Restu

Restu
Bab 68


__ADS_3

Karena Kriss tak kunjung masuk ke VIP room, Garry pun memutuskan untuk menyusul Kriss ke toilet.


Tapi sayangnya ia tak menemukan Kriss disana. Garry pun mencari Kriss ke taman belakang.


Setibanya Garry ditaman belakang, Garry sudah melihat Kriss terkapar di tanah yang ditumbuhi rumput jepang itu.


Garry pun berlari menghampiri Kriss.


"Kriss, kau gak pa-pa?" Tanya Garry sambil membantu Kriss duduk.


Kriss diam tak menjawab, karena otaknya sekarang sedang mencerna kata-kata Roy.


"Siapa yang sudah melakukan ini padamu?" Tanya Garry lagi.


"Gar..." Lirih Kriss.


"Ya."


"Antar aku ke vila."


"Kau tidak ingin makan dulu?"


"Aku tidak lapar!"


"Baiklah, ayo aku antar kau ke vila." Garry pun memapah Kriss dan membantu Kriss berjalan.


Mereka pun keluar dari area taman belakang restoran milik Roy itu.


***


Jakarta.


Sedangkan dirumah Mama Lastri, sudah ada Dio yang sejak tadi menunggu Ivanna keluar dari kamar.

__ADS_1


Dio ingin mengajak Ivanna jalan-jalan dengan alasan ingin saling mengenal.


Ivanna sebenarnya malas kemana-mana, tapi Mama Lastri terus memaksa Ivanna untuk menerima ajakan Dio. Mau tak mau Ivanna pun menerima ajakan Dio.


"Kok lama banget sih anak itu!" Gerutu Mama Lastri karena sudah hampir dua puluh menit Ivanna tidak keluar-keluar dari dalam kamarnya.


"Tunggu yah Nak Dio, Tante periksa dulu Ivanna-nya." Ucap Mama Lastri.


"Iya Tante." Balas Dio.


Mama Lastri pun meninggalkan Dio diruang tamu dan berjalan menuju kamar Ivanna.


Ceklek. Mama Lastri membuka pintu kamar Ivanna.


"Kamu ngapain aja sih, kok lama banget?! Kamu gak tau apa calon suamu kamu udah gelisah nungguin kamu!" Omel Mama Lastri.


"Perut Ivanna tiba-tiba mules Ma."


Ivanna menghela nafasnya kasar lalu berdiri dari tempat duduknya di pinggir ranjang lalu mengambil cardigan panjang yang sudah ia siapkan di sofa.


"Eeekh.. tunggu!!"


"Apalagi sih Ma?!"


"Kok kamu pakaiannya kayak gitu sih! Ganti!"


"Memangnya pakaian Vanna kenapa? Ini bagus kok!"


"Gak! Gak! Gak! Kalau di depan calon suami, kamu harus berpakaian yang seksi biar calon suami kamu gak ngelirik perempuan seksi! Cepetan ganti!"


Mata Ivanna membulat mendengar kata-kata Mama-nya. Bisa-bisanya Mama-nya menyuruhnya mengumbar aurat hanya untuk laki-laki yang statusnya baru calon suami-nya.


"Mama yang bener aja! Masa Ivanna disuruh pakaian seksi di depan Dio! Selama ini Mama ngelarang Ivanna pakai pakaian seksi, tapi kenapa sekarang malah nyuruh Ivanna pakai pakaian seksi?! Di depan Dio lagi!" Protes Ivanna.

__ADS_1


"Justru karena di depan Dio makanya Mama nyuruh kamu pakai pakaian seksi! Kan dia calon suami kamu! Jadi gak pa-pa lah!"


"Kan masih calon Ma, belum..."


"Udah jangan banyak protes! Cepetan ganti baju kamu!" Potong Mama Lastri sambil menyeret Ivanna menuju ruang ganti.


Sesampainya diruang ganti, Mama Lastri langsung membuka koper Ivanna untuk mencari pakaian yang menurut Mama Lastri sedikit lebih seksi dan terbuka dari pakaian yang Ivanna pakai saat ini.


"Nih, pakai ini, sama ini." Kata Mama Lastri sambil melempar baju sabrina crop dengan lengan pendek serta celana jeans ketat ke hadapan Ivanna.


"Yang bener aja Ma, masa Vanna disuruh pake baju crop gini keluar rumah?"


"Ngapain kamu bawa kalau gitu?!"


"Vanna bawa untuk dipake dirumah aja, bukan keluar rumah!"


"Udah gak usah banyak protes! Cepet ganti pakaian kamu itu!" Perintah Mama Lastri lalu keluar dari ruang ganti.


Ivanna menghela nafasnya kasar. Lagi dan lagi ia hanya bisa pasrah dengan perintah Mama-nya karena sangking takutnya dengan sang Mama.


Ivanna pun mengganti pakaiannya dengan pakaian pilihan Mama-nya.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Ivanna pun keluar dari dalam ruang ganti dan hendak mengambil cardigan panjang yang masih teronggok di sofa.


"Gak usah pake itu! Kalau kamu pake itu, gak kelihatan tubuh seksi kamu." Ucap Mama Lastri.


Mama Lastri pun melihat penampilan Ivanna dari ujung kaki sampai ujung rambut.


"Oke, perfect!" Ucap Mama Lastri.


Mama Lastri pun menarik Ivanna keluar dari dalam kamar untuk menemui Dio.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2