Restu

Restu
BAB 7. CANGGUNG


__ADS_3

Tin tin


klakson mobil menandakan bahwa putra sudah tiba di kediaman tersebut, vina yang masih di dapur sudah hafal dan tidak repot repot ke depan untuk membukakan pintu atau menyambutnya karena putra selalu menyuruhnya tidak melakukan itu semua.


"Pagi vina.."


"pagi mas putra, semangat banget hari ini"


"iya dong ketemu bidadari kok" godannya ke vina


"ih mas putra bisa aja"


"haha natan belum turun?"


"belum mas masih siap siap paling"


"yaudah sini aku bantuin bawa ke meja ya"


"iya mas makasih"


Putra hanya tersenyum menanggapi vina


"ehem pagi amat lu datang" natan tiba tiba datang dari belakang


"pagi gimana jam segini juga biasanya"


"hm"


"jadwal gua hari ini apaan aja"


"hari ini bapam natan yang terhormat hanya ada pemeriksaan berkas berkas sama rawat dengan dewan direksi membahas mengenai perusahaan ganendra grup" jawab putra tampa rasa bersalah


Tangan natan mengepal erat mendengar nama itu


Melihat ekspresi natan vina mengambil inisiatif


"eh mas natan mas putra sudah selesai ayo segera di makan"


"eh iya vin" jawab putra

__ADS_1


Sedangkan natan hanya diam mulai menikmati makanannya


Tak lama setelah selesai mereka berangkat ke kantor dan vina memulai aktivitas juga.


Brakk


Sampai di ruangannya natan langsung menggebrak mejanya bahkan karyawan dan putra yang mendengar terkejut karenanya


"nat lu hari tenang kalo lu mau unggul gunain akal bukan emosi"


Natan hanya diam


"sekarang gini kita atur cara untuk membuat mereka yang meninggalkan perusahaan kita kembali lagi, jangan emosi lu tu lebih baik dari mereka jangan marah marah dulu"


"siapin semua setelah rapat dewan kita mulai kembali membawa mereka ke dalam perusahaan kita lagi"


"siap "


Putra lalu meninggalkan ruangan natan.


Tok tok tok


"saya pak mau memberikan laporan" namina masuk ke dalam ruangan


"oh iya bawa ke sini"


"bapak kayanya lagi banyak masalah ya, aku pijitin ya pak biar mengurangi beban bapak" namina mulai merayu natan.


Dia mulai memijit kepala natan dengan lembut dan membuat natan relax.


"Kamu bisa mijat belajar dari siapa?" tanya natan kalem


"eh dari nenek saya pak"


"kalau bapak suka saya bisa mijitin bapak setiap hari" tawarnya ke natan


"boleh"


"bapak mau kopi?"

__ADS_1


"em kaya biasa ya tanpa gula"


"baik pak saya siapkan dulu" lalu dia menuju ke pantri meninggalkan natan di ruangan.


Tok tok tok


"pak saatnya untuk rapat" putra datang mengingatkan natan


"iya"


Mereka menuju ruang rapat yang sudah di sediakan dan memulai rapat.


Selesai rapat muka natan menjadi semakin tidak enak di lihat pasalnya semua anggota menyalahkan dia menganggap bahwa natan tidak becus menjalankan perusahaan dan bisa dengan mudah di rebut oleh perusahaan lain.


"put siapin mobil saya mau ke club sekarang"


"tapi pak sekarang masih jam.." belum selesai biacara dia sudah di potong natan


"gausah tapi tapian sekarang"


"baik pak"


Mereka melaju ke club langganan natan.


Tempat tersebut belum sepenuhnya buka karena memang masih siang tapi manager tempat tersebut hanya bisa Melayani keinginan natan.


"aku hanya ingin minum sendiri"


"baik tuan" jawab manager tersebut


"nat lu tu"


"diam temani saya minum sekarang" natan membentak putra


"iya"


Natan menghabiskan hampir 10 botol sendirian karena pitra tidak menyentuh mereka sedikitpun.


Hingga pukul 9 dimana club hendak buka natan sudah mabuk tidak tertolong, akhirnya putra membawanya pulang.

__ADS_1


__ADS_2