
Disisi lain natan dan putra berangkat ke kantor dengan mobil.
"nat jangan cuek cuek lah dia itu anaknya mbok ijah loh kasian" bujuk putra ke natan agar lebih ramah
"hm"
"ayolah nat kasian dia belum faham sikap kamu ntar kalu di gak betah trus pulang gimana?" bujuknya tak mau menyerah
"kalo dia pulang tinggal cari ganti beres"
"ah serahlah tan" akhirnya putra menyerah dengan sikap natan yang kelewat cuek itu.
Saat jam menunjukan pukul 7 natan baru pulang diantar putra dari kantor.
Tin tin
"mas natan baru pulang" sapa vina ke natan saat membukakan pintu untuknya
"hmm"
"eh iya mas saya tadi masak mau saya siapin?"
"gak usah saya sudah makan tadi"
"iya mas"
Merasa tak enak akhirnya dia melunak ke asisten rumah tangganya tersebut
"kamu saja makan yang banyak, kalau persediaan habis segera lapor"
"baik mas terimakasih perhatiannya"
Natan bingung dengan jawaban vina pasalnya dia hanya bicara seadanya tapi jawaban dia sebegitu senangnya
"iya. Ingat panggil natan aja"
"iya mas natan"
natan sudah tak mau pusing dengan viba akhirnya melangkah masuk ke dalam kamarnya
__ADS_1
"tu orang kalo ramah mungkin bakal jadi orang ganteng nomor 1 sedunia deh sayang cueknya ga ketulungan" protesnya ke dirinya sendiri
"ah yasudahlah laper mau makan aja terus tidur"
Sedangkan natan yang menuju kamarnya langsung tidur juga tidak ada keinginan untuk keluar karena lagi capek.
Hari hari natan dan vina sebagai tuan dan asisten rumah tangga berlangsung damai seperti biasanya hingga vina menyadari kalau natan suka pergi keluar saat malam dan baru pulang saat pagi.
Awalnya vina membiarkan saja karena bukan urusannya tapi lama kelamaan dia juga mulai penasaran apa yang dilakukan natan hingga pagi hari.
Hari minggu pagi, natan kemarin malam tidak keluar seperti biasanya jadi pagi harinya dia sudah bangun dan olahraga di kamar samping.
Melihat natan yang lagi olahraga vina membuat inisiatif untuk membuatkan minum untuk natan karena hubungan dia dan natan yang memang seperti orang tidak kenal.
"mas natan saya buatkan jus ini, nanti di minum ya" omongnya ke natan saat melihat natan masih asik dengan alat olahraganya.
"taruh aja situ"
"baik"
Lalu vina meninggalkan ruang tersebut menuju dapur ingin membuat sarapan.
"em aku mau masak yang banyak deh siapa tau mas natan mau nyoba masakan aku hehe" ucapnya pada dirinya sendiri
"minggu gini mas putra mau ngapain ya kesini" fikirnya
"ah yaudah bukain dulu deh kasian"
Ceklek
"pagi mas putra" sapanya ramah
"pagi vin, habis masak ya kamu?"jawabnya
"eh kok tau?"
"kecium baunya sampai luar" jawabnya tersenyum
Vina mendadak salah tingkah di hadapan putra
__ADS_1
"mas putra mau nyoba? Saya buat banyak" tawarnya pada putra
"boleh"
jawaban putra membuat vina sangat senang dan segera mengajak dia ke arah dapur
Saat putra sudah siap di meja makan vina buru buru ke dapur untuk menyiapkan masakannya
"vin sini aku bantuin nunggu kamu di meja lama haha"
"eh maaf mas baru selesai soalnya"
"gapapa yuk aku bawa yang ini kamu bawa yang itu ya"
"iyaa"
Mereka menyusun makanan di meja makan saat hendak makan mereka dikejutkan deheman di belakangnya.
"ehem"
"eh mas natan sudah selesai olahraganya? Sini mas ayo sarapan bareng" ajak vina ke natan juga berharap tuannya mau makan masakannya karena selama ini dia tidak pernah makan.
"sejak kapan rumah gua jadi warteg lu?" tanyanya ke putra sedangkan menghiraukan ucapan vina
"ehehe santai bro ayolah masih pagi belum sarapan gua" jawab putra meringis
"silakan duduk mas natan" vina masih berusaha membujuk natan
"ga.."
"gak ada penolakan tan ayo duduk" putra yang mengetahui bahwa natan hendak menolak segera menarik natan duduk.
Diam natan hanya diam
"ayo mas silakan di makan semuanya, saya mau ke belakangan"
"eh ga ada duduk juga" ajak putra ke vina
"ta tapi.."
__ADS_1
"duduk aja" akhirnya natan bersuara
Vina yang terkejut akhirnya memilih diam ikut mulai memakan masakannya