Restu

Restu
Bab 55


__ADS_3

Singapura.


BRAAAK. Mama Lastri membuka kasar pintu kamar Ivanna.


Ivanna yang sedang berkutat dengan laptopnya sontak menoleh kearah pintu.


"Ma..."


PLAAAK. Belum sempat Ivanna menyebutkan kata Mama, Mama Lastri sudah mendaratkan telapak tangannya dengan sangat keras di pipi Ivanna.


"Mama apa-apaan sih, masuk-masuk langsung nampar Ivanna!!" Protes Ivanna.


"Dasar anak durhaka kamu yah!! Kamu kan yang bantu Kakak kamu pulang ke Indonesia!!"


Kepulangan Kriss telah diketahui Mama Lastri. Darimana lagi Mama Lastri tahu kalau bukan dari Tante Leni.


Saat Kriss mendatangi kontrakan Delia, disitulah tetangga kontrakan Delia yang mengenal Kriss langsung menghubungi pemilik kontrakan dan pemilik kontrakan pun menghubungi Tante Leni. Tidak perlu ditanya lagi, Tante Leni pun langsung menghubungi Mama Lastri.


Setelah berita kepulangan Kriss sampai ke telinganya, Mama Lastri pun mencari tahu siapa dalang yang telah membantu kepulangan Kriss dan di dapatlah anak perempuannya sendiri yang membantu anak lelakinya kabur dari pantauannya.


"Kalau iya kenapa? Salah?!"


"Kau!!!" Mama Lastri hendak melayangkan tamparan sekali lagi namun Ivanna dengan cepat menangkap tangan Mama Lastri.

__ADS_1


"Cukup Ma!! Mama gak kasihan lihat Kak Kriss udah kayak orang gi•la!!" Teriak Ivanna.


"Itu bukan urusan kamu!! Urusan kamu itu sekolah sekolah sekolah dan sekolah!!!" Balas Mama Lastri.


"Jelas itu urusan Vanna, karena Kak Kriss itu Kakak Vanna!! Vanna gak tega lihat Kakak Vanna depresi kayak gitu!!" Balas Ivanna.


"Aargh...!!! Dasar anak kecil sok tahu!!" Mama Lastri menyentak tangan Ivanna yang masih memegang tangannya erat-erat.


"Awas kamu yah kalau Kakak kamu sampai ketemu wanita itu!! Mama pasung kamu!!" Ancam Mama Lastri sambil mendorong Ivanna lalu pergi dari kamar Ivanna.


Ivanna melipat bibirnya rapat-rapat menahan suara tangisnya, tapi airmatanya tak kuasa untuk ia tahan.


"Ma, tobat Ma!! Kenapa Mama jahat begitu sih?!" Lirih Ivanna.


Setelah pergi dari kamar Ivanna, Mama Lastri menghubungi Ramon untuk menyiapkan tiket pesawat untuk kepulangannya ke Indonesia.


Keesokan harinya.


Jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi, Mama Lastri juga sudah sampai di Indonesia dan sekarang sudah berada di rumahnya.


Setelah mobil yang di kendarai supir pribadinya berhenti di halaman rumah, cepat-cepat Mama Lastri turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah, karena sekarang Kriss sudah berada di dalam rumah.


Dengan langkah tergesa-gesa, Mama Lastri naik ke lantai atas untuk menemui anaknya.

__ADS_1


KLEK.. KLEK.. KLEK. Mama Lastri memutar-mutar handle pintu, tapi ternyata pintu Kriss kunci dari dalam.


DOR.. DOR.. DOR. Mama Lastri menggedor-gedor pintu kamar Kriss.


"Kriss buka pintunya!!! Mama tahu kamu di dalam, cepat buka pintunya!!!" Teriak Mama Lastri.


DOR.. DOR.. DOR.. Lagi, Mama Lastri menggedor pintu kamar anaknya sambil berteriak memanggil nama Kriss.


Ceklek. Pintu pun terbuka.


Begitu Kriss membuka pintunya, bau alkohol langsung menyeruak dari dalam.


"Kamu mabuk-mabukkan lagi?!" Bentak Mama Lastri.


"Mama apaan sih pagi-pagi udah ribut!!" Balas Kriss.


Mama Lastri langsung menutup hidungnya saat Kriss berbicara karena mulut Kriss sangat bau alkohol.


"Tuh kan, kamu mabuk-mabukkan lagi kan!!" Bentak Mama Lastri.


"Minggir kamu!!! Udah berapa botol yang kamu minum?" Tanya Mama Lastri sambil mendorong tubuh Kriss untuk melihat berapa banyak minuman alkohol yang sudah Kriss tenggak.


Kriss yang masih dalam keadaan mabuk hanya pasrah saat Mama-nya menerobos masuk kedalam kamarnya.

__ADS_1


Sedangkan Mama Lastri, matanya langsung membulat seketika saat melihat tiga botol minuman beralkohol berukuran sedang yang sudah kosong dan satu botol lagi yang sudah habis setengah.


Bersambung...


__ADS_2