
BAB 24
Bima pun tak jauh berbeda, ia mencoba mangingat ingat, kemudian otaknya mulai bekerja, mencoba mengingat, kapan dan dimana ia pernah membaca kata kata Food & Fresh.
Semakin diingat semakin membuat Bima merasakan sesuatu.
“Aaaa …iya,” Seru Andre. “Berkas berkas pribadimu, ada di halaman terakhir, ini adalah nama perusahan yang di rintis oleh ayahmu 20 tahun yang lalu.”
Seketika Bima pun teringat, kedua tangannya terkepal, perasaan yang sudah mulai tenang, dan menemukan titik damai bersama Eyang kakung dan Eyang putri nya, kini kembali bergolak mengingat nama perusahaan hasil kerja keras ayahnya, kini kembali muncul ke permukaan.
“Aku izin pulang dulu, perasaanku mendadak tidak nyaman.” Bima pergi begitu saja. “Aku memerlukan banyak data tentang Food & Fresh, bisakah kamu membantuku?”
Belum sempat Andre manjawab, Bima sudah menghilang dibalik pintu.
“Ckckckck semakin kur*ng *jar saja dia, siapa sebenarnya yang jadi pimpinan disini, aku atau dia?” walau menggerutu, tapi Andre menuruti permintaan Bima, dan segera menghubungi pengawas bahan makanan yang setiap hari bertanggung jawab dengan bahan baku dapur tersebut.
Tak tanggung tanggung, Andre bahkan meminta semua data, sejak awal Food & Fresh memasok bahan baku ke Twenty Five Hotel 20 tahun yang lalu.
Bagaimanapun, jadi bos memang enak, tak sampai 1 jam, data data yang ia minta tiba, jangan ditanya banyaknya, karena memerlukan bantuan 5 orang security untuk membawa 5 troli berukuran besar. karena data data yang lama belum seperti saat ini yang sudah tersimpan rapi di dalam database hotel.
Sherin sendiri terkejut melihat tumpukan berkas berkas lama yang kini ada di ruangan bosnya, setelah tadi ia dibuat kesal oleh Bima karena gagal mencari tahu alasan kepergian Bima, kini lagi lagi ia dibuat terheran heran dengan bosnya, ‘benar benar dua sahabat yang aneh’, pikir Sherin.
“Sherin … bantu aku memeriksa semua ini.”
“Tapi apa yang sedang anda cari bos?”
“Yang jelas ini menyangkut masa depanmu bersama Bima.” jawab Andre asal, sementara kedua tangannya mulai bergerak memeriksa semua tumpukan kertas kertas tua di hadapannya.
Sherin mengerutkan keningnya, semakin tak mengerti dengan perkataan Andre.
“Cari siapa pemilik lama Food & Fresh.” perintah Andre.
Sherin hanya mengangguk patuh. “Untuk apa anda repot mencari cari, siapa pemilik lama Food & Fresh?” tanya Sherin iseng, di tengah aktivitasnya.
“Karena ini menyangkut masa lalu Bima, Food & Fresh adalah perusahaan yang dirintis oleh ayah Bima 20 tahun yang lalu,” jawab Andre singkat.
__ADS_1
Kini Sherin semakin merasa menjadi orang paling bodoh diantara Andre dan Bima, karena sebagai kekasih, ia bahkan tidak mengetahui asal usul serta masa lalu Bima.
Andre membuang nafas pelan, merasa ia telah memberikan jawaban tidak tepat, “jangan berkecil hati, apa lagi bersedih, karena kami pun baru mengetahui dua minggu belakangan ini, kasus ini sudah berlalu 20 tahun yang lalu, dan cukup menghebohkan kala itu, kedua orang tua Bima bunuh diri karena terjerat hutang 10 milyar pada saat itu, dan Bima adalah satu satunya yang berhasil selamat, karena belum menghirup gas beracun dalam jumlah yang banyak, kasus bunuh diri satu keluarga.” Andre mengakhiri penjelasannya.
Sherin membekap mulutnya, air matanya tiba tiba lolos begitu saja, ia tak menyangka, ternyata masa lalu kekasihnya begitu tragis, pantas saja Bima menjadi sosok dingin, dan tertutup, ia pasti berjuang begitu keras hingga bisa berada di posisinya saat ini.
Dengan cepat Sherin menuruti perintah Andre, entah kenapa tiba tiba ia merasakan ketidak ada ketidakadilan dalam kasus yang menimpa kedua orang tua Bima.
Tapi pencarian Sherin terhenti ketika membaca nama pemilik Food & Fresh
Cokro Adiwangsa
deg
deg
deg
“Bukankah ini nama Pakdhe Cokro?” Gumam Sherin.
“Ini Bos, Cokro Adiwangsa, adalah sepupu jauh ibu saya bos,”
“Siapa Cokro Adiwangsa?” tanya Andre.
“Pemilik Food & Fresh saat ini.”
Andre memeriksa berkas yang ia pegang, sejak tadi ia hanya fokus pada bahan baku saja, netranya menatap ke bagian bawah, disana bahkan ada tanda tangan pemilik baru perusahaan Food & Fresh, “maaf aku terlalu fokus pada daftar bahan.”
“Seberapa dekat kamu dengan pria bernama Cokro ini?”
“Tidak terlalu sih bos, dulu pernah sempat ditawari bekerja di perusahaan pak dhe Cokro, tapi saya tolak, selain karena nepotisme, saya agak kurang nyaman juga berdekatan dengan pak dhe cokro, seperti ada sebuah dorongan kuat yang melarang saya untuk menerima tawaran pak dhe Cokro, hingga akhirnya semua ini pun bermula, entah kenapa ibu memiliki keinginan kuat menjodohkan saya dengan Pras, putra pakdhe Cokro.”
“Karena?”
“Karena Pras adalah keturunan bangsawan darah biru,”
__ADS_1
Andre mencerna perkataan Sherin kemudian tertawa keras, “hahahaha … hanya karena itu?”
Sherin mengangguk.
“Jika saat ini ibumu tahu latar belakang keluarga Bima, beliau pasti pingsan seketika.” sindir Andre, yang ternyata juga ikut merasakan emosi, mendengar alasan tidak masuk akal yang dikemukakan oleh ibunya Sherin.
“Memang ada apa dengan keluarga mas Bima bos?” tanya Sherin semakin pensaran.
“Bima tidak menceritakannya padamu?”
Sherin menggeleng.
“Kalau begitu tunggu saja sampai ia bercerita sendiri, pasti ada alasan kenapa ia belum menceritakannya padamu, bersabarlah … mungkin Bima sedang mencari waktu yang tepat,”
Sherin tampak cemberut, tapi Andre tak menghiraukannya, ia berpura pura tak tahu bahwa gadis itu sedang sangat penasaran dengan rahasia dari masa lalu Bima.
“Jadi karena itulah kalian berpura pura menjadi kekasih? dan kebablasan sampai sekarang? bahkan Bima nekat mencari Keberadaan keluarganya? kalian benar benar pasangan melegenda, karena ada kemungkinan akan mengungkapkan kejahatan yang terjadi 20 tahun yang lalu.”
Sherin semakin dibuat terkejut. “benarkah Bos?”
Andre mengangguk,
“Aku berharap demikian, ini semua misteri yang harus kita cari kebenarannya, semoga akan menjadi jalan kebahagiaanmu bersama Bima.” ucap Andre tulus..
Andre dan Sherin kembali fokus pada pikiran masing masing.
Lain halnya dengan Bima yang baru saja tiba di apartemen.
Ia segera menuju meja kerjanya, berkas pemberian Alexander masih berada di sana, dengan tak sabar ia kembali membaca berkas tersebut dengan tak sabar.
Benar saja ternyata Food & Fresh dirintis oleh Arandhana 20 tahun yang lalu.
Sayangnya tidak ada lagi penjelasan rinci mengenai Food & Fresh.
Bima bergegas memberesakan semua berkas yang baru saja selesai ia baca, kemudian memutuskan uantuk kembali ke Twenty Five Hotel.
__ADS_1