
di mansion vina masih menunggu natan pulang karena tidak ada pemberitahuan bahwa natan pulang malam.
Tin tin tin
Suara klakson mobil terdengar karena setengah mengantuk vina terkejut mendengarnya dan langsung berlari keluar
"vin bantuin bawa natan ke dalam" perintah putra ke vina
"iya mas" vina yang melihat keadaan natan langsung membantu putra membawanya ke kamarnya.
"huhh" putra menghela nafas
vina bingung kenapa natan pulang dengan keadaan mabuk seperti itu tapi memilih diam tidak bertanya lebih lanjut karena takut.
"vin kamu tolong urusin dia ya saya masih ada urusan"
"iya mas putra"
Putra terpaksa meninggalkan natan dengan mabuk karena masih harus mengurusi hal hal penting.
"mas mas natan" vina mencoba menyadarkan natan tapi sayang dia sudah tidak sadar efek alkohol yang berlebih.
"yaudahlah aku bukain aja jasnya kasian" batin vina
Dia mulai membuka jas dan sepatu natan saat natan tiba tiba merancau
"ma mama papa.."
Terkejut mendengarnya vina memandangi natan merasa kasian dengan keadaan tuannya.
"tenang mas tenang" vina mengusap tangan natan lembut
Lalu natan sudah tidak sadar lagi.
__ADS_1
Pagi hari natan bangun melihat bahwa dia sudah di mansion dia ingat bahwa putra yang membawanya pulang dan memasukan ke kamarnya tapi dia bingung pasalnya putra tidak pernah membukakan jas dan sepatunya dia mengira ngira bahwa itu vina tapi dia masih ragu.
Ketika masak di dapur vina terkejut melihat natan di sampingnya dengan membawa segelas air.
"eh mas natan sudah bangun?"
"hm" jawab natan
"ini mas saya sudah siapin untuk mengurangi mual mas natan nanti"
Natan hanya memandangi itu cukup lama sebelum akhirnya mengambilnya
"makasih" dia hanya diam memandangi itu belum ada niat meninumnya.
"mas natan kenapa ga di minum? Enak kok itu" rayu vina ketika melihat natan hanya diam
"gak bukan itu hanya saya tidak pernah minum apapun setelah mabuk heran saja"
"iya"
Natan lalu meninumnya.
"vin"
"iya mas kenapa?"
Natan menatap vina lama sebelum memalingkan muka tidak jadi bertanya
"hmm kenapa dengannya biasanya gak pernah manggil" pikir vina apa yang salah
Natan lalu meninggalkan dapur untuk siap siap ke kantor.
Putra datang seperti biasanya dan sarapan di sana. Setelah selesai dia berangkat ke kantornya.
__ADS_1
"pagi pak natan" sapa para pegawainya di sepanjang jalan di kantor.
Natan hanya diam tidak menyahuti mereka, langsung masuk ke ruang kerjanya
"putra gimana berkas yang saya minta sudah kamu siapin?"
"sudah pak sudah semua"
"baik hari ini mari kita mulai mengambil apa yang sebelumnya di perusahaan kita"
"baik pak"
Saat mereka berbicara namina datang dengan secangkir kopi di tangannya
"permisi pak natan"
"masuk"
"saya membuatkan kopi untuk bapak"
"iya bawa ke sini"
"put siapin itu semua dalam 15 menit lalu kita berangkat"
"iya pak" lalu putra meninggalkan ruangan natan menyisakan namina dan natan.
"pak natan hari ini sibuk ya?" tanya namina kepadanya
"iya banyak kerjaan dengan client"
Tak lama putra datang dengan banyak berkas di tangannya. Lalu segera mengajak natan berangkat.
Namina ikut keluar dar ruangan natan natan juga kembali memulai aktivitasnya awalnya dia ingin menegor namina awalnya tapi karena putra sudah datang dia membatalkan niatanya dan membiarkan saja.
__ADS_1