
Kriss pun menghubungi kenalan sang Adik, lalu membuat janji temu dengan kenalan sang Adik itu.
Setelah menentukan tempat pertemuan, Kriss pun mengakhiri panggilan teleponnya lalu bersiap untuk pergi.
Lima belas menit kemudian.
Kriss keluar dari kamarnya dan turun tergesa-gesa.
Tante Leni yang melihat itu pun menyenggol lengan Mama Lastri.
Mama Lastri yang sedang asyik membuka aplikasi belanja online pun menoleh dan melihat Kriss.
"Mau kemana kamu?" Tanya Mama Lastri.
"Mau nyari Delia, Ma." Jawab Kriss.
"Ya udah hati-hati. Tapi kalau gak ketemu jangan mabuk-mabukkan!!" Balas Mama Lastri memberi peringatan pada Kriss.
Kriss menganggukkan kepalanya lalu keluar dari dalam rumah tanpa mencium punggung tangan Mama dan Tante-nya.
Setelah memastikan Kriss keluar dari dalam rumah, Tante Leni mengambil ponselnya lalu menghubungi nomor orang yang sudah ia bayar untuk membuntuti Kriss kemana pun Kriss pergi.
"Halo, standby, target sudah keluar rumah." Ucap Tante Leni pada orang suruhannya.
"Baik Nyonya." Balas orang itu.
Panggilan pun berakhir.
"Bagaimana?" Tanya Mama Lastri setelah Tante Leni mengakhiri panggilannya dengan orang suruhannya.
"Beres." Balas Tante Leni.
Mama Lastri bernafas lega.
"Daripada Kakak tegang begitu, mending kita nyalon terus shoping sambil nunggu kabar dari orang suruhan ku, gimana?"
__ADS_1
"Boleh deh." Jawab Mama Lastri.
"Aku siap-siap dulu." Kata Mama Lastri lagi sambil mengangkat bokongnya dari sofa lalu berjalan menuju kamarnya.
💋💋💋
Kini Kriss sudah berada di sebuah lapangan bola tempat yang sudah di sepakati dengan Adnan, kenalan Ivanna yang akan membantunya mencari Delia. Kebetulan Adnan sedang bermain bola dengan teman-temannya.
Adnan yang baru selesai bermain bola, melihat Kriss yang sedang duduk di tempat penonton. Dirinya memang tidak mengenal Kriss tapi karena melihat wajah Kriss sangat mirip dengan Ivanna, Adnan pun yakin kalau laki-laki yang sedang duduk sendirian itu adalah Kakak Ivanna.
Adnan pun berjalan mendekati Kriss.
"Kriss yah." Tanya Adnan.
"Adnan?" Kriss balik bertanya.
Adnan menganggukkan kepala.
Kriss pun menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Adnan.
"Saya juga." Balas Adnan sambil membalas uluran tangan Kriss.
"Sudah daritadi?" Tanya Adnan.
"Baru sepuluh menit lah." Jawab Kriss.
"Ya udah kita langsung bahas yang tadi di telepon." Ucap Adnan.
Kriss pun menganggukkan kepalanya.
Adnan pun duduk di sebelah Kriss.
"Ini uang bayaran mu. Maaf cuma bisa bayar 10 juta." Ucap Kriss sambil memberikan amplop cokelat yang berisi uang sepuluh juta pada Adnan. Sengaja Adnan meminta uang tunai, karena kalau memakai nomor rekening, agar orang tak bisa melacak keberadaan dirinya melalui riwayat rekening Adnan.
"Santai aja." Balas Adnan sambil mengambil amplop cokelat dari tangan Kriss lalu memasukkannya ke dalam tasnya.
__ADS_1
"Tolong temukan dia dalam waktu paling lambat dua hari ini." Ucap Kriss.
"Aku usahakan." Balas Adnan.
"Ya sudah, aku pergi. Terimakasih sebelumnya." Ucap Kriss lagi sambil berdiri dari tempat duduknya.
Mereka pun berjabat tangan ala pria terlebih dulu sebelum Kriss pergi meninggalkan area lapangan bola itu.
Tak berapa lama setelah Kriss pergi, Adnan pun juga hendak keluar dari area lapangan bola.
Tapi baru saja ia keluar dari bangku penonton, dua orang pria berbadan besar menghampiri Adnan.
"Ada apa yah?" Tanya Adnan.
"Ikut kami, ada yang ingin bertemu dengan Anda." Jawab salah satu pria berbadan besar itu.
"Siapa?"
"Nanti Anda juga tahu. Pokoknya ikut saja dengan kami. Kami tidak akan mengasari Anda kalau Anda bisa bekerja sama dengan kami." Ucap pria itu lagi.
Adnan menghela nafasnya panjang.
"Baik lah." Ucap Adnan.
Mereka pun berjalan beriringan menuju parkiran dimana dua pria itu memarkirkan mobilnya.
"Lalu bagaimana dengan motor ku?" Tanya Adnan setelah mereka sampai di parkiran.
"Mana kuncinya, biar saya yang bawa." Ucap salah satu pria.
"Itu motornya." Tunjuk Adnan sambil memberikan kunci motornya pada pria itu.
Setelah memberikan kunci motornya, Adnan pun masuk ke dalam mobil dan pria yang memegang kunci motor Adnan pun berjalan mendekati motor Adan yang memang tinggal satu-satunya disana.
Mereka pun pergi menuju mall tempat Mama Lastri dan Tante Leni sudah menunggu mereka.
__ADS_1
Bersambung...