Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Penerimaan Raport


__ADS_3

Reynaa memulai hari dengan malas, karena hari ini adalah hari penerimaan raport. Dia tidak ingin melihat wajah bahagia seluruh santri yang akan didatangi orang tuanya, dia akan merasa cemburu melihat hal itu. Karena sudah dipastikan kedua orang tuanya tidak akan bisa datang.


Dia sudah biasa dan sudah tidak pernah lagi mengeluh akan hal itu, toh dia sudah punya teman dan tidak lagi merasa tertekan. Ya dia sudah nyaman bahkan lebih nyaman disini ketimbang di rumahnya


"Reynaa ayo bangun kok masih di kasur? Hari ini kan penerimaan raport" kata Aisyah yang sudah berpakaian rapi, dia menarik selimut Reynaa


"Gue males ah, gue mau tidur seharian" jawab Reynaa bergumam


"Kamu jangan gitu dong!" Lalu Aisyah menyemprotkan spray wajahnya ke wajah Reynaa


"Ihh apaan sih?"


"Ayo bangun!"


"Ya ampun nih anak belum bangun?" Tanya Nisa yg baru saja datang. Lalu mereka berdua menarik tangan Reynaa


"Iya iya gue bangun" jawab Reynaa


"Nah gitu dong! Semua orang udah pada rapih, kamu masih bau iler" ejek Nisa. Reynaa segera berdiri dan pergi ke kamar mandi


Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya Reynaa sudah siap


"Emang yah kalau cewek cantik mandi bebek aja tetep cantik, sedangkan kita mandi harus sejam" ejek Nisa


"Enak aja mandi bebek, gue mandinya bener tau, elonya aja yang kelamaan" jawab Reynaa


Setelah berdebat mereka segera pergi ke aula tempat acara pertemuan wali santri. Reynaa berjalan diapit 2 temannya, tinggi Reynaa yang diatas rata-rata membuatnya selalu jadi perhatian. Ya tinggi 2 temannya itu hanya sebatas pundak Reynaa.


Ditambah lagi prestasi yang dicapai Reynaa dalam waktu singkat membuatnya menjadi sosok sempurna yang dikagumi banyak santri. Bahkan tak sedikit juga santriwan yang menyatakan cinta kepadanya, tapi semua dia tolak karena tidak mau mengenal yang namanya cinta. Tapi kalau tentang Fahri gimana? entahlah Reynaa pusing memikirkan kejadian semalam


"Dek!" Teriak Reyhan memanggil Reynaa dari jauh


"Abang ngapain kesini?" Tanya Reynaa setelah Reyhan sampai ditempat adiknya dengan nafas ngos-ngosan

__ADS_1


"Gue disuruh bunda jadi wali Lo" jawab Reyhan


"Udah gue duga" kata Reynaa


"Ayo Salim dulu adek Abang" Reyhan menjulurkan tangannya dan Reynaa menyalami tangan itu malas, dia juga menyalami kakak sepupu yang datang bareng abangnya


"yang semalem gimana?" goda Reyhan


"udah deh! Abang pulang aja!" usir Reynaa


"Enak aja ngusir-ngusir? Gue mau ketemu Fahri, gue mau interogasi dia" Jawab Reyhan


"Ngapain? Sok penting aja Lo" ejek Reynaa


"kakak mau nanyain tugas kuliah" jawab Bagas


"tugas kuliah?"


"terserah deh gue mau pergi dulu, kak aku pamit" pamit Reynaa kepada 2 kakaknya


"Emm dek tunggu! Itu temen Lo?" Cegah Reyhan


"Iya, kenapa? Naksir? bukannya udah ada Luna?" Tanya Reynaa


"Nis Ais kenalin ini Abang gue Reyhan dan satunya kak Bagas" Reynaa mengenalkan 2 kakaknya kepada 2 temannya, dengan semangat Reyhan mengulurkan tangan


"Saya Nisa dan saya Aisyah" jawab 2 teman Reynaa seraya menangkupkan kedua tangan


"Haha bukan muhrim ga boleh bersentuhan, yok kita pergi!" Kata Reynaa menepis tangan Reyhan yang melayang dan berlalu pergi


"Kampret tuh anak!" Umpat Reyhan. Melihat tingkah kedua kembar itu membuat Bagas menahan tawa. Mereka lalu pergi ke rumah Fahri


Reynaa dan temannya duduk di kursi untuk bagian santri. Beberapa saat kemudian Reyhan, Bagas, dan Fahri masuk ke dalam aula itu yang sudah sesak dengan santri dan walinya. Melihat 3 pemuda itu Aisyah membuka suara

__ADS_1


"Reynaa kak Bagas tampan yah?"


"kalau aku masih kak Fahri dong?" kata Nisa yang membuat dada Reynaa sesak, entah cemburu atau bersalah


"kalian ga ada yang suka Abang gue?" tuntut Reynaa membuat kedua temannya tertawa lirih


"aku takut berurusan sama adiknya yang kaya singa" jawab Nisa yang membuat Reynaa jengkel


"awas aja kalian yah!"


"ampun" jawab Nisa dan Aisyah bersamaan


Acara masih diisi dengan sambutan kepala madrasah dan dilanjutkan oleh kyai Maulana. Saat yang ditunggu-tunggu adalah penyerahan penghargaan kepada murid dan santri berprestasi. Terlihat lebih dari sepuluh piala yang berjejer di meja depan kepala madrasah, dan terdengar panggilan untuk Reynaa dan walinya untuk maju ke atas panggung.


Reyhan kaget setengah mati, dia tidak percaya dengan apa yang dikatakan MC. MC menyampaikan lomba-lomba yang telah diikuti oleh Reynaa yang berhasil mendapatkan piala-piala itu. Dengan mata berkaca-kaca Reyhan maju kedepan diikuti Reynaa dibelakangnya.


Kepala madrasah memberikan mic kepada Reyhan dan memintanya menyampaikan beberapa kata, dengan suara bergetar Reyhan memulai bicara


"assalamualaikum. Perkenalan saya Reyhan Malik Ibrahim dan ini adik saya Reynaa Malika Ibrahim, kami adalah kembar. Masyaallah saya benar-benar kaget dengan penuturan dari MC tadi, saya sungguh tidak percaya dengan ini. Tapi ini bukanlah prank, ini pasti sungguhan. Harusnya yang berdiri disini adalah ayah saya, tapi saking sibuknya beliau mengutus saya menggantikannya. Tapi kalau saya tidak menurut, saya tidak akan tahu tentang hal ini. Kalau boleh sedikit cerita, kami adalah korban dari kesibukan orang tua. Orang tua kami selalu menyampingkan kami anak-anaknya, dan lebih mementingkan pekerjaannya. Kami tidak kekurangan materi, tapi kami sungguh kekurangan kasih sayang. Jujur saja adik saya selalu berbuat onar karena dia hanya ingin diperhatikan orang tuanya, bukannya lebih diperhatikan tapi malah dimasukkan ke pesantren ini. Tapi saya yakin pak kyai bisa merubah adik saya menjadi lebih baik dan ternyata ini lebih SANGAT LEBIH. Itu saja yang bisa saya sampaikan, saya tidak bermaksud menjelekkan orang tua kami dan dek gue bangga sama Lo. wassalamualaikum"


Gemuruh tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin di dalam aula menyaksikan pasangan kembar itu berpelukan, ada yang menangis haru dan ada juga yang senyum bahagia. Mereka seakan ikut merasakan perasaan kedua kembar itu.


Lalu MC mempersilakan Reynaa untuk berbicara


"assalamualaikum ga ada yang bisa saya sampaikan, semua udah disampaikan sama Abang saya, sampe-sampe keonaran saya yang selama ini saya tutupi ikut dibongkar juga. Saya cuma mau minta maaf kepada kalian yang pernah kena imbas ke liaran saya. Itu aja wassalamualaikum" Semua bertepuk tangan dengan tawa mendengar pernyataan Reynaa


Tadi saat datang karena parkiran di pesantren penuh Bagas memarkirkan mobilnya di parkiran taman. Melihat ada lapangan basket, sebelum pulang Reyhan ingin mengajak Reynaa berduel. Setelah acara selesai, Reyhan langsung mengajak Fahri, Bagas, Reynaa dan 2 temannya untuk jalan-jalan di taman kota.


Reyhan mengajak Reynaa bermain basket, sudah lama mereka tidak main bareng. Seperti biasa Reyhan tidak bisa mengalahkan Reynaa, selalu saja Reyhan yang kalah. Fahri Bagas dan Nisa Aisyah menonton 2 kembar itu di tempat yang berjauhan.


Setelah setengah jam kemudian mereka merasa capek, Reyhan menggiring semua ketempat penjual bakso pinggir taman. Setelah makan dan puas bermain Reyhan pamit pulang, begitu juga dengan Fahri,Reynaa, Nisa dan Aisyah ikut pulang setelah mobil Bagas tak terlihat lagi.


Fahri berjalan terlebih dulu, mengingat kejadian semalam membuatnya malu dan selalu memikirkan yang tidak-tidak tentang Reynaa. Apalagi tadi melihat Reynaa yang bercucuran keringat, sungguh membuatnya tak tahan dengan gejolak dalam dirinya

__ADS_1


__ADS_2