
Entah sudah berapa jam Reynaa tidak sadarkan diri, Reyhan dan para sahabatnya masih setia menunggu Reynaa sampai siuman. Reyhan terus menggenggam tangan Reynaa dengan perasaan campur aduk
Reyhan mengacak rambutnya frustasi, dia bingung dengan apa yang harus dilakukannya. Dia takut tidak bisa menjaga adiknya dengan benar, di juga takut kalau keadaan adiknya semakin tidak baik-baik saja karena hamil saat jauh dari keluarga, apalagi orang hamil sangat membutuhkan suaminya
Keempat sahabatnya tahu apa yang dipikirkan Reyhan, tapi mereka hanya bisa menguatkan dan memberi semangat.
'jangan bingung! pikirkan dengan kepala dingin!' ucap Syam sambil menepuk pundaknya
Jam menunjukkan pukul tiga sore saat Jimmy pamit untuk pergi ke tempat mengamennya, disana pasti para rekannya sudah menunggu. Jimmy berjalan gontai menyusuri trotoar menuju persimpangan jalan, entah kenapa dia sangat galau mendengar kabar kehamilan Reynaa
Tidak seperti biasanya yang selalu ceria, kali ini Jimmy terlihat murung. Hal itu membuat dua rekannya penasaran karena seperti bukan Jimmy yang biasanya
'tumben murung gitu mukanya? Oh ya, tuan putri mana? Kok Lo cuma sendiri? Lo sengaja gak ngajak dia biar gue mati karena merindukan dia ya?' Cerocos Zack sang pemain gitar, bualannya membuat Jimmy ingin muntah saja
Zack adalah Playboy tukang gombal yang juga suka kepada Reynaa dengan terang-terangan. Hal yang membuat Jimmy semakin kesal karena semakin banyak juga pesaingnya untuk mendapatkan hati Reynaa
Jimmy hanya diam dan tidak menghiraukan Zack, dia lebih memilih menyiapkan alat-alat musiknya bersama rekannya yang lain. Tapi lama-kelamaan dia juga merasa kesal karena Zack yang memainkan gitarnya dan bernyanyi asal tentang Reynaa dengan gombalan-gombalan tidak jelas
Jimmy yang kesal merebut gitar yang dipakai Zack
'berhenti sebut-sebut Reynaa lagi, asal Lo tau ya! gue juga suka sama dia, tapi gue gak norak kayak elo. Sebenarnya Reynaa udah bersuami, kita tuh udah kalah sebelum berperang. Jadi jangan sampe Lo bikin dia gak nyaman sama tingkah Lo!'
Akhirnya Omelan Jimmy membuat Zack terdiam, ada rasa sakit dalam hati Zack. Ternyata rasa sukanya kepada Reynaa hanya bertepuk sebelah tangan
...
Fahri menatap bayangan dicermin, dia membasuh mukanya di kamar mandi Reynaa.
"aarrrhhhh" teriaknya sambil mengacak rambutnya, kepalanya berdenyut seakan mau pecah. Hari ini ayah mertuanya dan Nisa menceritakan banyak hal tentang dirinya dan Reynaa yang malah sama sekali tidak diingatnya
Ayah Indra memintanya untuk kembali bekerja di kantor dan anehnya dirinya merasa ahli dalam bidang itu. Fahri merasa nyaman dengan pekerjaannya, sampai akhirnya ayah mengajaknya pulang ke rumah dan bertemu Nisa yang membuatnya pusing karena memaksanya untuk ingat.
Nisa menunjukkan semua hal tentangnya dan Reynaa, mulai dari foto, video, barang pemberian, sampai selimut dengan bercak darah pun tak luput dia tunjukkan
"kamu harus tanggung jawab dan harus ingat semuanya!" itulah kalimat yang terngiang-ngiang di kepala Fahri
Fahri mengambil wudhu dan melaksanakan shalat magrib di kamar itu juga
"ya Allah! dia adalah istri hamba, kembalikanlah ingatan hamba tentangnya! hamba harus bertanggung jawab kepadanya!"
Fahri mengusap wajahnya dan berbalik badan, terlintas bayangan Reynaa mencium tangannya. Dejavu itu membuat kepala Fahri berdenyut hebat sampai membuatnya pingsan dan tanpa seorangpun yang tahu
...
Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, tapi Reyhan sama sekali tidak bergerak dari tempatnya sedari tadi. Dia masih setia menunggu Reynaa siuman tanpa memperdulikan perutnya yang perih dan berbunyi berulang kali. Untungnya tadi siang Ibnu sudah membeli roti untuk mengganjal perut mereka
Beberapa menit kemudian tiba-tiba Reyhan merasa tangan yang digenggamnya bergerak.
"Alhamdulillah! Adek! Lo udah bangun?" tanya Reyhan senang adiknya sudah siuman, sedangkan Reynaa tidak menjawab dan hanya mengerutkan kening karena cahaya lampu ruangan yang membuatnya pusing
__ADS_1
Tanpa aba-aba Syam langsung memanggil dokter untuk mengecek kondisi Reynaa.
'tidak ada yang perlu dikawatirkan, setelah infus habis pasien diperbolehkan pulang!' ucap dokter lalu pergi
Keadaan menjadi hening setelah kepergian dokter itu, keempat orang itu hanya menatap khawatir Reynaa yang hanya diam dengan tatapan kosong.
Sebenarnya Reynaa hanya merasa bersalah dan dia juga sangat ingin tertawa. Reynaa mendengar suara perut keempatnya yang saling bersahutan, pasti mereka sangat mengkhawatirkan dirinya sampai-sampai mereka kelaparan
Reynaa mencabut selang infusnya dengan cepat, hal itu membuat keempat orang itu terkejut dan panik.
"astaghfirullah Adek! kok dicabut infusnya! tuh kan berdarah!" ucap Reyhan panik, dia langsung mengusap sedikit darah yang mengalir di lengan Reynaa
Reynaa tidak peduli dengan Omelan abangnya, dia lalu menurunkan kakinya
"gue mau pulang! Nu tolong sepatu gue dong!" jawab Reynaa segera berdiri, Ibnu yang dimintai tolong langsung mengambil sepatu Reynaa dan memasangkannya
"biar gue pakein ya!"
"tapi dek! infusnya belum habis, badan Lo masih lemes!" bujuk Reyhan lagi agar adiknya diam
"bang! gue sehat wal Afiat, lagian gue mau masak! gue laper!" jawab Reynaa kekeuh
Reyhan tidak bicara lagi, dia tahu adiknya pasti tidak memperdulikan omelannya. Dia lebih memilih menggandeng lengan Reynaa untuk membantu berjalan.
Sesampai dirumah Reynaa benar-benar tidak bisa dicegah untuk memasak, dibujuk untuk beli makanan diluar pun tidak mau. Alhasil keempat orang itu harus membantu Reynaa memasak
Reyhan menyambar tangan adiknya yang ingin kembali ke kamar
"kenapa bang?" tanya Reynaa kembali duduk
"gue mau bilang sesuatu tentang Lo dek!"
"ada apa sih? kok serius gitu mukanya?"
Reyhan menelan ludahnya, dia takut saat membayangkan bagaimana reaksi Reynaa setelah tahu kalau dirinya hamil
"Lo tahu kenapa tadi Lo pingsan?"
"ya gue kecapekan, tadi perut gue kram! tapi sekarang udah gapapa. Emang kata dokter gue punya penyakit serius yah? tapi tadi dia bilang gue gapapa kan?" oceh Reynaa yang membuat rasa takut Reyhan berkurang
Reyhan hanya menggeleng, itu membuat Reynaa semakin bingung. Reynaa penasaran dengan apa yang mau Reyhan sampaikan
"Lo jujur sama gue! dihari pernikahan Lo, Lo udah ngelakuin hal itu kan?"
Reynaa yang ditanya tentang hal pribadinya merasa malu, wajahnya merah padam. Apalagi ada orang lain disana, meskipun Michael dan Syam tidak mengerti bahasa mereka, tapi ada Ibnu juga disana, mereka juga pasti sudah tahu permasalahannya.
Reynaa hanya menunduk menahan malu
'Ibnu, Syam, Michael! bisa kalian tinggalin kita berdua!' pinta Reynaa yang langsung dituruti oleh ketiganya
__ADS_1
"Lo tau? gara-gara burung brengsek si Fahri, sekarang Lo hamil!" ucap Reyhan berapi-api, dia sangat kesal kepada Fahri sampai tidak memilah ucapannya dengan benar
Sedangkan Reynaa yang mendengar hal itu mengerutkan keningnya bingung, dia berusaha mencerna ucapan abangnya. Reynaa terkejut dan syok setelah tahu apa maksud Reyhan
Reynaa menggelengkan kepala, dia tidak percaya dengan apa yang Reyhan katakan. Setetes air mengalir dari matanya
"gak mungkin bang! Lo bercanda kan? Lo bohong kan?" air matanya mengalir semakin deras
Reyhan menarik nafas dalam, entah apa yang dia putuskan salah atau tidak
"mereka kembar, udah umur dua bulan! semua terserah Lo, gue gak akan maksa Lo pulang! Kalau Lo mau tinggal gue bakal bertanggung jawab sepenuhnya, jadi Lo harus ikut apa kata gue. Tapi saat mereka lahir, mau Lo setuju atau enggak gue harus kasih tau ayah. Dan saat si brengsek itu muncul dihadapan gue, jangan sampe Lo ada didepannya buat lindungi dia!"
Reyhan meninggalkan Reynaa dengan tangan mengepal menahan amarah, kali ini dia sangat marah kepada Fahri. Meninggalkan Reynaa yang masih menangis sesenggukan, Reynaa tahu perasaan Reyhan sama-sama hancur sepertinya
"apa kalian baik-baik aja disana? Umi bodoh ya? umi gak bisa merasakan kehadiran kalian!" ucapnya sambil mengelus perutnya yang sedikit membuncit itu, perut yang dia anggap hanya efek karena kebanyakan makan
Jimmy memasuki rumah dan mendapati Reynaa yang masih duduk di meja makan. Masih terdengar isakan lirih Reynaa yang membuat Jimmy mendekat
'Reynaa! Lo baik-baik aja kan?' tanya Jimmy, Reynaa yang kaget langsung mendongakkan kepala, dia mengusap sisa air matanya
Jimmy duduk di kursi miliknya, menghadap Reynaa berniat untuk menghibur. Dia tahu pasti Reynaa merasa syok dan bingung
'Lo galau ya? sama gue juga!' Reynaa bingung dengan ucapan Jimmy
'Lo galau kenapa? bukannya Lo gak punya pacar!'
'gue galau karena cewek yang gue suka ternyata udah bersuami dan sedang hamil, gue galau banget karena gak bisa milikin dia!'
Reynaa mengerutkan keningnya bingung, apa Jimmy menyukainya?
'bukannya gue kePDan ya! tapi apa cewek yang Lo taksir itu gue?' tanya Reynaa masih dengan wajah bingung, Jimmy menjawab dengan anggukan sambil tersenyum dan itu berhasil membuat Reynaa salah tingkah
Jimmy ingin Reynaa tahu perasaannya, meskipun dia tidak akan bisa memiliki Reynaa
'kaya gak ada cewek lain aja!' ucap Reynaa menundukkan wajahnya
'gue suka Lo tulus, jadi gue harap Lo lupain suami Lo dan terima cinta gue! gue bakal bahagiain Lo dan bayi Lo selamanya!' ucap Jimmy dengan nada serius
Tiba-tiba terdengar suara deheman, Ibnu, Michael dan Syam menghampiri keduanya. Sepertinya mereka bertiga menguping pembicaraan Reynaa dan Jimmy
'tidak semudah itu Ferguso! gue juga mau kali!'
'Reynaa, gue siap jadi suami Lo! jadi istri gue aja!'
'Reynaa, pilih gue aja! gue siap bahagiain Lo dan bayi Lo!'
Ucap ketiganya bergiliran, hal itu membuat Reynaa jadi pusing sendiri
'apa-apaan sih kalian?' teriak Reynaa frustasi
__ADS_1