
Sherly duduk di sebuah kafe dengan secangkir mocca latte yang sudah tersaji di atas meja, dia sedang menunggu seseorang yang sudah membuat janji ketemu dengannya. Setelah beberapa menit dia mengenali wajah yang familiar diantara banyaknya pengunjung kafe yang masuk dari pintu masuk kafe.
Sherly melambaikan tangan ke arah orang itu untuk memberitahu posisinya, dengan langkah malas pemuda itu menghampiri Sherly dengan wajah datar. Setelah sampai dia membanting ranselnya diatas meja
"Ahhh, brengsek!" Randy duduk sambil mengacak rambutnya
"Santai aja dong!"
"Gimana bisa santai? Ga ada lagi kesempatan buat gue dapetin Reynaa! Semakin lengket aja mereka!" Jelas Randy kesal
Seorang waiters menghampiri mereka dan menulis pesanan Randy, beberapa saat kemudian waiters itu datang dengan secangkir kopi hitam dan 2 porsi kentang goreng.
"Sebegitu gilanya Lo ke cewek barbar itu? Ga ada cewek yang bagusan dikit apa? Banyak lagi, cewek yang lebih perfect dari dia! Lagian gue ogah iparan sama dia!" Sherly meneruskan obrolan mereka
"Sher! gue ngajak ketemuan itu, gue minta cara lain buat dapetin dia. Bukan malah minta cariin cewek lain, lagian gue ga peduli ya Lo mau iparan sama dia apa nggak! Yang penting gue harus dapetin dia"
"Batu banget sih!"
"Mau bantuin gak? Gue pulang nih!"
"Iya-iya, gue juga lama ga ngerjain dia!"
"Maksud Lo apa? Lo mau celakain dia?"
"Dengerin dulu Napa sih? Kalo dengan cara baik-baik, Lo ga bakal dapetin dia!"
"Okeh terserah, apa rencananya?"
"Deketan sini!"
Randy mendekatkan pendengarnya kepada Sherly. Sherly mulai menjelaskan rencana jahatnya kepada Randy dengan berbisik. Meskipun posisi duduk mereka ada dimeja pojok kafe itu, dia tidak mau ada yang tau tentang rencana mereka meski orang lain sekalipun. Tangan Sherly bergerak ngikuti penjelasan yang keluar dari mulutnya.
Randy mendengarkan dengan seksama, wajahnya menunjukkan raut terkejut kadang juga terlihat ngeri dengan apa yang didengarnya. Kerutan di dahinya terlihat jelas, kepalanya juga menggeleng pelan mendengar ucapan Sherly yang tidak masuk akal.
"Yang benar aja Lo? gak! Gue gak mau ya bahayain Reynaa! Itu perbuatan kriminal Sher!" ucap Randy tidak terima yang masih dengan suara berbisik
"Dengerin dulu sampe selesai!" Sherly menepuk pundak Randy geregetan karena tidak mendengarkannya sampai selesai
Randy kembali tenang dan mendengarkan penjelasan Sherly lagi
Sherly tersenyum bangga diakhir penjelasannya yang panjang lebar, menurutnya ide yang disampaikannya itu sangat brilian
"Gimana ide gue? Brilian kan?"
__ADS_1
"Apaan? Horor iya!"
"Terus gimana? Dipake nggak? Gue udah berbaik hati loh!"
"Apa nggak terlalu bahaya?"
"Ya pake orang suruhan dong! Biar gue yang teror dia lewat panggilan telpon. Trus saat dia udah minum, Lo pura-pura selametin dia. Ntar dianya sendiri yang bakal nyosor, itu tanpa paksaan. Kan miliki tubuhnya dulu, hatinya belakangan"
"Kalo setelah itu dia nuntut gimana?"
"Gobl*k banget sih? Cuma tinggal videoin juga, gitu aja gabisa mikir!"
Kepala Randy manggut-manggut tanda setuju dengan rencana jahat Sherly. Dia suka dan tertarik dengan rencana itu, mengingat berbagai macam cara sudah dia lakukan tidak ada yang berhasil sama sekali. Sebenarnya Randy adalah pribadi yang baik dan tidak tegaan, tapi dia sangat gampang dibujuk rayu apalagi itu tentang obsesinya terhadap Reynaa. Dia akan lakukan apapun untuk mendapatkannya, meskipun dengan cara yang licik.
...
Randy memberitahukan rencananya kepada dua orang suruhannya yang wajahnya lumayan tampan. Randy menyuruh mereka untuk menggoda dan menjadikan Rita dan Devi sebagai pacar mereka. Randy juga memberikan mereka uang yang cukup banyak untuk modal mereka menggaet dua sahabat Reynaa itu, dengan syarat mereka harus membuat targetnya itu mau untuk diajak tidur.
Kevin dan David adalah cowok badboys yang sudah biasa bermain perempuan, mereka tertarik dengan tawaran Randy yang sangat menggiurkan dan sangat mudah dilakukan. Tanpa pikir panjang lagi mereka menerima tawaran Randy. Mereka diberi waktu sebulan oleh Randy untuk menjalankan misi mereka
"Gue bisa dapetin lobang Rita dalam seminggu!" Ucap Kevin menyepelekan
"Terserah Lo deh yah! Kalau mereka udah mau segera kabari gue! Gue bakal jalanin plan selanjutnya!"
"Satu lagi, pokoknya selama proses PDKT jangan sampe tau sahabat mereka yang namanya Reynaa! Dia itu target gue yang sebenarnya!"
"Oke bos!"
Randy menyeruput habis kopi hitam yang dia pesan tadi karena sudah tidak panas pagi, setelah diantara oleh waiters Randy membiarkan kopi itu agar lebih dingin dengan menjelaskan rencananya kepada dua orang suruhannya itu. Kevin dan David juga mengikuti apa yang Randy lakukan dengan meneguk minuman mereka sampai habis juga
Setelah dirasa penjelasannya dimengerti dan tidak ada pertanyaan dari kedua orang itu, Randy segera meninggalkan kafe itu untuk mengurus hal yang lain. Randy berjalan keluar dari kafe itu menuju mobil miliknya, "miliki tubuhnya dulu, hatinya belakangan" Randy tersenyum sendiri mengingat kata-kata Sherly yang terngiang-ngiang di benaknya.
...
Randy memantau Kevin yang sedang beraksi menggoda Rita, terlihat dari jauh wajah Rita tersipu malu yang kemungkinan karena gombalan Kevin.
"hebat juga dia!" puji Randy yang sedang duduk di dalam mobil, dia memantau aktivitas Kevin yang sedang menggoda Rita di area taman kampus yang kebetulan Rita disana sedang sendirian dan tidak bersama para sahabatnya
Rita tidak berhenti tersenyum karena pujian dari cowok kece yang tiba-tiba saja datang dan memujinya dengan berbagai macam gombalan.
"kamu punya pacar?"
"belum!"
__ADS_1
"ah yang bener, masak cewek secantik kamu ga ada yang punya?"
"emang ga punya kok!"
"pacaran sama aku mau ga?"
Rita terkejut dan jantungnya berdebar sangat kencang mendengar pernyataan Kevin
"oh-emm, apa ga terlalu cepat?" jawab Rita gugup
Kevin merebut ponsel Rita dari genggamannya, dia menulis nomor kontaknya di ponsel itu dan mengembalikannya kembali kepada pemiliknya
"telpon aku yah!" ucap Kevin dengan kedipan mata yang menggoda, dia juga mengisyaratkan telepon dengan tangan yang mengacungkan jari jempol dan kelingking.
"aku tunggu!" kata Kevin lagi sebelum pergi, dia juga masih sempat-sempatnya mengacungkan tanda fingger heart kepada Rita meskipun sudah sedikit jauh.
Rita senyum-senyum sendiri mengingat cowok yang bernama Kevin itu menyebutnya cantik dan sangat ingin menjadikannya pacar. Dia sampai lupa dengan tujuan awalnya dia ada disana, tadi dia sedang membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan kampus untuk mengerjakan tugas. Rita tidak bersama sahabatnya karena dia tidak bisa konsentrasi kalau berkumpul dengan mereka
Tak ingin larut dalam pikirannya tentang Kevin, Rita mencoba memfokuskan diri lagi pada buku tadi. Tapi konsentrasinya kembali terganggu dengan suara tanda adanya notifikasi pesan masuk dari ponselnya. Setelah dibuka terdapat pesan (jangan lupa
mikirin aku) dikirim oleh KEVIN MY LOVE yang kemungkinan Kevin sendiri yang memberi nama itu. Rita membekap mulutnya sendiri karena tidak bisa menahan senyumnya
"sweet banget sih nih cowok?" Rita senyum-senyum sendiri sambil memeluk ponselnya
Tiba-tiba Devi datang menghampiri Rita dengan senyum yang tidak kalah merekahnya.
"eh-eh, Rita! gue seneng banget!" kata Devi heboh
"kenapa sih?" tanya Rita kesal karena kedatangan Devi mengganggunya
"ada cowok ganteng yang goda-goda gue muji-muji gue, trus dia sweet banget ke gue! trus-trus dia nembak gue! ahh mimpi apa gue semalem?" jelas Devi dengan penuh semangat
"alah, ga cuma Lo aja lagi! gue juga" Rita menunjukkan pesan chat dari Kevin
"iya bener! cakep juga, tapi David ga kalah cakep!"
"kita terima aja apa nggak? kalau Reynaa tahu gimana? kan dia gak bolehin kita pacaran, masak minta langsung nikah?"
"iya juga sih? apa jangan dikasih tahu aja?"
"kayaknya lebih baik jangan dulu deh yah?"
"setuju gue!"
__ADS_1
Rita dan Devi segera menuju restoran milik Reynaa, kemungkinan Reynaa, Yanto dan Luna sudah menunggu mereka disana. Mereka sepakat untuk merahasiakan tentang Kevin dan David kepada sahabat mereka. Mereka tahu kalau Reynaa sampai tahu tentang hal itu, Reynaa akan melarang mereka. Tanpa mereka sadari, mereka sudah masuk kedalam perangkap Randy dan Sherly