Restu

Restu
BAB 16. JAHIL


__ADS_3

Tengah malam natan bangun karena banyak nyamuk yang menggigitinya.


"duh kok banyak nyamuk gini si" ucapnya setengah sadar sambil nepokin nyamuk nyamuk


"jam berapa ini" dia masih bergumam belum sadar kalau tidur di kursi ruang keluarga


"Astaga gua ketiduran lagi, ini selimut siapa yang nyelimutin gua?" pikirnya belum ingat sebelumnya


"vina.." ingatnya saat ingat bahwa dia lagi di pijat vina lalu tertidur di sini.


Tanpa kata lagi dia memeriksa vina ke kamarnya setelah melibat bahwa vina sudah tidur dia menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya.


Paginya vina bangun seperti biasa dan mumai memasak sarapan, ketika tengah memasak dia terkejut melihat natan diam menyandar di tembok sambil melitotin dia.


"astaga mas natan ngapain ngagetin saya aja" ucap vina saat nengok ke belakang


"kamu itu harusnya istirahat kenapa malah masak?"


"oalah mas mas,, saya sudah sembuh nih nih saya bisa lari udahan" jawab vina sambil mempraktekkan dengan tertawa.


"loh bukannya kemarin masih bengkak"


"iya kemarin siang udah sembuh ga sakit lagi cuma tinggal bengkaknya aja, sekarang sudah sehat hehe" jawabnya sambil meringis ingat kemarin malam natan ngobatin dia


"oh jadi kemarin kamu ngerjain saya?" tanyanya marah


"loh ngerjain gimana orang mas natannya yang gak nanya dulu kok" dia membela dirinya.


Natan menyadari bahwa memang dia yang terlalu khawatir dengan keadaan vina tanpa tanya ke orangnya.


"hm yaudah syukur kalo udah sembuh" jawbnya cuek kembali


"iya mas hehe" vina tersenyum ke arahnya.


"kamu masak apa? Saya bantuin"


"eh ga usah mas mas natan kan mau ke kantor ntar telat" tolak vina halus


"kantor kantor gua mau telat juga ga ada yang marahin" ucapnya asal


"loh ga bisa gitu dong mas, mas natan itu punya tanggung jawab harus di lakuin jangan asal asalan kaya gitu kalo ntar clientnya di ambil orang marah marah, la masnya aja juga gitu" omel vina tanpa sadar ke natan

__ADS_1


Natan yang mendengarkan omelan vina hanya tersenyum melihatnya.


"lucu juga ni cewek kalo ngomel" batin natan


Vina yang habis nyerocos baru sadar bahwa dia memarahi tuannya.


"eh mas maksud saya ga gitu mas maksudnya kan mas bos ya harus tanggung jawab aja gitu hehe" omong vina lagi


Natan hanya tersenyum tidak menanggapi.


"ayo masak" ajaknya ke vina


"eh iya mas ayo" refleks vina menjawab sambil meringis tidak enak.


Mereka masak bersama hingga selesai melihat hasilnya natan puas karena tidak pernah masak sebelumnya, sedangkan vina hanya nyengir melihat dapurnya berantakan gak karuan, tapi dia tidak mengambil hati melihat natan bahagia dia sudah senang.


Tin tin


Suara klakson mobil di luar mansion. Natan terkejut segera melihat jam di dinding ternyata sudah jam berangkat ke kantor. Vina yang sadar panik karena tuannya belum siap siap berangkat ke kantor.


"mas su.. Mm"


Belum selesai vina bicara natan sudah menutup mulutnya dengan tanganya.


"tapi kan.."


" eh syutt diam bilang aja gitu" perintah natan sambil memelototi vina


"baik mas"


"vin" panggil putra di ruang tamu mansion


"sana bilang gitu, saya mau ke kamar"


"siap mas" vina menjawab semangat.


"iya mas putra" jawab vina menghampiri putra ke ruang tamu


"lagi masak ya? Masak apa? Dipanggil ga nyaut" tanya putra penasaran


"eh itu mas itu apa, mas natan lagi ga enak badan ga ngantor katanya" jawab vina gagap

__ADS_1


"sakit? Sakit apaan tu orang jarang sakit kok" tanya putra penasaran


"ga ga tau, katanya ga enak badan, cek aja ke kamarnya mas, saya mau ke dapur ya dah"


"loh loh vin.." putra belum selesai bicara tapi vina sudah kabur ke dapur.


Akhirnya putra menuju ke kamar natan melihat keadaan bosnya


"nat natan" panggilnya di luar kamar


"hmm" jawabnya


"lu kenapa? Sakit?" tanya putra saat masuk ke kamar natan


"hmm" jawabnya sambil memejamkan mata pura pura tidak enak badan


"aku panggilin dokter ya, apa mau ke rumah sakit aja?" cemas putra


"gausah gua mau tidur aja, sana lu ke kantor urusin dulu ya" perintah natan ke putra


"yaudah lu baik baik di rumah"


"hm"


Lalu putra meninggalkan natan di kamarnya menuju dapur melihat vina


"vin saya berangkat ya, jagain natan" pamit putra ke vina


"eh ga sarapan dulu mas?" tawarnya


"ga usah sana bantuin natan dulu" perintahnya lalu berjalan keluar mansion untuk berangkat ke kantor natan.


"mas putra di kibulin mas natan percaya banget ya, eh tapi kenapa mas natan gitu ya? " omongnya saat melihat putra pergi.


"karena dia nurut sama saya ga kaya kamu suka ngomongin saya di belakang" jawab natan di belakang vina


Deg


Vina keget mendengar suara natan tiba tiba.


"eh mas natan mau sarapan apa?" tawarnya mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


Natan diam cukup lama sebelum menyuruhnya mengemas semua makanan.


__ADS_2