Restu

Restu
Bab 66


__ADS_3

Malam harinya.


"Ayo kita ke resto milik teman ku. Aku sudah reservasi tempat untuk kita makan malam disana." Ajak Garry.


Dan mereka pun pergi ke restoran yang sudah Garry reservasi untuk makan malam mereka. Siapa sangka kalau restoran yang mereka akan datangi adalah restoran milik Roy.


Lima belas menit kemudian.


Mereka sudah sampai di restoran itu, dengan menunjukkan bukti reservasi pada resepsionist, mereka pun pergi menuju ruang VIP dengan diantar oleh salah satu pelayan.


"Kalian masuk lah lebih dulu. Aku mau ke toilet dulu." Ucap Kriss saat mereka sudah sampai di depan ruang VIP.


"Oke." Balas Garry.


"Toiletnya sebelah mana yah?" Tanya Kriss pada pelayan yang mengantar mereka.


"Disebelah sana Pak." Jawab pelayan sambil menunjuk arah toilet.


"Terimakasih." Balas Kriss.


Kriss pun berjalan menuju toilet sesuai petunjuk pelayan itu.


Bugh..


Tiba-tiba ada anak kecil yang sedang berlarian menabrak Kriss dari belakang saat dirinya sedang berada di lorong menuju toilet.


Sontak Kriss menoleh ke belakangnya


"Astaga, Non Lisha pelan-pelan. Jadi nabrak Om kan. Ayo minta maaf sama Om-nya." Tegur pelayan yang di mintai tolong oleh Delia untuk menjaga Lisha karena dirinya harus menemani Roy yang sedang menemui klien-nya yang ingin membooking restoran untuk sebuah event.


Mendapat teguran dari pelayan, Lisha pun menundukkan kepalanya, ia menjadi merasa bersalah karena sudah menabrak Kriss.

__ADS_1


Melihat raut wajah bersalah anak perempuan yang ada di hadapannya, Kriss pun menjadi tidak tega. Kriss pun berlutut untuk mensejajarkan dirinya dengan Lisha.


"Gak pa-pa kok Mbak, namanya juga anak-anak." Ucap Kriss.


"Hai anak cantik. Lain kali jangan lari-larian yah." Ucap Kriss pada Lisha sambil mengelus rambut Lisha.


Lisha menganggukkan kepalanya.


"Coba Om mau lihat dulu wajah cantiknya." Bujuk Kriss karena Lisha masih menundukkan kepalanya.


Lisha pun mendongakkan wajahnya.


Deg. Tiba-tiba saja hatinya seperti tersengat listrik melihat wajah Lisha. Ia seperti mengenal wajah anak perempuan yang ada di hadapannya.


"Anak cantik namanya siapa? Om boleh kenalan gak?" Tanya Kriss sambil menjulurkan tangannya.


"Icha Om." Jawab Lisha sambil menyambut tangan Kriss.


Makin berdesir saja hati Kriss saat mendengar suara merdu Lisha ditambah tangan mereka yang saling bersentuhan.


"Icha pipis duyu yah Om." Pamit Lisha dengan polosnya.


Kriss menganggukkan kepalanya.


Lisha dan pelayan pun meneruskan langkahnya menuju toilet wanita. Dan Kriss pun berdiri dari posisi berlutut dan meneruskan langkahnya menuju toliet pria.


"Kenapa hati ku seperti ini saat melihat anak itu?" Gumam Kriss dalam hati sambil menyemburkan air seni-nya di toilet.


"Dan wajah anak kecil itu rasanya sangat tidak asing bagiku. Apa sebelumnya aku pernah bertemu dengannya? Tapi dimana?" Gumam Kriss lagi.


Setelah selesai membuang air seni-nya, Kriss pun mencuci tangannya lalu keluar dari dalam toilet.

__ADS_1


Saat dirinya keluar dari toilet, ternyata gadis kecil itu sudah keluar lebih dulu dan beberapa langkah di depan Kriss.


Hati Kriss pun tergerak untuk mengikuti gadis kecil yang sudah mencuri hatinya itu.


Gadis kecil itu berjalan menuju taman yang ada di belakang restoran.


"Undaaaaa..." teriak Lisha saat melihat Delia.


Mata Kriss langsung membelalak saat melihat sosok wanita yang gadis kecil itu panggil.


"Delia." Lirih Kriss.


Kriss pun terpaku di tempatnya berdiri.


"Daddy..." teriak Lisha lagi saat melihat Roy yang berjalan di belakang Delia.


Lagi dan lagi mata Kriss membulat saat melihat sosok laki-laki yang di panggil Daddy oleh gadis kecil itu.


"Roy." Lirih Kriss.


"Jadi gadis kecil itu anak Delia dan Roy?" Monolog Kriss.


Rasa dendam karena dikhianati yang sudah terkubur dalam-dalam di hati Kriss, kini bangkit kembali.


Kriss pun berjalan mendekati Delia dan Roy yang sudah memutar tubuh mereka dan hendak berjalan menuju resort yang tak jauh dari taman itu.


"Sudah lama yah gak ketemu. Kalian apa kabar?" Tanya Kriss dengan nada meremehkan.


Mendengar suara orang yang sangat ia rindukan dan masih bertahta dalam hatinya, sontak Delia pun menoleh kebelakang, begitu juga dengan Roy.


"Kriss...."

__ADS_1


Bersambung...


💋💋💋 Sekali lagi othor minta maaf yah kalau othor up-nya timbul tenggelam. Othor masih sibuk dengan pekerjaan real life othor, selain menjadi satgas, othor juga lagi sibuk penyuluhan untuk masalah stunting, jadi harap dimengerti. Terimakasih. 🙏🙏 💋💋💋


__ADS_2