
putra menjelaskan tatacara kerja dan kamar mana yang di tempati serta boleh di masuki oleh vina.
"vin ini kamar natan meskipun kamu satu satunya orang di sini jangan suka masuk situ ya nanti natan marah berabe kamu, oh iya terus kalo natan lagi kerja kamu bebas melakukan apa saja asal jangan meninggalkan mansion tanpa pemberitahuan, serta saat natan pulang malam kamu harus menunggunya kecuali kalo dia bilang jangan di tunggu baru kamu boleh tidak, dan satu lagi natan sangat teliti dengan barang maupun kebersihan jadi jangan memindahkan barang sembarangan dan bersihkan rumah sampai benar benar bersih "
" iya mas putra saya bakal lakuin sesuai arahan kamu"
Lalu putra mengajak ke kamar yang di tempati vina
"ini kamar kamu, kamar mandinya ada di sebelah hati hati saat lantainya licin jangan mengulangi.." melihat ekspresi tidak enak di wajah vina putra berhenti bicara
"hati hati pokoknya"
"iya mas putra"
"yasudah kamu boleh istirahat besok baru mulai kerjanya"
"iyaa terimakasih"
"sama sama" putra menjawab dengan ramah lalu meninggalkan vina menuju ke natan yaang masih di minibar
"hayolo nglamunin apaan si?" kaget putra ke natan
"apaan enggak" elak natan ke putra
"Kopi? " tawar natan ke putra
"boleh" jawabnya
"ya bikin sendiri sono masa gua bikinin" dengus natan
"haha siapa tau lu mau bikinin buat gua" jawab putra enteng sambil tersenyum.
Memang putra dan natan sudah terbiasa bercanda kalau sedang berdua atau di luar jam kerja mereka.
"eh tan tu bocah jangan lu apa apain ya"
Natan mengernyitkan alisnya sambil menatap putra
__ADS_1
"ya gua takut aja, masih polos gitu ntar lu lahap habis dia" jawanya bercanda
"sejak kapan selera gua berubah menjadi kaya dia" jawab natan cuek
"ya siapa tau lu kan ga pandang orang kalu lu mau main sikat aja" jawaban putra tidak mau kalah dengan natan
"iya iyaa"
Lalu mereka tertawa bersama.
Ke esokannya Vina bangun pagi pagi sekali karena mau melakukan pekerjaannya di hari pertama, dia sangat kagum bahwasanya mansion ini sangat besar dan megah, awalnya dia ingin ragu tapi melihat keadaanya dia jadi semangat untuk memperbaiki keadanya sendiri.
Klontang..
"aw ya ampun"
Suara panci terjatuh berdentang keras di dalam ruangan karena suasana yang hening dan keadaan masih pagi.
Duk duk duk
"kamu kenapa vina?"
"eh maaf tuan jadi kebangun saya tidak sengaja menjatuhkan panci ini" jawanya takut
"oh yasudah tidak apa apa hati hati"
"baik tuan"
"panggil natan aja"
"eh iya" jawab vina terkejut
"hm"
Lalu natan meninggalkan vina menuju kamarnya, kebetulan dia baru dari samping habis olahraga ketika mendengar suara dia langsung lari ke arah dapur.
"mas natan baik ya, ganteng lagi duh" omong vina pada dirinya sendiri
__ADS_1
"eh tapi aku ga boleh bilang gitu dia itu memang baik kan jangan mikir macem macem vina sadar sadar" vina menyadarkan dirinya sendiri dari hayalannya. Lalu melanjutkan aktivitasnya
tin tin
Suara klakson mobil di luar mansion vina langsung membukakan pintu tahu bahwa itu pasti putra.
"silakan masuk mas"
"gausah di bukain vin biasanya aku masuk sendiri kok tanda buat natan aja kalu klakson biasanya dia menunggu saya dengan bunyi itu" jawabnya ramah
"eh iyaa"
Lalu mereka masuk ke dalam mansion
"mas natan sarapannya sudah siap" ucap vina ketika melihat natan turun
"tidak usah kamu sarapan sendiri aja saya sarapan di kantor"
"baiklah" jawab vina pasrah padahal dia sudah susah susah menyiapkan untuk tuannya di hari pertamanya
"eh nat sarapan dulu aja lah kasian vina udah di buatin juga"
Bujuk putra ke natan
"kalau kanu mau sarapan silakan saya mau langsung berangkat" jawabnya dingin
"eh.. Ya sudah vina lain kali saya makan masakan kamu ya" dia tersenyum ke arah vina
"iy iyaa ga papa sudah tugas saya jug menyiapkan makanan untuk mas natan"
"hm" jawab natan acuh
"ayo berangkat" ajaknya ke arah putra
"baik"
Vina melihat keduanya sudah berangkat dia hanya tersenyum sedih karena majikannya tidak sebaik putra.
__ADS_1
"andai aja mas natan itu ramah kaya mas putra pasti lebih ganteng lagi" pikirnya
"aduh aku mikir apaan si udah ah ayo kerja lagi semangat" teriaknya pada dirinya sendiri.