mereka"
Brak
natan menggebrak meja tersebut
"ganendra gua bakal hancurin kalian" ucapnya sambil mengepalkan tangan
"hm oke"
Akhirnya putra meninggalkan natan di minibar sendiri.
Natan yang bosan dan pemikirannya lagi kacau memilih meninggalkan minibae menuju kamarnya membuka laporan laporan tentang perusahaannya.
Hingga malam menjelang dia baru selesai
Tok tok tok
"mas natan mau makan malam apa tidak saya siapakan?" suara vina di luar kamarnya
"iya boleh" jawab natan sambil membuka pintu
"baik mas"
__ADS_1
Natan mengikuti vina di belakangnya menuju meja makan, sampai di sana natan kagum karena banyak banget masakan yang sudah di siapkan vina di meja makan
"silakan mas" vina menyuruh natan makan dan hendak pergi waktu natan sudah duduk
"kamu mau kemana? Duduk"
"eh.." Terkejut vina dengan suara natan
"duduk saja saya ga mau makan sendiri"
"baik mas" akhirnya vina ikut duduk di meja makan
Canggung vina bingung harus ngobrol apa dengan tuannya akhirnya dia memilih diam menikmati makanannya.
"nama lengkap kamu siapa vin?" tanya natan memecah keheningan
"vina agata mas"
"oh"
Hening lagi di antara keduanya
"mas natan mau nambah lagi apa enggak?" vuna mencoba baik ke tuannya
"ga usah kamu aja makan yang banyak saya sudah selesai"
"baik mas"
Saat natan berdiri hendak pergi dia berkata lagi ke vina
"masakan kamu enak masak tiap hari ya"
Vina yang terkejut mendengar suara itu hanya diam membeku lalu bereaksi setelah natan mulai melangkah
"eh iya mas pasti" jawab vina setengah berteriak supaya natan mendengar.
__ADS_1
Pagi harinya natan dan vina selalu sarapan bersama dan bahkan makan malam bersama meskipun Canggung vina sudah merasa senang karena tuannya mulai baik ke dia.