
Sore hari natan pulang awal tidak larut malam seperti sebelumnya. Dia ingin mengajak vina makan malam diluar merayakan perusahaannya sebagai alasan.
"vin ayo sudah siap?" tanya natan dengan sabar menunggu vina di depan pintu kamarnya
"sudah mas" Vina keluar dari kamar dengan menggunakan celana jeansnya dan kaos oblong.
Natan mengernyitkan alisnya melihat ke vina berfikir sebentar lalu mengajak vina berangkat.
"ayo" ajaknya
Vina mengikuti di belakang natan menatap tampilan natan yang super ganteng dengan penampilan informalnya. Dia merasa sedikit minder dengan penampilannya lalu menggelngkan kepalanya menghentikan pemikirannya itu diam diam mengikuti di belakang natan.
Mereka melaju menaiki mobil sport natan menuju tempat tujuan pertama natan sebuah butik ternama di kota tersebut dengan harga 1 gaunnya yang bisa seharga mobil.
"mas natan mau ngapain ke sini? Katanya mau makan" tanya vina bingung
"ikut aja" jawabnya
Vina pasrah mengikuti di belakang natan seperti anak ayam takut kehilangan induknya.
Sampai di dalam natan sedang ngobrol dengan seorang penjaga butik tersebut entah mengobrolkan apa sedangkan vina melihat gaun gaun yang indah di sekelilingnya menatap mereka satu persatu ingin menyobanya.
"mbak vina" panggil seseorang ke dia
Vina yang reflek segera menoleh di orang yang memanggilnya
"eh iya saya"
"mari ikut saya sebentar" perintahnya
__ADS_1
Vina yang bingung segera mengikutinya sedangkan natan sudah duduk diam di kursi di tengah ruangan.
Vina di ajak ke ruang ganti disodorkan dengan beberapa dres ke arahnya oleh penjaga tersebut.
"eh ini maksudnya?" tanyanya bingung
"pak natan meminta mbak vina untuk mencoba beberapa gaun"
Vina yang senang mendengarnya langsung berganti dengan gaun gaun tersebut mencobanya menampilkan tubuh mungilnya berbalut gaun mewah.
"wah mbak vina cantik banget ini pilihan pak natan Sendiri lo" goda penjaga tersebut ke vina
Vina hanya tersenyum ke arahnya lalu berjalan menuju ke natan
"mas natan" panggilnya ke natan yang sedang membaca majalag di kursi tengah ruangan.
Deg deg deg
"cantik" ucapnya tanpa sadar
Vina tersenyum malu ke arahnya.
Natan yang sudah sadar segera memanggil penjaga butik tersebut, menyerahkan kartu kreditnya, penjaga tersebut sudah faham lalu membawa kartu tersebut sebelum kembali sambil membawa bungkusan berisi beberapa gaun dan pakaian vina yang tadi.
"ayo vin" ajak natan ke vina
vina yang bingung lalu hanya segera mengukuti natan di belakangnya, tapi natan berhenti mendadak menyebabkan vina menabrak punggung natan
"sini jalan di samping saya jangan di
__ADS_1
belakang, kamu bukan pengawal saya"
"eh iya mas" jawabnya malu
Mereka segera melaju ke restoran tempat makan malam mereka.
Sampai di parkiran natan berlari keluar membukakan pintu untuk vina, vina yang mengerti maksud natan segera tersenyum menyambut tangan natan, menggengamnya sekan takut kehilangan. Mereka berjalan bersama bak pasangan putri dan pangeran yang cowok cakep dan yang cewek cantik serasi berjalan di antara orang orang duduk di mejanya membuat mereka menoleh melihat kekaguman pasangan tersebut.
Vina yang malu dilihati oleh semua orang segera menunduk tidak berani melihat ke mana mana.
"mas natan romantis banget deh" godanya ke natan masih keran orang yang biasanya dingin dan cuek kaya natan bisa kaya begini.
"kamu suka kan?" goda balik natan
Mereka tertawa bersama menikmati makan malam romantis mereka sedangkan disisi ruangan ada seorang yang sedang mengepalkan erat jari jarinya menahan emosinya melihat orang yang selama ini dia inginkan bersama wanita lain dan parahnya lagi wanita itu lebih cantik darinya membuatnya emosi sampai ke ubun ubunnya.
"liat aja lu gua bakal hancurin lu udah berani merebut cowok impian gua" gumamnya sambil *** tanganya lalu berjalan meninggalkan restoran tersebut.
Sedangkan natan dan vina yang tidak mengetahui apa apa makan dengan tenang dan nyaman mengabaikan semua orang yang ada di sana sekan mereka semua hilang entah dimana menyisakan mereka berdua, bercanda tawa bersama menikmati malam romantis yang panjang bersama.
"mas natan makasih makanannya enak" ucap vina ke natan polos
"mau bungkus?" natan menawari
"eh ga usah" vina menolak
"loh kenapa?"
"malu hehe" vina tertawa meringis ke natan membuatnya ijut tertawa juga.
__ADS_1
Mereka menikmati semua itu hingga larut dan akhirnya pulang ke mansion.