Restu

Restu
Bab 49


__ADS_3

Kini Delia, Mama Delia dan Roy sudah berada di rumah Mama Lastri.


Tidak ada Mama Lastri dirumah itu, karena Mama Lastri masih berada di Singapura.


Awalnya penjaga rumah melarang mereka untuk masuk, namun karena Mama Delia memaksa, akhirnya satpam pun menelpon Tante Leni dan memberitahu Tante Leni kalau Delia dan Mama-nya sudah ada di depan pintu gerbang.


Tante Leni pun bersedia datang dan meminta satpam untuk tidak membukakan pintu gerbang sampai dirinya datang.


Setelah hampir satu jam menunggu kedatangan Tante Leni, akhirnya yang ditunggu pun datang.


Dan disini lah mereka sekarang, di ruang tamu rumah Mama Lastri.


"Ada apa ini?" Tanya Tante Leni pura-pura tidak tahu.


"Dimana pemilik rumah ini?" Tanya Mama Delia.


"Kakak saya sedang jalan-jalan keluar negri." Jawab Tante Leni.


"Enak yah dia jalan-jalan keluar negri, disaat anak saya sangat membutuhkan informasi tentang anaknya!!"


"Maksudnya?" Tanya Tante Leni polos.


"Gak usah pura-pura gak tahu!! Saya yakin Anda pasti tahu apa yang saya katakan barusan!" Balas Mama Delia.


"Sekarang beritahu kami dimana Kriss atau nomor yang bisa menghubungi Kriss!" Kata Mama Delia lagi dengan nada tegasnya.

__ADS_1


"Sekalipun Kriss itu keponakan saya, saya gak punya hak memberikan nomor keponakan saya pada orang lain!! Dan lagi pula saya juga tidak tahu nomor baru Kriss. Semenjak Kriss menjalin hubungan dengan keponakan saya, Elena, dia mengganti nomornya dan hanya Kakak saya dan Elena yang tahu nomor Kriss."


"Bohong!! Saya yakin kamu tahu nomornya Kriss dan tahu dimana keberadaan Kriss sekarang! Cepat berikan nomornya Kriss!" Bentak Mama Delia.


Kesal karena Mama Delia sedari tadi berbicara dengan meninggikan suara, Tante Leni pun menggebrak meja.


BRAAAK.


"Saya kan sudah bilang, saya tidak tahu apa-apa!!! Anda itu tidak tahu sopan santun sekali yah, datang kerumah orang lalu berbicara dengan suara yang meninggi!! Apa seperti itu cara orang kampung berbicara, hah!!" Bentak Tante Leni.


"Kalau memang iya kenapa? Begini lah cara kami orang kampung berbicara, karena kami tidak berpendidikan tinggi!! Daripada kalian yang tinggal di kota, mengaku berpendidikan tinggi, berkasta tinggi, tapi tidak tahu mendidik anak untuk bertanggung jawab, malah menyembunyikan anak kalian dari tanggung jawab!!" Balas Mama Delia.


"Oh.. jadi Anda mau menyalahkan kami atas kehamilan anak Anda!! Sebelum Anda menyalahkan kami, tanya dulu pada anak Anda itu apa benar anak yang ada dalam kandungannya itu anak Kriss? Bukan anak hasil open BO?" Balas Tante Leni.


"Apa itu open BO?" Tanya Mama Delia yang tidak tahu istilah orang kota.


Mendengar itu, darah Mama Delia mendidih, tanduk dan taringnya pun keluar, ibu mana yang tidak sakit hati anaknya di hina seperti itu.


Mama Delia pun mendekati Tante Leni, menjambak rambut salah satu personil iblis tua itu dan mencakar-cakarnya.


Tante Leni tidak membalas, karena memang itulah yang sudah dirinya dan Mama Lastri rencanakan. Membuat Mama Delia mengamuk dan melakukan tindak kekerasan fisik padanya, agar bisa Tante Leni melaporkan Mama Delia kepolisi.


Melihat emosi Mama-nya tidak terkontrol Delia pun mendekati sang Mama yang sedang meluapkan emosinya pada Tante Leni.


Sama dengan Delia, Roy pun membantu Delia memisahkan Mama-nya.

__ADS_1


Mendengar ada keributan dari dalam rumah, supir dan penjaga rumah pun masuk ke dalam rumah dan ikut menjauhkan Mama Delia dari Tante Leni.


Tante Leni memegang wajahnya yang terasa perih karena hasil cakaran Mama Delia.


"Aaakh.. darah!!!" Teriak Tante Leni lebay saat melihat darah di tangannya.


"Sarto!! Cepat panggil satpam kompleks, saya akan laporkan perbuatan beringas orang kampung ini!!!" Perintah Tante Leni.


Mendengar itu Delia ketakutan, takut Mama-nya di penjara. Delia pun mendekati Tante Leni dan memohon pada Tante Leni untuk tidak melaporkan sang Mama.


"Tante, saya mohon Tante, jangan melaporkan Mama saya." Mohon Delia.


"Delia, gak usah kamu memohon seperti itu!! Mama gak takut!!!" Teriak Mama Delia kesal.


Delia tidak memperdulikan kata-kata sang Mama dan terus memohon.


Sama kesalnya dengan Mama Delia, Roy pun mendekati Delia dan menarik tangan Delia.


"Percuma kamu memohon kayak gitu Del, iblis ini gak akan mau denger!! Karena memang ini yang diinginkan iblis ini!!" Geram Roy.


Tak lama satpam kompleks pun datang.


Tante Leni pun langsung mengadu pada satpam komplek tentang tindak kekerasan yang di lakukan Mama Delia padanya.


Mendengar laporan Tante Leni dan melihat wajah Tante Leni yang sudah penuh dengan cakaran, dua orang satpam kompleks itu pun langsung membawa Mama Delia ke kantor polisi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2