Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Gairah terlarang


__ADS_3

Satu bulan lebih ulang tahun Reynaa sudah lewat, benar apa yang diucapkan Fahri selama itu dia tidak pernah mengganggu Reynaa lagi. Fahri sudah tidak pernah pulang ke rumahnya lagi, dia menghindar dari Reynaa.


Karena sudah dipastikan kalau Fahri tidak akan bisa berhenti mengganggu Reynaa jika dia masih saja tinggal di rumahnya dan masih saja bertemu Reynaa. Fahri memutuskan untuk pergi dari rumah itu demi keputusan Reynaa, dia tidak boleh egois dan memaksakan kehendaknya. Cinta mereka kini hanya sebuah mimpi


Kini Reynaa bisa bebas keluar masuk rumah pak kyai lagi, orang yang selalu dia hindari tidak ada disana. Tapi tanpa pak kyai tahu keadaan hati kedua anak itu, beliau selalu saja meminta agar Fahri kembali ke rumah hanya untuk menemani Reynaa belajar dan juga mengantar Reynaa kalau ada keperluan diluar.


Seperti hari ini pak kyai menelpon Fahri untuk mengantar Reynaa ke tempat seminar pengurus pesantren se kabupaten.


"ayolah Fahri masak kamu ga kasihan ke Reynaa?" pak kyai memaksa


"awas aja kalo sampe Lo mau ye kak!" Reynaa membatin, dia melihat wajah pak kyai yang kecewa setelah menutup telepon


"pak kyai, kak Fahri pasti sibuk! biar Reynaa pake motor ustadz Yusuf aja"


"yaudah biar Abi telpon" pak kyai seperti kurang suka dengan ucapan Reynaa, beliau tahu jika ustadz muda itu menyukai calon menantunya


"gausah pak kyai! biar Reynaa yang samperin!"


"kamu tunggu aja!" kata beliau sedikit ketus


Beliau merasa jengkel karena Fahri tidak mau pulang, kenapa anaknya dan Reynaa malah saling menjauh. Kenapa juga ustadz Yusuf suka sama menantunya, apa harus beliau umumkan perjodohan itu? tapi mereka masih belum terikat. Kalau saja beliau bisa menyetir sendiri, beliau akan menyupirkan mobil untuk Reynaa


...


Hari ini Reynaa sedang menghabiskan waktu di ruang keluarga rumah pak kyai, dia sudah membaca 5 buku yang tersedia disana sampai-sampai pantatnya terasa panas karena terlalu lama duduk.


Reynaa sedang menyiapkan dirinya untuk mengikuti ujian akhir, setelah sekian lama Reynaa akan kembali ke rumahnya di kota XX. Reynaa tidak perlu pergi ke perpustakaan untuk mempelajari banyak buku, karena dirumah pak kyai sudah tersedia berbagai macam dan jenis buku yang tertata rapi di rak buku yang ada disana.


Tiba-tiba datang pak kyai dengan perkataan yang membuat Reynaa bingung


"Reynaa bentar lagi kamu lulus dari pesantren, apa kamu tega ninggalin Abi sama umi?" akhir-akhir ini pak kyai sering menyebutnya Abi kalau bicara dengan Reynaa


"maaf pak kyai kalau menunda sih gapapa, tapi kalau selamanya disini gak bisa! kan Reynaa mau kuliah"


"yasudah habis kelulusan, nanti bakal datang ke rumah untuk melamar kamu" pak kyai segera berlalu tanpa melihat Reynaa yang kaget karena ucapannya

__ADS_1


"apa sih pak kyai? Ga jelas banget" batin Reynaa bingung


"apa mungkin kerabat pak kyai yang dijodohkan sama gue, Abang bilang kalau dari kota ini juga" Reynaa terus saja memikirkannya tanpa bertanya lebih lanjut tentang apa yang sedang dia bingungkan. Reynaa lebih memilih melanjutkan kegiatannya tadi, daripada bingung sendiri


...


Di tempat lain Fahri sedang duduk di kafe bersama temannya di kampus, Fahri juga tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian semester. Dia belajar bersama 2 teman laki-laki dan 2 teman perempuan.


Ternyata gadis yang pernah menggodanya di turnamen gamers adalah teman kampusnya juga, tapi setelah pengakuannya Sherly tidak lagi mengganggu Fahri. Meskipun dengan sikap yang biasa tapi gadis itu selalu mengekor Fahri, setidaknya Fahri tidak terganggu


"waktunya sholat magrib! aku mau sholat dulu. Ini sampe sini aja apa lanjut?"


"lanjut aja! Lo sholat dulu gih! gue masih ada yang ga ngerti" jawab salah satu teman Fahri


Karena kejeniusan Fahri dia selalu dimintai tolong belajar bersama oleh teman-temannya. Fahri meninggalkan temannya menuju masjid diseberang kafe itu


Ternyata Sherly masih saja menginginkan Fahri, dia tidak percaya dengan pengakuan Fahri kalau sudah menikah dan ternyata dia punya rencana buruk kepada Fahri. Saat semua temannya serius dengan bacaan mereka, dia membubuhkan sesuatu di minuman Fahri yang sudah tinggal setengah gelas.


Disana cuma Fahri yang sholat tidak ada yang ikut atau menyusulnya ke masjid, Fahri tidak mau memaksa temannya yang penting dirinya sendiri tidak sampai meninggalkan sholatnya.


Setelah 20 menit Fahri kembali ke tempat duduknya semula, dia melanjutkan kegiatan seperti tadi. Semua teman Fahri menyerbunya dengan pertanyaan tentang materi yang masih belum dimengerti


"biasa aja lagi!"


"sini gue minum bekas Lo! kali aja ketularan, aer gue abis!" kata Doni teman Fahri yang konyol menyambar gelas minum Fahri, melihat itu Sherly deg-degan


"enak aja, siniin minumnya! ga jijik apa? minuman bekas masih diembat, sana pesen lagi! biar aku yang bayar" kata Fahri lalu menyambar gelasnya lagi dan meminumnya hingga habis


"okeh bos, thanks ya!" Doni segera memesan minuman lagi


Setelah beberapa menit Fahri sudah menunjukkan reaksi aneh, Fahri merasakan panas yang menjalar keseluruh tubuhnya. Fahri mendadak bergairah dan ingin melepaskan hasrat yang semakin memuncak, rasa itu aneh.


Dia memasukkan semua barangnya dan bangun dari duduknya, tidak lupa mengeluarkan uang dari dalam dompet lalu berpamitan


"aku pulang dulu, Don ini buat bayar minum!"

__ADS_1


"Lo kenapa Fahri?" Sherly menggandeng Fahri yang pergi dengan keburu, dia harus memanfaatkan kesempatan itu


"apa sih kamu? pergi! jangan ikutin aku!" Fahri melepaskan tangan Sherly lalu masuk ke mobil


"awas aja Lo yah! **** gagal lagi gue!" umpat Sherly kesal melihat mobil Fahri melaju


Fahri mengemudikan mobilnya menuju rumahnya, dia ingin meminta bantuan Abinya tentang keadaannya sekarang, dia juga sudah lama tidak pulang ke rumah. Fahri merasakan sensasi yang aneh dari tubuhnya, dia butuh pelampiasan rasa aneh yang mendesak itu.


Setelah mengemudi dengan tidak fokus dan ugal-ugalan Fahri sampai di rumahnya dengan selamat. Dia segera turun dari mobil dan berjalan sempoyongan masuk kerumahnya, dia berjalan terus kedapur mencari kedua orang tuanya tapi hanya Reynaa yang dia temukan di ruang tengah. Reynaa yang melihat tingkah aneh Fahri hanya diam tidak peduli, dia terus menunduk membaca bukunya


Setelah tidak menemukan siapapun di belakang, dia berjalan ke tempat Reynaa dan berhenti disana sambil memandang Reynaa dengan tatapan aneh.


Tiba-tiba ada hasrat ingin menikmati kembali bibir manis Reynaa yang sedang menatapnya dengan heran. Fahri segera menarik tangan Reynaa dan membawanya masuk ke kamar


"kak Fahri lepasin tangan aku!" berontak Reynaa yang kaget mendapat perlakuan seperti itu.


Setelah masuk Reynaa disandarkan dibelakang pintu yang sudah tertutup, Fahri menggebrak keras pintu itu dengan kedua tangannya yang mengurung Reynaa


"kak Fahri mau ap..." mata Reynaa melotot ketika Fahri menciumnya dengan tiba-tiba.


Fahri mencium bibir gadis itu dengan rakusnya, bukan ciuman manis yang memabukkan tapi ciuman kasar yang dirasakan Reynaa. Dia sekuat tenaga mendorong tubuh Fahri, tapi dia tidak kuat melawan Fahri yang sedang tidak terkontrol.


Pikiran Fahri sudah kalah oleh nafsunya, dia tidak memikirkan perasaan Reynaa yang mulai meneteskan air mata karena perlakuannya. Setelah puas dengan cumbuan itu, Fahri melepasnya lalu mendorong Reynaa ke ranjang.


Saat Fahri menaiki dan menindih tubuh Reynaa, tangan Reynaa berusaha menahan tubuh Fahri yang menunduk


"kak Fahri! lepasin aku! mau kamu apa?" teriak Reynaa sudah tidak sanggup, sakit hati membuatnya menjadi tidak berdaya


"aku mau kamu!" jawab Fahri bergetar lalu mencumbu lagi gadis itu, ciumannya terus menjalar ke leher yang sudah tidak tertutup hijab. Dia menghirup dalam aroma khas bayi pada tubuh Reynaa, dia meninggalkan banyak tanda disana.


Setelah bibirnya terlepas Reynaa berteriak sekuat tenaga


"pak kyai! umik! tolong!"


Reynaa terus mengulang teriakannya, berharap pak kyai dan Umi bisa mendengarnya.

__ADS_1


Fahri mencium bibir Reynaa lagi, tangannya meremas dada Reynaa dari luar bajunya dan menggesekkan junior Fahri yang sudah mengeras diatas area sensitif Reynaa.


Tiba-tiba terdengar gebrakan pintu yang dibuka oleh pak kyai dan umi, mereka segera menghampiri Fahri dan Reynaa. Pak kyai menarik tubuh Fahri yang masih asik mencumbu Reynaa dan membawanya ke kamar mandi, beliau menyiram tubuh Fahri yang tersungkur dibawah shower. Sedangkan Umi membantu Reynaa merapikan bajunya yang sudah acak-acakan, untung saja dia masih belum ditelanjangi


__ADS_2