Restu

Restu
BAB 37


__ADS_3

BAB 37.


Deretan mobil mewah mendatangi tempat parkir Food & Fresh, mereka adalah jajaran elit pemegang mayoritas saham Food & Fresh, setelah turun dari mobil beberapa pria dan wanita para pemegang saham berjalan dengan langkah cepat menuju gedung 15 lantai tersebut. 


Tergopoh gopoh resepsionis menyambut kedatangan rombongan tersebut, karena serombongan orang orang ini datang tanpa pemberitahuan, membuat para gadis yang tengah berada di garda terdepan ini kebingungan.


Dua orang berbasa basi, sementara satu orang yang lain menghubungi general manager dan sekretaris CEO.


Cokro yang mendengar kedatangan para pemegang saham ini, sontak berdiri dari kursi kebesarannya, lagi lagi ia berdebar, karena masalah pabrik yang hingga kini belum menemukan solusinya, sementara para petani sudah menuntut pembayaran dan pihak berikutnya yang menuntut pembagian keuntungan adalah para pemegang saham.


Mau tak mau Cokro berdiri, dan menemui para pemegang saham, walau ia tak tahu apa yang nanti hendak ia katakan pada para pemegang saham.


manajer keuangan pun datang membawakan data laporan keuangan yang diminta Cokro, senada dengan Cokro, sang manajer keuangan pun tampak gugup dengan keringat membanjiri wajahnya dan punggungnya.


“Kenapa wajahmu tegang begitu?” tanya Cokro.


sang manajer pun gelagapan, khawatir jika perbuatannya akan diketahui Cokro, selama ini ia sudah bermain aman, dan ada banyak pihak yang ikut terlibat dalam rangkaian kegiatan nya menyelewengkan keuangan Food & Fresh. “Eh … tidak pak, saya hanya tegang saja pak, selama ini kita belum pernah mendapatkan kunjungan mendadak dari para pemegang saham.”


Cokro hanya melengos mendengar pengakuan bawahannya tersebut, kemudian ia dan sang manajer menuju ruang pertemuan.

__ADS_1


Tanpa sepengetahuan Cokro, sang manajer keuangan mengirimkan pesan singkat pada para sekutunya.


“WARNING, MODE BAHAYA, SIAPKAN CATATAN LENGKAP MANIPULASI DATA YANG KITA BUTUHKAN, AGAR KITA TETAP AMAN.”


Begitulah kira kira yang kini sedang terjadi di dalam tubuh Food & Fresh, perusahaan yang dibangun dengan cara tidak jujur, maka Cokro pun menerima hukuman tuhan, dengan mendapatkan penghianatan dari para bawahannya tanpa ia menyadarinya.


***


Tak seperti hari hari biasanya, pagi ini di apartemen Bima terdengar riuh ramai karena beberapa kerabatnya khusus datang untuk acara lamaran yang akan diadakan siang hingga sore nanti, walau hanya eyang kakung dan eyang putri, Kreshna, Sinta dan Yudha, tapi Bima sangat bahagia.


Sebenarnya Bima juga sudah membuka 3 kamar di Twenty Five Hotel, namun semuanya sepakat menolak, karena ingin melihat secara langsung tempat tinggal Bima, Syukurlah apartemen Bima bukanlah apartemen kecil, tapi apartemen dengan ukuran cukup besar, jadi kehadiran beberapa kerabatnya tak membuat apartemen tersebut terasa sempit, justru semakin ramai, karena biasanya sunyi, bahkan terkesan seperti rumah kosong karena Bima jaran berada di apartemen.


Eyang kakung yang sudah banyak berubah, kini nampak sering tersenyum, merasa bahwa dirinya sangat sehat dan bersemangat, tak lagi mempermasalahkan status, asalkan dia gadis baik, tentu ia akan menerima sang calon cucu menantunya dengan senang hati, setelah istirahat selama 2 hari, akhirnya hari lamaran pun tiba.


Bima merasa kebahagiaannya semakin berlipat, karena bos besar Twenty Five Hotel yang akan menjadi juru bicara perwakilan keluarga nya, si mantan duda kesayangan othor Alexander Geraldy beserta sang istri Stella Marisa William, Alexander sendiri sebenarnya merasa miris, dirinya dan sang istri memiliki 3 anak, 2 diantaranya sudah menikah, tapi ia sendiri belum pernah merasakan acara melamar sang gadis untuk kedua putranya, ini semua gara gara othor bulan yang jarinya semakin jahil, menghadiahkan pernikahan dadakan untuk kedua putra kesayangannya, padahal dahulu ia juga menjadi wakil keluarga Dimas saat melamar Hana.


#maaf ya bos Alex othor memang suka julid sama hidupmu. 🤪🤭


Dan untuk acara yang sifatnya mendadak, persiapan Bima bisa dikatakan 90% sempurna, mengingat banyaknya sponsor untuk caranya tersebut, hanya dari Gadisya saja sudah mendapatkan 25%, belum lagi dari Andre yang mencapai lebih dari 40%, tentunya dari Bos besar adalah pesawat pribadi, sisanya Bima sendiri yang memesan perhiasan Khusus dari Jewelry Star untuk acara lamarannya.

__ADS_1


Eyang kakung mendekati Bima yang tengah diam menatap langit melalui dinding kaca Apartemennya, ia teringat kedua orangtuanya, mungkin jika ada mereka, saat ini ia pasti merasa sangat bahagia. 


Sentuhan lembut di pundaknya, membuyarkan lamunan Bima.


“Eh eyang … ada apa?” 


“Kenapa melamun? grogi?”


Bima tersenyum, “sedikit eyang,” jawab nya sambil mengangkat ibu jari dan jari telunjuknya yang sedikit berjarak.


Eyang Baskoro tersenyum bijak, melihat wajah bahagia sekaligus grogi dari cucu nya, “jika tersenyum begini, kamu mirip sekali dengan Ayahmu,” kedua mata eyang kakung berkaca kaca.


“Bima juga sedang ingat ayah,”


“Maafkan Eyang yah?”


“Sudah puluhan bahkan ratusan kali eyang bilang maaf, melihat eyang mau tersenyum dan memeluk Bima saja, sudah membuat Bima bahagia, jangan lagi meminta maaf, lembaran masa lalu itu, sudah kita tutup, pelajaran agar tak ada lagi kesalahan di masa depan, begitu kan kata eyang?” 


Eyang baskoro mengangguk, setetes air mata kebanggan meluncur begitu saja, bangga sekali rasanya, karena cucunya adalah lelaki yang memiliki pribadi yang luar biasa.

__ADS_1


__ADS_2