Restu

Restu
Bab 56


__ADS_3

"Kamu minum ini semua sendiri Kriss?!" Tanya Mama Lastri dengan nada meninggi.


Kriss berjalan mendekati botol minuman beralkoholnya yang sisa setengah lalu mengambil botol itu.


"Iya. Kenapa? Mama mau?" Tanya Kriss dengan entengnya lalu menenggak minuman alkohol itu.


PLAAK. PRAANG. Mama Lastri memukul lengan Kriss hingga botol minuman itu terlepas dari tangan Kriss dan terjatuh ke lantai.


"Berhenti seperti ini hanya karena wanita ja•lang itu Kriss!!" Teriak Mama Lastri geram.


"Kriss gak bisa Ma!! Kriss gak bisa!!! Kriss belum bisa nerima kalau Delia ninggalin Kriss!!! Kriss belum bisa terima Ma!!" Balas Kriss tak kalah berteriak.


PLAAK. Mama Lastri mendaratkan telapak tangannya di pipi Kriss.


"Sadar kamu!! Wanita seperti Delia gak pantes ditangisi!! Apa kamu gak malu dengan keadaan mu yang seperti ini!! Kalau kamu seperti ini, wanita itu dan selingkuhannya malah makin menertawakan mu!! Move on Kriss, move on!!!" Bentak Mama Lastri.


Kriss tak menjawab, meski tamparan yang Mama-nya daratkan sangat keras bahkan sampai cap lima jari terlihat jelas di pipi Kriss, tapi rasa sakit di pipinya tidak sebanding dengan sakit hati yang ia rasakan.

__ADS_1


"Berhenti lah mabuk-mabukkan seperti ini!! Jangan jadi laki-laki cengeng hanya karena perempuan!! Apalagi perempuan ja•lang seperti mantan mu itu!!" Kata Mama Lastri.


Setelah mengatakan itu, Mama Lastri pun keluar dari dalam kamar Kriss. Dan setelah Mamanya keluar dari dalam kamar, Kriss pun berlutut diatas lantai yang di lapisi karpet lalu menangis diatas karpet dengan posisi bersujud.


***


Pukul 12.30.


Jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Kriss pun keluar dari dalam kamarnya dan turun dari lantai bawah. Penampilan Kriss sudah lebih segar dari sebelumnya.


Sesampainya di lantai bawah, Kriss langsung melangkahkan kakinya menuju ruang makan dimana Mama Lastri sudah disana terlebih dahulu. Mama Lastri tidak sendirian, melainkan juga bersama Tante Leni.


"Mmm." Balas Kriss.


Kriss pun menarik kursi meja makan lalu mendaratkan bokongnya disana.


"Tante udah dari tadi dateng?" Tanya Kriss pada Tante Leni.

__ADS_1


"Sudah. Tadi Mama mu nelpon Tante sambil nangis-nangis ngasih tau keadaan mu yang kacau dengan banyak botol minuman alkohol di kamar." Jawab Tante Leni berbohong dengan tujuan untuk membuat Kriss merasa bersalah telah membuat Mama-nya sedih.


"Kamu tuh gak kasihan sama Mama mu Kriss? Dia udah janda, gak punya suami untuk teman bertukar pikiran, untuk menjaga kamu dan Ivanna. Tapi kamu malah mabuk-mabukkan hanya karena perempuan yang sudah mengkhianati kamu. Kasihan dong sama Mama kamu ini Kriss!! Harusnya kamu sebagai anak laki-laki paling besar, kamu yang ganti sosok Papa kamu untuk menjaga Mama dan Adik kamu, jadi teman bertukar pikiran untuk Mama kamu!! Bukan malah kamu yang di jaga, di urus, di khawatirkan dan malah jadi beban pikiran Mama kamu lagi!!" Omel Tante Leni.


Kriss tidak menjawab dan hanya menundukkan kepalanya.


"Sudah lah Len, namanya juga orang lagi patah hati." Kata Mama Lastri membela anaknya. Sungguh pintar akting duo iblis kakak-beradik ini.


"Patah hati sih patah hati, tapi gak sampe segitunya juga kali!!! Rugi airmata mu hanya untuk menangisi barang murahan yang diambil orang!!" Balas Tante Leni.


"Lihat tuh anak SMP sekarang, pacaran udah manggil Mama-Papa, Ayah-Bunda, udah pamer-pamer kemesraan di sosial media, dan mungkin udah melakukan hubungan suami-istri, tapi saat putus mereka gak kayak kamu, depresi!! Masih banyak perempuan yang lebih baik, lebih cantik, lebih mandiri dan yang pastinya gak murahan kayak mantan kamu di luaran sana!!" Kata Tante Leni lagi semakin memanas-manasi Kriss.


Kriss masih diam dan menundukkan kepalanya.


"Sudah.. sudah, kita tidak usah membahas wanita itu lagi. Lebih baik kita makan siang dulu." Ucap Mama Lastri.


Mama Lastri pun mengambil piring yang ada di depan Kriss lalu menyendokkan nasi serta lauk pauk kedalam piring itu lalu memberikannya pada Kriss.

__ADS_1


"Makan dulu. Isi tenaga mu untuk melupakan wanita itu." Ucap Mama Lastri sambil menyodorkan piring yang sudah ia isi nasi dan lauk pauknya ke dalam piring.


Bersambung...


__ADS_2