Restu

Restu
BAB 19. KEDEKATAN


__ADS_3

Vina dan natan sampai di mansion pukul 6 pagi sebelum putra tiba, mereka langsung masuk ke dalam, natan yang siap siap ke kantor dan vina yang siap siap di dapur.


Keduannya menjalankan aktivitas biasanya tidak tertanggu dengan sebelumnya.


Tin tin


Suara mobil putra tiba.


"pagi vina.." sapanya semangat ke vina


"pagi mas putra" sapa vina tersenyum hangat


"eh manis banget itu senyumannya" goda putra ke vina


"apa si mas" vina tersenyum malu


"natan sudah sembuh vin?" tanyanya serius


"mas natan mana ada sakit?" vina keceplosan


"eh maksudnya mas natan udah ga sakit mas iya udah ga sakit" elak dia begitu sadar dengan ucapannya


"eh jangan jangan kalian.."


"gua udah sembuh" potong natan cepat selelum putra menyelesaikan ucapannya.


"syukurdeh" ucap putra enteng sambil tersenyum misterius


"eh cepat sarapan mas ntar keburu dingi lo" vina mengingatkan keduanya


"iya vin" jawab natan kalem


Sedangkan putra hanya diam, diam diam memandang keduanya dengan penasaran dia pasti melewatkan sesuatu pikirnya.


"masakan kamu tambah enak aja vin" puji putra di sela makanya

__ADS_1


"sama aja ah mas" vina malu menanggapi


"tambah enak kok vin" akhirnya natan ikut setunu dengan pendapat putra


Vina yang malu pipinya bersemu merah lalu memandang ke bawah.


"makasih mas" ucapnya menahan malu


Putra bukan orang bodo menyadari bahwa keduanya aneh dia langsung bisa menangkap bahwa pasti telah terjadi apa apa dengan mereka tapi dia hanya diam ikut bahagia untuk sahabatnya.


Setelah sarapan natan segera berangkat ke kantor bersama putra sedangkan vina kembali menjutkan aktivitasnya.


"ehem bahagia banget keknya" goda putra saat di perjalanan


"paan biasa aja" elak natan lalu memasang muka serius lagi, menatap tab miliknya mengecek laporan perusahaan.


Sampai di kantor para pegawai yang melihat kedatangan natan saling menyapa.


"pagi pak natan"


"pagi" jawab natan tersenyum ke arah mereka


"oh my god pak natan habis kesambet apaan, pagi pagi udah senyum manis banget" tim penggemar natan heboh setelah natan cukup jauh


"iya gila, pak natan habis kenapa ya" sahut teman teman rumpinya


"kalo tiap hari pak natan senyum kaya gitu duh diabet bisa bisa gua" timpali teman temannya heboh.


Sedangkan namina yang mendengar celotehan para juniornya segera mengambil kesempatan untuk mendekati natan melihat bahwa natan jarang dalam suasana hati yang bagus.


Segera dia berjalan ke pantri membawakan natan secangkir kopi kesukaanya.


Tok tok tok


"masuk" ucap natan dari dalam

__ADS_1


"pagi pak natan ini saya bawakan kppi spesial buat bapak" jawab namina ramah


"makasih ya" jawab natan sambil tersenyum melihat ke namina


Namina bahagia sampai banget kapan lagi mendapat senyuman pak natan bos muda incaranya.


Setelah meletakkan kopi namina keluar dari ruangan natan memasang eksperi senang di seluruh mukannya hingga putra yang berpapasan dengan dia terheran heran.


"pagi pak putra" sapanya manis ke putra


"iya pagi" jawab putra seadanya


Lalu beranjak memasuki ruangan natan.


Tok tok tok


"masuk" ijin natan


Putra segera memasuki ruangan natan.


"tan tu ondel ondel habis lu apain bahagia bener?" tanya putra serius ke natan


Natan yang bingung melihat putra segera sambil bertanya


"ondel ondel?"


"namina siapa lagi" jawab putra acuh ta acuh


"sembarangan lu ngatain orang ondel ondel" natan tertawa menanggapi


"dari pada mak lampir? Kan mending ondel ondel" jawb putra cuek


"bisa aja lu" natan tersenyum ke dia lalu menanyakan ada apa ke putra.


"ada laporan apa?"

__ADS_1


"eh ini pak proyek kita terbaru tentang laporan dan proses pembangunannya, sudah berjalan hampir 50% diperkirakan 2 bulan lagi sudah beres, dan ini laporan peningkatan pendapatan perusahaan kita." ucap putra serius


"bagus bagus" natan lalu tersenyum puas dengan suasana hati yang baik.


__ADS_2