Restu

Restu
Bab 67


__ADS_3

"Kriss..." lirih Delia dan Roy bersamaan. Kehadiran Kriss yang tak disangka-sangka jelas membuat Delia dan Roy kaget.


"Daddy, itu Om anteng." Ucap Lisha sambil menunjuk Kriss pada Roy.


Kriss pun menatap Lisha, tiba-tiba saja ia merasa sangat kesal saat mendengar Lisha memanggil Roy dengan panggilan Daddy.


"Itu anak hasil perselingkuhan kalian berdua?!" Tanya Kriss dengan tatapan mengintimidasi.


Mata Delia membulat sempurna mendengar pertanyaan Kriss. Padahal baru saja Delia berniat ingin memberitahu Kriss siapa Lisha tapi sekarang niatnya itu ia kubur dalam-dalam setelah mendengar pertanyaan Kriss.


"Jangan sembarangan ngomong kamu yah!! Aku gak pernah selingkuh! Bukannya kamu yang selingkuh sama Elena!!" Bentak Delia.


Mendengar pertengkaran dua orang dewasa, Lisha menjadi ketakutan dan menangis.


"Stop!! Kalian berdua gak malu ribut didepan anak kecil!" Bentak Roy sambil memeluk Lisha dengan erat.


"Ayo Del, kita pergi dari sini! Gak usah ladenin laki-laki seperti dia! Sudah buat kamu sengsara, sekarang malah nuduh kamu yang gak-gak!" Roy menarik tangan Delia.


Tak terima Roy menarik tangan Delia, Kriss pun menarik tangan Delia yang satu-nya.


"Urusan kita belum selesai!" Bentak Kriss.

__ADS_1


"Lepasin tangan aku!! Urusan kita udah lama selesai!" Delia langsung menyentak tangannya agar terlepas dari tangan Kriss.


Delia, Roy dan Lisha pun cepat-cepat pergi dari hadapan Kriss.


"Delia tunggu!!! Loe harus ngejelasan ke gue kenapa loe selingkuh dari gue!!!" Teriak Kriss sambil mengikuti Delia dan Roy dari belakang.


"Apa karena Roy lebih hebat di ranjang makanya loe lebih milih dia dari pada gue!! Apa segitu gak tahannya loe saat gue tinggal makanya loe cari kepuasan sama Roy!!" Teriak Kriss lagi.


Delia menggeram mendengar kata-kata Kriss yang sangat menginjak-injak harga dirinya. Tapi ia masih mencoba menahan emosinya.


Tapi tidak dengan Roy. Mendengar Kriss mengeluarkan kata-kata yang sangat merendahkan Delia, jelas saja Roy tidak terima. Apalagi kata-kata Kriss juga sekaligus memfitnah dirinya.


"Pegang Lisha." Roy memberikan Lisha pada Delia lalu berjalan mendekati Kriss. Dan...


Dengan segenap emosi di jiwa yang memang sudah lama Roy pendam, Roy mendaratkan bogem mentahnya pada Kriss bertubi-tubi.


Kriss pun jatuh seketika mendapat bogem mentah dadakan dari Roy.


"Breng•sek loe!!! Loe yang udah buat hidup Delia berantakan tapi loe malah nuduh dia yang gak-gak!!" Teriak Roy sambil terus memukuli Kriss seperti orang gila.


"Loe gak tahu kan apa yang dilakukan nyokap loe setelah loe pergi pada Delia!! Nyokap loe udah buat hidup Delia berantakan, udah buat Delia seperti pengemis!! Bahkan Delia harus rela hidup seperti buronan agar nyokap dan tante loe gak bisa menemukan Delia!! Apa loe tahu itu semua!!!" Teriak Roy.

__ADS_1


"Daddy..." teriak Lisha sambil menangis. Ini pertama kalinya Lisha melihat laki-laki yang ia kira Ayah-nya itu mengamuk.


Mendengar suara Lisha, barulah Roy berhenti memukul Kriss dan berdiri dari atas tubuh Kriss.


"Loe tau siapa anak kecil itu sebenarnya?!" Roy sudah tidak tahan mengungkap identitas Lisha.


Tahu Roy akan mengungkap identitas Lisha pada Kriss, Delia pun langsung berteriak agar Roy tidak mengungkap identitas Lisha.


"Roy stop!!!" Teriak Delia. Dengan sorot matanya Delia memberi kode pada Roy untuk tidak memberitahukan apa-apa pada Kriss.


"Dia harus tahu Del!!" Bentak Roy.


"Aku mohon Roy!" Lirih Delia memohon dengan wajah yang sangat memelas.


Melihat wajah Delia, Roy pun jadi tidak tega dan mengurungkan niatnya mengungkap identitas Lisha.


Bugh.. Roy menendang kaki Kriss yang masih tergeletak di tanah.


"PR buat loe, cari tahu apa yang udah nyokap sama tante loe perbuat ke Delia!!" Bentak Roy.


Setelah mengatakan itu, Roy pun menghampiri Delia lalu mengambil Lisha dari gendongan Delia. Mereka bertiga pun pergi meninggalkan Kriss yang masih berbaring lemas di tanah.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2