
Saat jam makan malam vina sudah menyiapkan masakan di meja makan, menunggu natan turun dari kamarnya untuk makan bersama.
"mas natan silakan makan sudah siap" sambut vina ketika melihat natan mendekat. Melupakan kejadian memalukan tadi sore
"iya" jawab natan cuek lalu duduk di kursinya.
"kamu makan yang banyak vin" ucap natan di sela makanya sambil mengambilkan lauk untuk vina
"eh iya mas tapi ya gak sebanyak ini juga" vina meringis melihat piringnya diisi dengan semua lauk yang ada di meja
"lo ga papa biar cepat tumbuh" jawab natab bercanda
"elah umur gua udah tua mas ga bisa tumbuh lagi" batin vina meronta ronta.
"mas natan bisa saja" jawabnya terpaksa tersenyum.
Selelai makan natan tidak kembali ke kamarnya melainkan duduk diam di meja makan melihat vina membereskan piring piring sambil main hp.
"mas natan mau minum?" tanya vina basa basi ketika selesai bersih bersih masih melihat natan di meja makan sambil main hp.
"udah selesai beres beresnya?" tanya natan balik tidak menjawab pertanyaan vina
"udah mas udah selesai"
"ikut saya" ajak natan
"ha ikut ke mana?" batin vina cemas sambil mengikuti natan di belakangnya
"ah ga mungkin mas natan mau ngapa ngapain saya, sudah selama ini di sini dia tidak pernah aneh aneh kok" pikiranya terus bekerja memikirkan keanehan natan.
Ternyata natan mengajaknya ke taman belakang mansion, memang mansion tersebut memiliki taman pribadi be halaman belakangnya karena mamanya dulu suka di situ tapi semenjak keadaan keluarganya berantakan dia jadi jarang ke sana hanya tukang kebun panggilan atau almarhuma mbok ijah dulu yang suka bersihin.
"duduk vin" perintahnya ke vina untuk duduk di sebelahnya di tengah taman bunga melihat bintang yang bersinar terang di malam hari
"i iyaa" jawab vina masih takut dengan pemikirannya
__ADS_1
"Kenapa hm?" tanya natan penasaran karena vina kicep tidak seperti biasanya yang semangat
"eh tidak apa apa mas hehe" vina tersenyum canggung.
"bagus ga vin tempatnya" tanya natan basa basi
"bagus mas bintangnya indah" vina baru sadar melihat pemandangan sekitarnya ternyata indah
"dulu mama saya suka duduk di sini vin" ucap putra lembut
Vina yang terkejut lalu menatap natan pasalnya natan tidak pernah bercerita tentang keluarga nya.
"mama mas natan?" tanyanya memperjelas
"iya, dulu waktu saya masih sd mama masih tinggal sama saya sama papa"
Vina diam mendengarkan ucapan natan
"mama dulu suka dengan bunga makanya di sini sama di vila banyak bunga, dulu saya suka naman buat mama"
"em maaf mas kalau saya boleh tanya mama mas natan sekarang dimana?" tanya vina karena memang tidak tau tentang cerita keluarga natan yang sebenarnya, dia hanya tau bahwa natan tinggal dengan ibunya dulu.
"kalau papa mas natan?"
"papa sudah nikah lagi dan tinggal di luar negeri juga. Saya cuma sendiri di sini"
Vina terkejut mendengar cerita natan bingung mau bereaksi gimana.
"em mas natan kangen ya sama mama papanya mas?"
"iyaa haha"
"kemarin waktu mas natan pulang mabuk itu mas natan sempat panggil mama papa mas" omong vina ragu
"hmm sudah hampir 10 tahun saya tidak melihat keduanya"
__ADS_1
"mas natan yang sabar ya ntar mama mas natan pasti pulang kok" bujuk vina ke natan
"saya dulu berfikir vin enak ya jadi anaknya mbok ijah dia perhatian dan baik banget, beda sama mama yang lebih mentingin dunianya sendiri" ucap natan tersenyum kecut menatap vina
"ibu memang baik si mas hah, tapi sayang umurnya tidak panjang bahkan saya belum bisa membahagiakan dia" jawab vina
"maafkan saya ya vin maaf, saya janji bakal gantiin ibu kamu menjaga kamu untuk seterusnya"
Deg
Vina terkejut mendengar ucapan natan
"maksud mas?"
"iya jagain kamu, kamu biar ga sendiri lagi biar bahagia sama saya sama putra"
Huft
Vina bernafas lega, berfikir yang lebih lebih sebelumnya.
"makasih mas ibu pasti seneng dengernya anak yang dijaganya bertahun tahun pengertian kaya mas" vina tersenyum tulus.
"saya janji deh bakal buat mas seneg terus juga, biar sama mas rindu mama saya juga rindu ibu, biar kita bisa saling menghibur" ucapnya lagi
"haha emang kamu bisa jagain saya?" natan tersenyum menggoda meredakan kesedihannya
vina terbengong sesaat melihat seyuman natan, masih tidak percaya bahwa tuannya yang antisosial dan yang dinginnya melebihi kulkas bisa tersenyum.
"bisa dong mas emang mas doang yang bisa?" vina membalas natan
"paling mas yang ga bisa jagain saya, coba tangkap saya kalau mas bisa" tantang vina ke natan
"eh nantangin ya kamu" natan tidak mau kalah dengan vina
Mereka lalu kejar kejaran berdua ditaman di bawah cahaua bulan dan bintang.
__ADS_1
"nah loh kena" teriak natan saat berhasil menangkap vina
"aaa"