Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Kak Polisi Ganteng


__ADS_3

Sudah tiga hari ini polisi muda bernama Abbas dengan setia menunggu di depan salah satu ruang kamar rawat inap sebuah rumah sakit kecil. Ternyata didalam kamar itu ada seorang gadis yang mungkin saja banyak orang sedang mencarinya, dia masih terkulai lemah dan belum sadarkan diri dari pingsannya tiga hari yang lalu.


Reynaa masih setia menutup matanya, mungkin dia enggan untuk membuka mata karena tidak mau merasakan sakit memikirkan tentang kekasih hatinya itu. Terlihat beberapa luka lebam di pinggir mata dan sudut bibirnya, tapi banyaknya luka di wajahnya tidak bisa menutupi kecantikan gadis itu. Kata dokter Reynaa hanya kelelahan, daya tahan tubuhnya juga lemah karena terlalu lama terkena angin malam.


Abbas mengelus puncak kepala Reynaa dengan lembut, ternyata orang yang dia incar di balap liar tiga hari yang lalu adalah seorang perempuan. Tapi kenapa garis seimut dan secantik Reynaa datang ke tempat itu dengan dandanan seperti laki-laki dan menantang puluhan orang untuk menghajarnya. Memang cari mati


Abbas mengingat kejadian tiga hari lalu, dia datang menyaksikan balap liar dengan tujuan meringkus orang-orang yang terlibat didalamnya. Saat balapan akan berlangsung, sebuah mobil Ferrari berwarna merah datang ke tengah-tengah kerumunan pembalap. Reynaa keluar dari mobil itu dengan penampilan yang berbeda, dia menanggalkan gamis dan hijabnya diganti dengan jaket kulit, celana jeans dan kupluk hitam yang menutupi rambutnya. Penampilannya sama seperti beberapa tahun yang lalu, ditempat itu juga


Reynaa menawarkan uang 5 juta untuk orang yang mau meminjamkan motornya dan menantang pebalap lain untuk balapan dengan taruhan uang 20 juta. Tergiur dengan uang yang besar nilainya, banyak pebalap yang berminat adu balap dengannya. Mereka juga memandang remeh Reynaa, tapi mereka hanya bisa gigit jari saat balapan dimenangkan olehnya


Reynaa tersenyum meremehkan kepada lawannya saat dia menerima uang hasil taruhan


"nih duit gak guna buat gue! gue bakal kasih cuma-cuma kalau kalian bisa ambil!" ucap Reynaa seraya memasang kuda-kuda menantang


Tanpa aba-aba mereka menyerang Reynaa bersamaan, awalnya dia masih bisa mengatasi. Tapi setelah beberapa menit dia merasa kewalahan, pukulan lawan yang tidak bisa dihindarinya sudah terasa berdenyut. Abbas yang dari tadi memperhatikan hanya bisa menganga tak percaya dengan kehebatan Reynaa


Akhirnya setelah menumbangkan beberapa orang saja, dia menginstruksikan untuk berhenti. Dia juga tidak sanggup untuk melawan puluhan orang. Reynaa menghamburkan segepok uang yang diterimanya tadi didepan orang-orang itu, dia segera masuk ke mobilnya dan pergi.


Abbas mengikuti mobil itu dan melupakan niatan awalnya tadi. Dia penasaran dengan sosok Reynaa yang baru muncul dalam pengintaiannya yang sudah beberapa kali ini. Terlihat mobil itu berbelok ke arah pantai dan berhenti di sana.


Tampak Reynaa keluar dari mobil sambil menggenggam sebuah hijab bergo ditangannya


"Fahri brengsek!" teriak Reynaa mengumpat seraya melempar kupluknya kearah laut dan segera memakai hijab yang dibawanya.


Dia tampak menoleh ke kiri dan kanan takut ada orang yang melihatnya. Tanpa dia sadari ada orang yang terkejut melihat tingkahnya, karena sedari tadi Abbas menganggapnya seorang pemuda


Abbas masih setia ditempatnya dari 3 jam yang lalu, dia mengawasi gadis itu dari kejauhan. Dia tidak berani menghampiri Reynaa meskipun dia mengkhawatirkan gadis itu, sudah 30 menit hujan turun disana meski tidak terlalu deras. Dia berharap gadis itu segera meninggalkan tempat ini karena malam semakin larut ditambah hilangnya bintang karena mendung, rintik hujan semakin deras, dan tiupan angin juga semakin kencang


Abbas terus memperhatikan gadis yang membiarkan tubuhnya itu diterpa air hujan dan kencangnya tiupan angin, Reynaa tetap berdiri tegak. Sampai akhirnya perhatiannya teralihkan oleh dinginnya air hujan yang sudah menembus jaket tebal terasa pada kulitnya. Dia sudah mendapati tubuh yang diperhatikannya sedari tadi tergeletak di atas pasir. Abbas segera menghampiri tubuh itu dan membawanya ke rumah sakit

__ADS_1


...


Reynaa terbangun dari tidurnya dan menyadari ada seseorang yang menggenggam tangannya. Reynaa terkejut sontak menarik tangannya sendiri dan memposisikan duduknya, kepalanya terasa berdenyut


"siapa Lo?" tanya Reynaa meringis memegang kepalanya yang sakit


"kamu tenang dulu, maaf aku lancang pegang tangan kamu!"


"hijab gue mana? jadi selama gue tidur Lo liyatin rambut gue?" Reynaa sadar kepalanya tidak tertutup, Abbas mencari barang yang Reynaa tanyakan dengan panik


"i-ini, maaf! aku mau panggil dokter dulu" Abbas mengulurkan hijab itu lalu pergi


Tidak berapa lama Abbas kembali dengan seorang dokter dan suster, dokter cantik itu memeriksa kondisi Reynaa


"aku gapapa dokter!" kata Reynaa yang merasa risih dengan stetoskop yang menempel


"iya, kamu udah bisa pulang! tunggu infusnya habis ya!"


"tenang aja! aku bukan pria mesum!" jawab Abbas yang masih mendengar pertanyaan Reynaa


"bukan cowok mesum tapi pegangin tangan gue?" sarkas Reynaa


Reynaa menurunkan kakinya dan melepas paksa selang infus yang menempel di tangannya


"hey, jangan dilepas!" ucap ketiga orang itu bersamaan


"aww, udah terlanjur!" sahut Reynaa enteng tapi tetap kesakitan


"dasar ABG labil!" ejek Abbas berlalu pergi, Reynaa yang tidak terima melempar orang itu dengan bantal. Dokter dan suster itu hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka

__ADS_1


"udah yah! sini tangannya dibersihkan dulu, kamu harus tenang biar ga pusing lagi!" bujuk dokter itu lembut sembari membersihkan tangan Reynaa


...


Fahri mengendarai mobilnya dengan senyum yang merekah, meskipun wajahnya kusam dan terdapat beberapa luka lebam akibat amukan Bagas yang menghajarnya karena menyakiti Reynaa. Selama tiga hari dia dibuat pusing mencari Reynaa apalagi mendengar amukan Bagas dan ayah, baru kali ini dia mendapat amarah dari ayah.


Fahri hanya bisa pasrah dan menerima perlakuan itu tanpa mampu menjelaskan kebenarannya. Pikirannya kacau dan tidak bisa berfikir jernih, dia bingung memikirkan Reynaa yang hilang entah kemana saat itu. Dia hanya diberi tahu tentang penyebab menghilangkannya Reynaa dan itu adalah fitnah


Setelah melaporkan kehilangan Reynaa ke beberapa kantor polisi pagi ini, dia langsung meluncurkan mobilnya ketempat yang sudah diberitahu oleh seseorang yang kemungkinan polisi. Sebuah rumah sakit di pinggiran kota yang cukup jauh dari kampus ataupun rumah


Perasaan senang dan khawatir dirasakannya bersamaan, dia senang karena dia akan bertemu dengan gadis yang tiba-tiba menghilang karena mungkin sakit hati kepadanya. Tapi dia juga khawatir karena gadis itu sedang dirawat di rumah sakit


Reynaa sedang makan dengan lahapnya ketika Fahri membuka pintu ruang kamar inapnya, sedangkan Abbas hanya speechless dan geleng-geleng kepala melihat tingkah Reynaa. Abbas tidak habis pikir ketika Reynaa meminjam ponselnya tadi, bukannya menghubungi keluarganya tapi Reynaa malah memesan online banyak makanan pedas


Fahri mengucap salam kepada penghuni ruangan itu dan langsung dijawab, dia segera berhambur memeluk Reynaa


"uhuk, lepasin! gue keselek!" ucap Reynaa yang mendapat pelukan yang tiba-tiba, Fahri segera melepas pelukannya dan memberi Reynaa minum


"maaf"


"siapa sih Lo? sok kenal banget!" kata Reynaa yang membuat Fahri kaget dan bingung. Fahri menatap Abbas yang duduk tak jauh dari mereka menuntut penjelasan


Abbas mendekat ke ranjang Reynaa, dia akan memperjelas situasi yang membuat Fahri bingung


"boleh minta waktunya! perkenalan nama saya Abbas, saya polisi yang tiga hari lalu menyelidiki kasus balap liar yang meresahkan masyarakat. Saya mendapati saudari Reynaa ikut terlibat dalam balapan itu. Tapi setelah saya intai dan ikuti, anda hanya anggota atau orang yang ikut serta. Bukan dalang, ketua, ataupun penyelenggara yang kami jadikan target. Saat saya mengikuti anda, anda pingsan di pinggir pantai karena kelelahan dan kedinginan. Saya mengabaikan tugas saya 3 hari ini karena menunggui anda, karena itu saya diberi tugas untuk mengusut kasus orang hilang yang kemungkinan dilaporkan oleh saudara Fahri. Karena itu juga saya menghubungi anda untuk datang kesini karena orang yang anda cari sedang bersama saya. Oh ya! satu lagi, saudari Reynaa tidak dalam kondisi amnesia. Jadi jangan pura-pura tidak ingat!" jelas Abbas panjang lebar yang dibalas ucapan terima kasih oleh Fahri, sedangkan Reynaa memandangnya sebal


"Reynaa, kita pulang yuk! Ayah nyariin kamu!" bujuk Fahri memohon


Reynaa hanya diam dan membuang muka, tiba-tiba timbul pikiran untuk membalas Fahri

__ADS_1


"Kaka polisi ganteng, makasih ya udah tolongin aku! aku lebih terimakasih kalau Kaka mau anter aku pulang! mau yah?" kata Reynaa dengan wajah dibuat seimut mungkin, membuat Abbas mengangguk kikuk karena terpesona dengan rayuan Reynaa. Sedangkan Fahri geram karena cemburu dibuatnya.


__ADS_2