Restu

Restu
BAB 15. TERKILIR


__ADS_3

Vina seharian hanya diam di tempat tidurnya tanpa melakukan aktivitas apapun karena kakinya yang masih sakit dan kebetulan natan juga membebaskan tugasnya jadi dia hanya santai di tempat tidurnya.


Saat siang dia malas makan akhirnya memilih tidur. Sampai terkejut ketika mendengar bel rumah berbunyi.


"siapa ya?" batinnya lalu menuju ke depan melihat siapa yang datang.


Ternyata seorang kurir membawa sekotak makanan di tanganya terlihat kalau itu dari sebuah restoran ternama.


Ceklek


vina membukakan pintu.


"iya pak ada yang bisa saya bantu?" tanyanya


"mbak vina?" jawab kurir tersebut


"betul"


"ini mbak ada yang pesan makanan untuk mbak vina, silakan di terima" sambil menyerahkan kotak tersebut


"dari siapa ya pak?" tanya vina penasaran


"saya kurang tau mbak hanya di suruh kirim untuk mbak vina" jawabnya jujur


"yasudah terimakasih pak"


"sama sama mbak" lalu kurir tersebut berjalan mengambil motornya lalu meninggalkan mansion tersebut.


Vina yang penasaran segera membawanya ke dapur lalu membukanya. Ternyata seporsi bubur ayam.


"bubur?" vina bingung melihatnya


saat hendak membuka bungkus kedua dia menenukan sebuah kertas di sana.


"apaan nih" omong pada dirinya sendiri lalu membukanya untuk di baca


"untuk vina, dimakan buburnya, dihabisin, jangan sampai bersisa, natan."


"Wa gila tu orang masa nulis surat pakek capslok semua, ga ada baik baiknya" vina mendengus setelah membaca surat tersebut.


Vina memandangi bubur tersebut cukup lama, sebelum akhirnya memakanya.

__ADS_1


"sayang udah di beliin yaudah makan ajalah" ucapnya lalu makan semua.


Setelah kenyang vina melanjutkan istirahatnya.


Hingga sore vina baru bangun dari tidurnya, memilih untuk bersih bersih diri sambil menunggu natan pulang.


Tak lama menunggu natan pulang dengan putra, vina sengaja tidak masak makan malam biar saja nanti natan yang masak, mencoba ke isenganya.


Ceklek


Vina membukakan pintu untuk natan,.


"udah pulang mas" sapanya ramah ramah ada maunya


"sudah" jawab natan singkat lalu masuk ke dalam meninggalkan vina di depan pintu


"lah kenapa tu orang?" pikir vina bingung


"hoi nglamun aja" kaget putra ke vina


"eh mas putra, masuk mas" ajak putra nek vina


"yasudah mas hati hati ya" ucapnya


Putra hanya tersenyum mengangguki vina lalu berjalan ke mobil untuk pulang, dia tidak tau tentang kaki vina karena natan tidak cerita dan vina yang memakai celana panjang menutupi perbanya sehingga tidak terlihat.


Vina memasuki mansion tersebut lalu berjalan ke belakang, sebelum dia di kejutkan dengan natan yang menghentikannya.


"eh.." kaget vina


"jangan banyak gerak napa si udah di bilangin juga" omel natan ke vina


Sedangkan vina yang bingung hanya memandangi natan cukup lama.


Melihat vina hanya diam melihat dia natan yang sudah kesal segera menarik vina ke gendongannya.


"eh lolo mas mas.." vina teriak terkejut dengan tindakan natan


"diam" satu kata yang keluar dari mulut natan langsung membuat vina diam patuh.


Ternyata natan membawa vina ke ruang keluarga, tanpa vina sadari natan sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian rumahan.

__ADS_1


"duduk diam dulu di sini" perintah natan lalu berlari meninggalkannya


"mas natan ga kesurupan ya, tadi cuek sekarang baik, nanti cuek lagi" pikiran vina berputar tajam memikirkan tindakan natan


Tanpa vina sadari natan sudah tiba dengan membawa kotak obat dan membuka perban vina.


"loh.. mas eh saya bisa sendiri mas" tolak vina tidak enak ke natan


"diam vin" ucap natan lelah


"tapi mas.."


"udah deh diam"


Akhirnya vina hanya pasrah, melihat natan mengobati kakinya.


"udah baik ini jangan dipakai jalan sering sering ya" ucapnya sambil tersenyum


"iya mas makasih" vina jawab kikuk


Natan lalu duduk di samping vina memperhatikan muka capenya.


"kenapa mas?" tanya vina saat melihat natan seperti itu


"capek vin" jawabnya sambil menutup matanya menyandar ke kursi


"sini deh mas aku pinitin kepalanya" tawar vina kasian melihat natan


Natan segera memposisikan kepalanya dekat vina menikmati pijatan vina yang enak. Tanpa sadar sampai ketiduran.


"mas.. Mas natan" vina tidak sadar kalau natan sudah tertidur dan hendak ke dapur membuat makanan, tidak tega untuk mengerjai natan dengan rencananya.


"Mas" panggil vina lagi tapi tidak ada sahutan


"lah tidur to" omong vina saat melihat mata natan sudah terpejam rapat


"duh gimana ini saya mana kuat bawanya ke kamar" vina berfikir melihat keadaan natan


"udahlah ambilin selimut aja biarin istirahat di sini" putusnya akhirnya.


Setelah menyelimuti natan dia berjalan ke kamarnya untuk istirahat juga.

__ADS_1


__ADS_2