
Lisha yang sedang duduk di troli koper yang Delia dorong pun melihat ke arah yang Delia tunjuk.
"Daddy...!!!" Teriak Lisha.
Sontak Roy yang sedang menelpon itu pun menoleh ke arah suara yang sangat ia kenal kalau itu suara Lisha.
"Nanti ku hubungi lagi." Ucap Roy pada orang yang sedang mengobrol dengannya di telpon lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku-nya.
"Cantik-nya Daddy..." Roy pun membalas panggilan Lisha sambil berjalan dengan langkah panjang ke arah Delia dan Lisha yang juga sedang berjalan mendekati-nya.
Roy langsung menggendong Lisha dan memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi chuby Lisha. Sama dengan Roy, Lisha pun juga membalas ciuman Roy lalu memeluk tubuh laki-laki yang ia pikir itu adalah Ayah kandungnya.
Jangankan Lisha, orang-orang yang sedang lalu lalang yang sedang melihat aksi mesra Lisha dan Roy itu pun pasti mengira kalau Lisha dan Roy adalah Ayah dan Anak.
"Kalian tuh yah kalau udah ketemu, aku di anggurin deh!!" Sindir Delia.
"Habis kamu di apelin gak mau." Balas Roy bercanda. (Anggur-Apel)
__ADS_1
Delia tak membalas dan hanya memutar bola matanya malas.
"Udah yuk kita cusss ke resort." Ucap Roy.
Roy pun berjalan menuju mobil sambil menggendong Lisha dengan satu tangannya dan tangan lainnya membantu Delia membawa koper yang berisi pakaian, sedangkan Delia membawa tas yang berisi susu, popok dan keperluan Lisha yang lain.
Rencananya mereka akan di Bali kurang lebih seminggu.
***
Hari ini adalah kepulangan Kriss dan Ivanna dari Singapura.
Dan ini adalah pertama kalinya Kriss pulang ke Jakarta setelah kejadian tiga tahun lalu. Kepulangan Kriss kali ini bukan untuk mencari Delia namun untuk berlibur sekaligus untuk menghadiri acara lamaran Ivanna.
Ya, Ivanna sudah selesai kuliah dan Mama Lastri langsung menjodohkan Ivanna dengan laki-laki pilihannya karena Mama Lastri tidak mau sampai Ivanna menikah dengan laki-laki yang bukan tipe idela menantunya.
Laki-laki yang di jodohkan Mama Lastri dengan putri bungsunya adalah anak dari salah satu teman arisan Mama Lastri.
__ADS_1
Laki-laki itu bernama Dio. Di mata Mama Lastri yang setengah katarak itu, Dio adalah laki-laki yang sempurna dan tipe ideal calon menantunya, makanya Mama Lastri ngotot Ivanna harus segera menikah dengan Dio. Sangking percaya dengan keyakinannya yang sesat, Mama Lastri sampai tidak mencari tahu terlebih dulu tentang Dio.
Sedangkan untuk Kriss sendiri, Mama Lastri sudah menyerah menjodohkan Kriss dengan Elena. Berkali-kali Mama Lastri membuat rencana agar Kriss hanya liburan berdua dengan Elena bahkan sampai menyuruh Elena memasukkan obat perangsang di minuman Kriss, tapi semua cara busuk yang Mama Lastri buat untuk menjebak anaknya sendiri pun gagal.
Oleh karena itu, Mama Lastri pun menyerah sampai keberuntungan berpihak padanya dan Elena. Bagi Mama Lastri, asal Kriss tidak kembali pada Delia dan tidak lagi menjalin hubungan dengan perempuan sejenis Delia, Mama Lastri itu saja sudah cukup.
Pukul 20.00.
Setelah selesai makan malam, Kriss, Ivanna dan Mama Lastri pun berkumpul di ruang tengah.
"Jadi kapan acara lamarannya Ma?" Tanya Kriss. Kriss bertanya karena Mama-nya memang tidak memberitahu pada Kriss maupun Ivanna kapan keluarga Dio datang kerumah mereka untuk melamar.
Jangankan memberitahu tanggal lamaran, Ivanna saja belum pernah sama sekali melihat sosok Dio. Semuanya benar-benar mendadak. Satu bulan Mama Lastri berkenalan dengan Mama Dio di arisan itupun karena di kenalkan dengan teman Mama Lastri yang lain dan dari perkenalan itu pun mereka jadi membicarakan perjodohan. Setelah membicarakan perjodohan anak-anak mereka, dua minggu kemudian Mama Lastri langsung memberitahu Ivanna kalau dirinya akan segera dilamar dan dua hari yang lalu, Ivanna dan Kriss disuruh pulang ke Jakarta tanpa memberitahu kapan sebenarnya acara lamarannya.
Sebenarnya Ivanna sudah berusaha menolak dan menentang habis-habisan ide sang Mama untuk menjodohkannya, tapi sekali lagi karena rasa takut pada sang Mama membuat Ivanna pasrah.
Bersambung...
__ADS_1