
Hari ini putra dan natan tidak masuk kekantor dan kantor di biarkan di tangani oleh bawahan kepercayaannya
Mereka membawa jenazah mbok ijah pulang ke kampung halamannya. Mbok ijah adalah janda anak 1 dengan anak yang usianya beda 5 tahun lebih muda dengan natan dan hanya hidup sebatang kara setelah kepergian mbok ijah, namanya vina dia bekerja di sebuah toko kelontong dekat rumahnya. Penampilan lumayan cantik dengan kulit putih bersih hanya pakaiannya yang apa adanya terlihat dia kurang terawat.
"vina turut bela sungkawa ya saya minta maaf karena kecelakaan di rumah saya mbok ijah jadi meninggal , kamu tenang saja nanti biaya hidup kamu saya yang tanggung sebagai gantinya"
"eh tidak usah tuan, saya juga tidak apa apa mungkin sudah takdirnya ibu meninggal di usia setengah baya"
Tidak ada sahutan lagi dari natan
"tan ikut gua keluar bentar yuk" ajak putra ke natan karena menyadari keadaan vina
Natan hanya menurut keluar dari rumah kecil kediaman mbok ijah dan vina.
"Kenapa?"
"tan gimana kalau kamu ajak aja vina ke mansion suruh gantiin mbok ijah aja kasian sendirian juga di rumah sekalian lu bisa nebus rasa bersalah lu ke mbok ijah"
Diam natan berfikir karena dia tidak suka kehadiran orang asing di tempat dia.
"gua fikirin dulu" jawabnya setelah lama diam
"kasian nat masih muda udah hidup sendirian, ayolahh"
"mm yaudah boleh tp kalau dia mau kalau gak gausah di paksa. Trus ntar ajarin peraturan mansion"
"siap" jawab putra semangat karena dia benar benar merasa kasian melihat keadaan vina.
Saat sore hari natan dan putra memilih untuk pulang ke kota. Setelah perbincangan dan tarawan untuk mengajak vina ke kota setelah peringatan 7 harinya. akhirnya vina setuju karena menurutnya tidak ada salahnya ikut ke kota toh di desa dia juga sendirian hanya ada kerabat jauhnya.
Setelah menunggu 7 hari kematian mbok ijah akhirnya vina berangkat ke kota dengan di jemput putra sendiri karena natan sungguh menghargai mbok ijah seperti keluarganya sendiri.
__ADS_1
"vina kamu sudah siap semua barang barangnya?" tanya putra ke vina memastikan saat hendak berangkat
"sudah tuan" jawab vina takut takut
"yasudah ayo masuk mobil tasnya biar saya yang taruh"
"eh iya makasih tuan"
Natan lalu mengambil tas vina dan memasukkannya di belakang.
Saat masuk mobil natan tertawa melihat vina
"haha"
"mm kenapa tuan apa saya salah?"
"kamu gak salah vina, cuma saya bukan sopir jadi jangan duduk di belakang sini duduk samping saya" jawabannya ramah
"tapi.."
"baik tuan"
"panggil putra aja jangan panggil tuan aku bukan tuan kamu" omongnya sambil tersenyum hangat
"baik tuan eh put putra" vina menjawab takut takut
"heyy relax aku ga bakal gigit kamu jangan takut, aku sama kaya kamu hanya pegawai natan jadi santai saja"
"iya mas putra"
"ngomong ngomong berapa usia kamu?"
__ADS_1
"saya baru 22 tahun"
"masih muda ya, ntar kalo di rumah natan jangan suka pakai baju tipis ya" putra bicara serius menghadap vina
"eh kenapa?"
"hmm gak papa takut masuk angin aja haha ingat yaa"
"eh iya aku bakal ingat mas putra"
Akhirnya mereka terdiam menikmati perjalan hingga ke mansion natan.
saat putra dan vina tiba natan sedang ngopi di mini bar rumahnya sambil membaca laporan kerja karyawannya kebetulan hari kedatangan vina hari minggu jadi natan juga sedang senggang.
Tin tin
Suara klakson mobil di luar mansion menandakan vina dan putra telah sampai. Tapi natan hanya melirik sekilas pada pintu dan kembali ke aktivitasnya.
Ceklek
Suara pintu di buka vina masuk dengan membawa tas besarnya bersama putra. Melihat natan di mini bar putra menghampiri natan di ikuti vina.
"woy bro nih anaknya mbok ijah udah datang dengan keadaan selamat serta sehat walafiat" omong putra dengan semangat 45
"hmm" jawabnya acuh ta acuh
"halo pak natan apa kabar?" vina mencoba akrab dengan majikan barunya tersebut
"saya baik, jangan panggil saya bapak dan silakan tanya putra dimana kamar kamu dan tatacara kerja di mansion ini" jawaban yang singkat padat jelas tersebut membuat vina tidak enak karena masih takut takut
"iya tuan"
__ADS_1
"ehem vin silakan ikuti saya" melihat natan yang super cuek putra langsung mengambil inisiatif untuk vina
"baik mas putra"