Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Keputusan Ayah


__ADS_3

"Reynaa!" Teriak bunda Reynaa memanggil dan langsung berlari memeluknya


"kamu gapapa?" tanya bunda cemas


"Udahlah Bun lepasin aku!" Ucap Reynaa mencoba melepas pelukan bundanya


Tidak seperti anak perempuan yang kebanyakan lengket kepada ibunya, Reynaa cenderung sebaliknya. Tidak lain karena kesibukan kedua orang tuanya yang selalu meninggalkan anak-anaknya untuk bekerja yang membuat Reynaa menjadi pribadi yang merasa terabaikan, selalu ingin kebebasan, dan masa bodoh terhadap orang tuanya.


Tidak seperti Reyhan yang bisa memaklumi kesibukan orang tuanya. Reynaa selalu melakukan hal-hal bodoh demi perhatian orang tuanya, meski dengan tindakan yang salah dan membuat kedua orang tuanya frustasi.


"Rey! Kamu kenapa sih? Ikut-ikutan balap liar ga penting kaya gitu?" Tanya ayah frustasi


Reynaa yang semula tertunduk langsung menatap ayahnya menantang


"apa peduli ayah?"


Plakk.


seketika Reynaa tertunduk lagi, dan bunda memeluknya lagi


"Stop ayah jangan begini!  kasihan Reynaa, Dia sedang terluka" bunda membela


"Anak ini kalo dibiarin malah tambah berani!" Ayah belum berhenti


"Sudah ayah! Malu ribut disini!'' lerai bunda


Bunda menggandeng tangan Reynaa dan mengajaknya pulang


"ayo kita pulang!! Kita obati lukanya dirumah"


Reynaa anak yang tomboy. Dia dari kecil sudah mengikuti kursus beladiri dengan kakaknya. Tentang babak belur yang dia dapatkan itu karena saat dia menang balapan  ditempat balap liar tadi, dia dengan sombongnya mengejek lawannya membuat mereka geram dan mengeroyoknya.


Satu lawan banyak sungguh tidak seimbang, untungnya luka yang Reynaa dapatkan tidak terlalu parah. Semua orang tidak tahu kalau orang yang mereka keroyok adalah seorang perempuan, karena dia berpenampilan layaknya laki-laki dengan jaket kulit dan topi yang menutupi rambut panjangnya.


Sesampainya dirumah Reynaa disambut oleh kembarannya


"ya ampun Rey, ini kenapa muka lo?" Reyhan mengikuti bunda yang menggandeng Reynaa menuju sofa, tanpa disuruh dia mengambil kotak P3K dan ikut membantu bunda mengobati luka adiknya


" Lo kenapa sih Rey? Jangan kaya anak kecil gini!" Sontak Reynaa menonjok bagian perut Reyhan karena ga terima ejekan kakaknya


"Aduh, resek lho yah!" Kata Reyhan kesakitan


"Udah-udah, jangan berantem!" Lerai bunda kepada keduanya


Lalu ayah yang baru masuk kedalam rumah menatap Reynaa dengan tatapan tajam


"apa yang kamu mau Rey?" bentak ayah lagi


"Sudah ayah, biar bunda yang ngomong" bunda menyela


"Reynaa, bunda sama ayah minta maaf. Selama ini sudah mengabaikan kamu, tapi tolong mengerti posisi ayah bunda kami bekerja ya demi kamu juga. Kamu tidak seharusnya seperti ini, ini bukan kodrat seorang wanita, bunda sedih kalau kamu kaya gini" ucap bunda yang matanya mulai berkaca


"Kalian ga pernah ngerti Reynaa, cuma eyang yang bisa" Reynaa mengutarakan keluh kesahnya, dan mengingat eyang yang selalu menyayanginya


"ayah pikir kamu harus mengubah sifat kamu, dan ayah memutuskan untuk memasukkanmu ke pesantren!"


Bak tersambar petir dua kembar itu terkaget tak percaya


"ayah apa-apaan sih? Reynaa benci ayah!" Reynaa pergi ke kamar meninggalkan keluarganya


"Ayah tolong pikirkan lagi, kasihan Reynaa!" Reyhan membela adiknya


...


"aaarrhhh" Reynaa membanting pintu kamar dan mengacak rambutnya


"Kenapa sih sama ayah, seenaknya aja ngambil keputusan" Reynaa mengomel tidak terima, dia kepikiran untuk kabur tapi sialnya motor Reynaa masih disita polisi dan belum kembali.


Lalu Reynaa dengan sigap meraih skateboardnya, membuka jendela dan melompati balkon, Reynaa sudah biasa kabur-kaburan ketika hatinya sedang kacau. Dengan style yang tidak menunjukkan tampang perempuannya dengan kupluk yang menutupi rambut, dia melajukan skateboardnya dengan kencang tanpa tahu arah yang dituju.

__ADS_1


Sedangkan dirumah, setelah Reyhan bicara dengan ayahnya, dia segera menuju ke kamar adiknya dan mengetuk pintunya, dia ingin menghibur adik tercintanya, tetapi Reynaa sudah tidak ada dikamar


Reyhan segera memberitahukan ke ayah bundanya


"ayah Reynaa kabur!!"


Ayah sudah tidak habis pikir lagi dengan tingkah putrinya itu


"Kamu pasti tahu kemana dia pergi?" Ucap ayah tanpa rasa khawatir. Mendengar itu Reyhan menuju garasi dan segera melajukan motornya


"Ternyata ayah tuh ngeselin juga ya?" Pikir Reyhan ikut kesal pada ayahnya


Reynaa dan Reyhan adalah anak orang kaya, tanpa merengek mereka dengan mudahnya mendapatkan apa yang diinginkan. Tapi tidak dengan mobil mewah mereka lebih memilih motor gede, tentunya karena mereka masih dibawah umur dan juga nggak ribet bawanya. Reyhan juga sering diajak oleh adiknya mengikuti balap liar tanpa sepengetahuan orang tuanya.


"Rey, lo kemana sih? Pake kabur-kaburan segala" ucap Reyhan setelah menepikan motor. Reyhan berfikir kira-kira kemana Reynaa pergi, dia melajukan motornya perlahan sambil melihat kiri kanan mencari sosok adiknya.


Setelah berfikir lama dia ingat adiknya kalau sedang ngambek selalu makan makanan pedas dengan rakus, lalu di segera melajukan motornya ke tempat makan, berharap dia akan menemukannya disana.


Dan benar saja Reynaa sudah duduk di sebuah rumah makan, dia memesan makanan yang cukup banyak hanya untuk dirinya sendiri.


"Gue mau ayam goreng geprek telur geprek, dan 3 porsi nasi goreng yang paling spesial, tentunya itu semua extra pedas yahh! Dan minumnya es teh jumbo aja!" Jelas Reynaa panjang lebar


Dia tidak tau kalau sang pelayan adalah teman sekolah kakaknya yaitu Luna. Luna menganggap yang memesan kepadanya itu adalah laki-laki yang dia kagumi. Benar saja Luna sangat mengagumi Reyhan, sosok tampan yang baik hati tetapi tetap dingin terhadap perempuan. Karena itu Luna tidak berani meski hanya untuk menyapa


Setelah siap, Luna menyajikan pesanan Reynaa dengan hati senang sekaligus gugup. Karena pesanan yang banyak dia mengantarnya dengan bolak-balik sampai 3 kali. Karena merasa Reynaa yang dia anggap Reyhan itu tidak mengenalinya, dia memberanikan diri untuk menyapa.


"Hai Rey, Reyhan?" Sapa Luna dengan gugup. Tapi melihat Reynaa yang bingung dia melanjutkan


"A..aku Luna teman sekelas kamu disekolah"


Mengetahui itu Reynaa yang tadinya bingung mencoba mengakrabkan diri


"ooohh, jadi elo? Kirain siapa? Jadi pangling gue"


Mendengar respon Reynaa membuat Luna jadi tersipu, dan memilih kembali ke dapur


"Tunggu, jadi Lo kerja disini?" Cegah Reynaa


"Kalo gitu ambil makanan yang elo mau makan, trus bawa kesini! Makan bareng gue!" Ajak Reynaa yang membuat Luna salah tingkah


"Tapi aku nggak berani, takut dimarahi bos aku" Luna sedikit takut


"Kalo gitu ajak bos Lo kesini juga, biar gue yang ngomong!"


Setelah bos menghampiri Reynaa, dia meminta agar Luna diperbolehkan untuk menemaninya makan, dia akan membayar lebih untuk ganti rugi, dan bos Luna mengizinkan. Luna duduk berhadapan dengan Reynaa


"Muka Lo kenapa kok merah? Lo sakit, coba gue pegang jidat Lo?"


Perlakuan Reynaa membuat Luna semakin tersipu dan salah tingkah


"Aku gak papa? Ayo dimakan makanannya!" Luna mengalihkan pembicaraan. Lalu mereka menyantap makanan masing-masing. Sesekali Luna melirik gemas kearah Reynaa, memperhatikan cara makannya yang membuat Luna tersenyum geli.


Setelah mengosongkan semua piring, perut Reynaa terasa sesak


"Hah, kenyangnya!" Kata Reynaa


Mendengar itu luna menegur


"jangan begitu, lebih baik ucapkan Alhamdulillah!" Luna segera membereskan meja.


"Iya, nih buat bayar billnya!" Reynaa memberikan kartu kredit untuk membayar, dia melangkah ke pintu keluar dan berhenti di emperan menunggu kartunya dikembalikan.


10 menit menunggu tiba-tiba dia merasa gatal di bagian leher dan dia melihat seluruh tubuhnya memerah. Dia segera pergi dan saat melewati parkiran dia berpapasan dengan Reyhan


"Bang, alergi gue kumat, gue bawa motor lo! Lo ambil kartu kredit di kasir dan skateboard gue" Reynaa menyuruh Reyhan turun dari motornya


"Tunggu gue bentar ya!"


"Lo pake taxi aja! Gua ga tahan!"

__ADS_1


"Gue kuatir ame Lo, gue takut Lo kenapa-napa"


"Udah gue gapapa, gue bisa nyetir kok"


"Oke pulang kerumah ya, jangan kearah lain"


"Iya" Reynaa segera tancap gas, dan Reyhan masuk ke restoran


"Reyhan ini kartu kreditnya makasih udah traktir aku, emmm dan ini obat sakit perut jaga-jaga kalau perut kamu mules, kamu tadi makan pedas banyak banget" ucap Luna masih tersipu


"Iya thanks, gue pulang dulu" kata Reyhan yg masih bingung dan segera pergi


Reynaa tiba dirumah dengan selamat meski badannya begitu panas seperti terbakar, dia segera ke kamar dan meminum obat alergi yang tersedia didalam laci. Setelah itu segera ke kamar mandi dan mengguyur badannya dibawah shower berharap rasa panas ditubuh menghilang.


Mengetahui kedatangan anaknya, bunda segera mengikuti dan mencari keberadaan anak perempuannya itu, setelah tahu kalau Reynaa ada didalam kamar mandi, dia lalu mengetuknya


"Reynaa, kamu baik-baik saja?"


"Iya bunda Rey gapapa"


Lalu Reyhan yang baru datang terus berlari menuju kamar adiknya, dan menemukan bunda disana


"Rey, Lo gapapa kan?" Reyhan mengetuk pintu


"Iya, gue baik-baik aja!" Sahut Reynaa dari dalam


"Reyhan, adik kamu kenapa?" Tanya bunda penasaran


"Mungkin Reynaa habis makan makanan yg ada udangnya Bun"


"Subhanallah Reynaa, ayo kita ke dokter sayang!" Teriak bunda sambil mengetuk pintu. Karena Reynaa memang alergi terhadap udang dan bunda panik karena waktu kecil Reynaa pernah sampai kritis hanya karena makan udang


Ceklek.. pintu terbuka. Ternyata Reynaa keluar sudah memakai baju yang dia ambil sekenanya sebelum masuk kamar mandi, dia pakai celana pendek dan baju singlet seragam tim basketnya disekolah


"Reynaa gapapa Bun, bunda ga usah khawatir"


"Badan Lo merah semua Rey!" Reyhan iku khawatir. Karena pakaian yang terbuka, terlihat jelas seluruh kulit tubuh Reynaa merah.


"Gue udah minum obat, udah baikan juga abis diguyur air dingin" ucap Reynaa


"Iya abis itu demam deh!" Sahut Reyhan


Hatchuh..


"nah kan apa gue bilang?" imbuhnya lagi


"Berisik! Ngejek gue Lo ya? Awas aja Lo ntar!" Reynaa mencoba meraih lengan Reyhan dengan tinjunya tapi tidak kena


"Sakit aja masih bisa-bisanya berantem" sindir ayah yang baru datang. Reynaa diam saja tidak menanggapi, dia masih kesal sama ayahnya


"Reynaa ayah minta maaf udah mukul kamu, juga menetapkan keputusan tanpa mendengar pendapat kamu" sesal ayah, dia tahu jika anak perempuan itu tidak mudah menurut, jadi dia harus bicara dari hati ke hati tidak dengan bentakan seperti tadi


"Tapi ayah tetap dengan keputusan ayah, ayah akan memasukkan kamu ke pesantren, karena hanya dengan itu kamu bisa berubah" jelas ayah


"Hmm, ayah yakin? Ngapain minta maaf kalau hasilnya sama aja" Ejek Reynaa yang membuat ayah kesal lagi, tapi ayah mencoba bersabar. Ayah menarik nafas dalam untuk meredakan emosinya


"Ayah sudah tentukan pesantren yang cocok sama kamu, disana kamu masih bebas keluar pesantren dan bawa handphone, tapi uang jajan ayah batasi agar kamu bisa mengendalikan diri" jelas ayah lagi tanpa memperdulikan ocehan Reynaa.


"Oh ya satu lagi, waktu kamu di kota ini tinggal seminggu, nikmati waktu yang ada, dan jangan ngambek lagi karena itu ga ada gunanya buat ayah" ayah menjewer kedua pipi anaknya, mengusap ujung kepala Reynaa dan menciumnya lalu beranjak pergi berharap dengan begitu putrinya itu tidak marah lagi


"Sudah sabar aja, ini juga demi kebaikan kamu" hibur bunda dan Reyhan hanya menepuk pundak Reynaa


"Oh ya tadi Luna ngasih gue ini, mungkin Lo butuh" hibur Reyhan yang terkesan mengejek, dia memberikan obat diare kepada adiknya


Tak ingin diejek lagi Reynaa punya ide supaya abangnya itu diam


"Luna kayaknya suka sama Lo dan ngira gue itu elo, jadi gue nyatakan cinta ke dia" kata Reynaa dengan wajah polos


"Apa?" Sontak omongan Reynaa membuat Reyhan menjadi kacau

__ADS_1


__ADS_2