Restu

Restu
BAB 23


__ADS_3

BAB 23.


“mmamamammmm …”


Andre tersenyum riang sepanjang perjalanannya menuju ruangannya, ia tengah mengisi waktu luang berjalan menuju ruangannya, sambil melakukan panggilan video dengan si kembar yang kini berusia empat bulan, kedua bayi tersebut kini sering berceloteh dengan suara lucu mereka, dan Andre selalu dibuat bahagia karenanya, jika jam kerja sudah bertengger di angka 5, ia segera membereskan barang barangnya, tak ada wajah yang ia rindukan selain wajah istri dan ketiga anak anak nya, tak ada suara yang ia rindukan selain suara istri dan celotehan ketiga anak anak nya, walau baru ‘mmmmmamamama’ saja, itu seperti melodi indah bagi Andre.


#Setelah mendapat gelar suami bucin, sekarang gelarnya naik menjadi daddy bucin.


Tapi senyum riangnya memudar manakala melihat meja sekretarisnya kosong, padahal sudah jam 8, tidak biasanya Sherin izin tanpa  memberikan kabar padanya.


Andre berjalan mendekati meja Sherin, ada banyak berkas dan dokumen diatas meja, Andre membukanya satu persatu sambil duduk diatas meja sekretarisnya tersebut, bibirnya tersenyum ketika melihat tanda tangan seseorang sudah bertengger di berkas berkas tersebut.


Jadi andre memutuskan menunggu, masih dalam posisi duduk diatas meja. tanpa diberitahu, kini ia tahu dimanakah gerangan sekretarisnya berada.


Tanpa sengaja Andre memeriksa beberapa supplier bahan baku untuk dapur dan restoran hotel, tatapannya tertuju pada satu supplier yang memang sudah sejak zaman daddy Alex memimpin Twenty Five Hotel, cukup lama memang, dan supplier tersebut memang selalu menjaga kualitas bahan yang ia kirimkan.


Food & Fresh adalah nama perusahaan tersebut, perusahaan itu memberdayakan pertanian dan peternakan hampir di seluruh tanah jawa, wajar saja karena konsumen utama mereka adalah Twenty Five Hotel, yang memiliki cabang di seluruh penjuru tanah air, tapi Andre kembali mengingat ingat, pernah membaca  kata kata ‘Food & Fresh’ di suatu tempat, tapi dimana? ia merasa seperti melewatkan sesuatu yang sangat krusial, yang seharusnya tak boleh ia lupakan begitu saja.


Andre terus mengingat, semakin susah ia mengingat semakin ia dibuat penasaran.


Tiba tiba pintu ruangan Bima terbuka, Sherin dan Bima keluar dari sana dengan penampian tak biasa, wajahnya keduanya memerah, bahkan melihat keberadaan atasan mereka, membuat Sherin semakin salah tingkah, lain halnya dengan Bima yang sudah biasa dengan ulah iseng dan bengek nya Andre.


“Eh bos, sudah datang, sejak kapan duduk di meja saya?” tanya Sherin kikuk.


Andre tersenyum jahil, “kira kira 20 menit yang lalu, lumayan lama, kalian ngapain aja di dalam?” Andre sengaja memancing kedua asistennya tersebut.


Wajah Sherin tiba tiba pucat, ingin tenggelam ke dasar bumi saja rasanya.

__ADS_1


“Bukan urusanmu.” Bima yang menjawab pertanyaan atasan sekaligus sahabatnya tersebut. 


“Hahahaha … kok jadi kamu yang jawab sih, aku tanya Sherin loh.” Andre tertawa keras, “dan Sherin juga salah tingkah,” selidik Andre, “tau gak sih … kalau aku cemburu, ayo bilang kalian ngapain aja didalam?” imbuh Andre yang sudah sejak lama dekat dengan Bima, hingga tak jarang mereka diberi julukan pasangan ACDC.


Bima tak ingin lagi meladeni gurauan sahabatnya yang semakin meresahkan, ia memilih mendahului Andre memasuki ruangan Direktur Utama, dan tanpa diminta pun Andre mengikuti Bima.


Sherin kembali menetralkan nafasnya, manakala pintu ruangan Andre tertutup, jantung nya masih berpacu kencang mengingat apa yang baru saja terjadi di ruangan Bima, ini hal tergila sepanjang ia mulai mengenal lawan jenis, Syukurlah ia bisa menghentikan semuanya, ia dan Bima sama sama sudah dewasa, dan bukan tidak mungkin jika hal hal yang tidak semestinya mereka lakukan akan terjadi.


Setelah merapikan penampilan dan make up nya, Sherin kembali berusaha fokus untuk kembali bekerja.


***


Sementara itu di ruangan Direktur Utama.


“Heh … apa yang kamu lakukan dengan Sherin?” jika diluar rungan, Andre terdengar bergurau, lain halnya ketika kini ia berada di ruangan tertutup hanya berdua dengan Bima, sorot mata dan tutur katanya jelas sangat berbeda.


“Jika menyangkut sekretarisku, semuanya akan jadi urusanku.” Andre kembali menyalak.


“Tidak terjadi apa apa, percayalah … lagipula kenapa aku harus menjelaskan nya padamu, apa saja yang kami lakukan? bukankah dulu ketika kamu berkencan dengan mantan kekasihmu, aku tak pernah bertanya tanya apa saja yang kamu perbuat dengannya.”


“Tapi ini berbeda,”


“Apanya yang berbeda?”


“Karena kamu sahabatku, dan Sherin sekretarisku, tentu saja aku mengkhawatirkan kalian.”


Bima tertawa geli, “Iya aku tahu batasan, aku pun harus tetap menjaga calon istriku, sampai akhirnya kami mendapatkan restu.”

__ADS_1


“Wah hahaha … Bima kecilku sudah jadi pria dewasa sekarang.” Andre menepuk nepuk pundak Bima.


“Aku memang sudah dewasa sejak dahulu.”


“Tapi baru sekarang mengenal cinta,” ejek Andre, “sekarang sudah tahu bagaimana rasanya, membuatmu berdebar bukan?”


Bima terdiam, dalam hati ia membenarkan perkataan Andre, namun tak berani mengucapkannya.


“Ingin dekat terus kan?”


lagi lagi Bima meng iyakan dalam hati saja.


“Kalau belum dengar suaranya, jadi gelisah kan?”


Suka atau tidak, semua yang Anda katakan benar adanya, dan Bima tak bisa mengelak, ia hanya tertunduk dengan wajah memerah menahan malu.


“Aku pernah merasakannya,” Andre menepuk, pundak Andre.


“Sudahlah, berhenti membahas masalah pribadiku, kamu adalah orang yang paling  mengenalku, jadi yakinlah aku tak akan melakukan sesuatu dialuar batas.”


Andre mengangguk, kemudian ia duduk di kursi kebesarannya.


“Lihat ini, aku merasa tidak asing dengan ini.” Andre menunjuk kata kata yang sejak tadi mengganggu pikirannya, kata kata ‘Food & Fresh’.


Bima pun tak jauh berbeda, ia mencoba mangingat ingat, kemudian otaknya mulai bekerja, mencoba mengingat, kapan dan dimana ia pernah membaca kata kata Food & Fresh.


Semakin diingat semakin membuat Bima merasakan sesuatu.

__ADS_1


“Aaaa …iya,” Seru Andre. “Berkas berkas pribadimu, ada di halaman terakhir, ini adalah nama perusahan yang di rintis oleh ayahmu 20 tahun yang lalu.”


__ADS_2