Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Bertemu Reyhan


__ADS_3

Hari ini Reynaa berdiam diri dikamarnya, saat semua santri berkumpul mengikuti kegiatan sholawat di Jum'at sore. Dia merasa iri pada kebahagiaan semua santri karena besok adalah hari penerimaan raport yang akan mengundang seluruh wali santri. Membayangkan saja dia sudah sedih, dia tidak bisa merasakan kebahagiaan itu.


Dengan posisi rebahan di kasur, earphone ditelinga dan pandangan menerawang. Entah apa yang dia dengarkan, apakah lagu favoritnya atau lantunan ayat-ayat Al-Quran untuk membantu Reynaa menghafal. Reynaa tidak pernah membuka sosial media, dia hanya menggunakan Handphonenya untuk komunikasi dan belajar.


Tiba-tiba ada panggilan masuk ke Handphonenya, Reynaa segera mengangkat panggilan itu setelah tahu kembarannya yang menelepon.


"assalamu'alaikum ada apa bang?"


"Waalaikum salam dek! doain gue biar menang ya! gue ikutan turnamen gamers"


"yang bareng kak Fahri itu ya? banyak banget sih yang Lo ikutin"


"iya! ini impian gue dek, emang sih gue rakus ikutan semua kompetisi lomba-lomba, tapi insyaallah gue sanggup kok"


"yaudah terserah, gue doain semoga berhasil. Lo udah minta doain ayah bunda?"


"hehe, gue ikutan ini diem-diem jadi Lo juga jangan bilang-bilang ayah ya!"


"gimana sih Lo? yaudah deh bay! assalamualaikum"


Panggilan terputus, Reynaa penasaran dengan apa yang abangnya lakukan. Reynaa segera bersiap, dia akan meminta kak Fahri untuk mengajaknya ikut ke tempat turnamen. Dia harus kesana, Reynaa berhias secantik mungkin dan langsung pergi ke rumah pak kyai


"Assalamualaikum kak Fahri?" Reynaa masuk kerumah pak kyai dan langsung mengetuk pintu kamar Fahri


"waalaikum salam, kamu ngapain ngetuk pintu kamar aku?" Fahri heran tidak seperti biasa Reynaa begitu, setelah membuka pintu dia terpesona pada kecantikan Reynaa


Fahri melihat penampilan Reynaa yang tidak seperti biasanya yang hanya memakai bedak bayi saja, bahkan gadis itu memakai lipglos dan perona pipi


"aku mau ikut, kak Fahri mau pergi ke turnamen kan?" rengek Reynaa semanja mungkin


"Ga boleh Reynaa! tidak sembarang orang bisa kesana"


Reynaa memeluk lengan Fahri dan "cup" Reynaa mencium pipi Fahri.


Reynaa segera menjauh ketika pak kyai dan umi datang


"Untung saja ga ketahuan" batin Reynaa


"pak kyai Reynaa boleh ikut kak Fahri ya? tadi kak Fahri ngajak Reynaa ketemu Abang. Kan Reynaa kangen boleh ya?" pinta Reynaa yang menjengkelkan buat Fahri, bisa-bisanya dia pandai memutar balikkan omongannya. Fahri juga terkejut atas perlakuan Reynaa


"boleh asal Fahri bisa jaga kamu" kata umi


"i iya" wajah Fahri memerah


Mereka masuk ke dalam mobil, mobil melaju dengan kecepatan sedang. Mereka berdua diam, tidak ada yang berbicara.


"kak maafin aku!"


"iya"


"kok dingin sih ngomongnya?"


"aku emang gak secerewet kamu"


"ihh kok gitu? aku cium lagi nih ya!"


"ehh jangan asal sosor aja kamu! anak gadis itu harus jual mahal dong!"


"ehh aku gini ke kamu aja tau" Fahri kaget mendengar penuturan Reynaa


"jujur banget sih jadi cewek?" batik Fahri

__ADS_1


Fahri mengerem mendadak dia ingin tahu benar apa nggak pernyataan Reynaa


"kok berhenti sih?" Reynaa kaget mobil berhenti mendadak, dia mulai beringsut saat Fahri mendekat dengan tatapan aneh


"kak Fahri mau apa?" Reynaa menggeser duduknya hingga ke pojok jok mobil, dia menutup mata karena Fahri semakin mendekat dan "tuk" Fahri menyentil dahi Reynaa, membuat Reynaa kesakitan


"sok-sokan ngomong gitu, aku mendekat aja udah ketakutan" Fahri mengejek Reynaa lalu melajukan mobilnya lagi


"aku kan cuma goda kakak, lagian aku yakin kak Fahri ga bakal ngapa-ngapain aku"


"ya tetep aja ga boleh kaya gitu Reynaa! kalau aku khilaf gimana?"


Reynaa terdiam tidak menjawab lagi, Fahri harus sabar menghadapi tingkah laku Reynaa yang membuatnya menegang dan hilang fokus. Fahri mengambil botol minum yang ada di dashboard dan meminumnya agar pikirannya kembali fokus. 15 menit kemudian mobil telah sampai dan berhenti di area parkir sebuah gedung


Reynaa menggandeng lengan Fahri tanpa izin dari pemiliknya, dia menyuruh Fahri untuk mengakui kalau Reynaa adalah kekasihnya supaya dia bisa ikutan masuk ke tempat turnamen. Ternyata cara itu berhasil juga karena saat di depan pintu masuk mereka sempat diberhentikan oleh penjaga, tetapi akhirnya mereka diperbolehkan masuk.


Reynaa tidak bisa langsung menemui Reyhan karena Reyhan masih bertanding. Reynaa didudukkan di kursi penonton, dia disuruh menunggu disana karena Fahri juga akan ikut bertanding. Reynaa duduk di tempat yang masih terlihat oleh Fahri sehingga Fahri dapat menjaganya meski dari jarak jauh


Sialnya Fahri tidak bisa fokus pada permainannya, dia selalu saja melihat ke arah Reynaa. Apalagi dengan penampilan Reynaa yang berhijab membuatnya menjadi pusat perhatian, tak sedikit Fahri mendapati wajah laki-laki yang menatap Reynaa dengan tatapan syahwat.


Fahri semakin tidak fokus setelah dia melihat raut wajah tidak suka Reynaa yang terganggu oleh laki-laki yang menggodanya. Selang 18 menit saja permainan Fahri berakhir, dia berhasil dikalahkan oleh lawannya karena ketidakfokusannya


Fahri segera menghampiri Reynaa dan merebut tangan Reynaa yang sudah digenggam oleh laki-laki salah satu lawannya.


"apa-apaan Lo, maen rebut aja!"


"jangan ganggu kekasihku!" ucap Fahri garang. Sebenarnya Reynaa bisa menghajar orang itu, tetapi dia tahan agar tidak membuat keributan.


Fahri berjalan tanpa melepas genggamannya sambil mengomel


"aku bilang apa tadi? kamu harus jual mahal, kamu kok ga kaya dulu? kata Abi dulu kamu pernah menghajar santriwan yang menggoda kamu, tapi apa tadi?"


"kak Fahri mau aku bikin ribut apa? kalo aku sih malu, lagian kan udah ada kakak yang jaga aku"


Fahri terus menggandeng tangan Reynaa, mereka menuju basecamp timnya. Ternyata sudah ada Reyhan disana, Reyhan sudah menyelesaikan permainannya. Reyhan terkejut saat melihat Fahri datang dengan adiknya, dia juga melihat tangan mereka bergandengan.


"wah-wah kalian kesini mau minta restu dari gue?" tanya Reyhan membuat Fahri sadar kalau tangannya masih menggandeng tangan Reynaa dan segera melepasnya


Reyhan sedikit tidak senang dengan kedatangan Reynaa


"ngapain Lo kesini?"


"gue kan penasaran, lagian kak Fahri kok yang ngajak!"


"apaan? orang kamu yang maksa ikut! jangan bohong deh!" elak Fahri


"yaudah kita makan abis itu Lo berdua harus pulang!" Reyhan membereskan barangnya, dia tahu sifat keras kepala adiknya


"emm Fa, Lo udah maen apa belom?" tanya Reyhan ke Fahri


"ya udah lah! nih adek kamu yang bikin ga fokus, dia digodain ama anak dragon, ya cuma maen 18 menit deh" mendengar penjelasan Fahri membuat Reyhan terbahak


"haha. kok ga dibiarin aja?"


"ya gimana lagi? suruh jaga sama Abi"


"udah deh gue restuin hubungan kalian!"


Mereka bertiga menuju tempat makan yang tersedia di gedung itu juga, Reyhan memanggil waiters dan mempersilakan Fahri dan adiknya agar memesan makanan yang diinginkan


"pesen yang kalian mau! gue traktir!" Reynaa tiba-tiba ingin makan makanan yang pedas, selama di pesantren dia tidak pernah makan pedas, dia memesan 4 macam sekaligus

__ADS_1


Reyhan dibuat tercengang


"dek Lo yakin bisa habisin itu semua"


"yakin lah!" Fahri dan Reyhan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Reynaa


"kamu menangin permainannya Rey?"


"iya dong! tinggal 3 pertandingan lagi gue bakal jadi pemenang se Asia tenggara"


"kak Bagas mana?"


"masih maen, dia bakal nyusul kalo udah kelar"


Akhirnya makanan yang dipesan sudah datang, terlihat juga Bagas yang berjalan menghampiri mereka.


"udah selesai maennya?"


"udah, ini Adek kok bqisa ada disini? makannya banyak lagi? dek itu 4 piring punya kamu semua? Kaka minta satu dong!"


"no! pesen aja sendiri, ini extra pedas kak Bagas ga bakal kuat"


Mereka berempat sedang menyantap makanan masing-masing, tidak ada yang bicara. Tiba-tiba datang gadis berpenampilan seksi, gadis itu menyapa Fahri


"Fahri! kamu tega yah, kamu sengaja kan ngajak dia biar bikin aku cemburu"


Gadis itu memeluk Fahri dari belakang, Fahri tak terima dia segera berdiri dan melepaskan pelukan gadis itu "apaan sih kamu?"


Reynaa tidak tinggal diam, dia menggebrak meja dan menarik lengan Fahri


"apa perlu bukti kalau aku memang istrinya Fahri?" Reynaa menarik lengan Fahri ingin mencium bibirnya, mengetahui akan ada bahaya Fahri segera memegang kedua pipi Reynaa dan "cup" Fahri mencium dahi Reynaa, itu lebih aman ketimbang ciuman bibir. Melihat itu gadis pengganggu tadi segera pergi


Setelah itu keadaan menjadi canggung, wajah Fahri dan Reynaa memerah. Reyhan bertepuk tangan


"wah hebat juga Fahri yah?"


"adek kamu tuh! maen sosor aja!" elak Fahri


Mendengar itu Reynaa merasa malu meskipun dengan Abang dan kakak sepupunya sendiri, Reynaa berdiri dan menunjuk Fahri


"udah bagus gue tolongin juga!" Reynaa menyalimi Bagas dan segera pergi


"kejar tuh adek gue! terakhir gue nyari dia yang lagi ngambek sampe keliling kota tau!"


"aku pulang dulu Assalamualaikum"


Akhirnya Fahri bisa mengejar Reynaa dan tidak sampai kehilangan jejak. Meski memberontak Fahri tetap menggandeng tangan Reynaa menuju mobil. Setelah masuk mobil Fahri segera menancap gas


"maafin aku!" sesal Fahri tapi Reynaa tetap tidak bergeming, Reynaa memilih membuang muka ke samping menatap jalanan.


Karena merasa diabaikan Fahri menepikan mobilnya, meminta maaf sampai memohon kepada Reynaa tetapi Reynaa tetap diam. Lama-lama Fahri kesal dengan tingkah Reynaa, Fahri menarik pipi Reynaa yang sudah dia pegang dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir Reynaa. Fahri merasakan bibir Reynaa yang manis juga pedas, manis karena rasa lipglos yang dipakai dan pedas karena makanan pedas yang dimakan Reynaa, Fahri seakan tidak mau mengakhirinya


...


Tepat jam setengah delapan mobil Fahrimemasuki halaman rumah, Reynaa segera turun dari mobil dengan mengucapkan terimakasih tanpa menoleh sedikitpun ke Fahri. Terlihat dua temannya sudah menunggunya didepan kamar.


Reynaa merebahkan tubuhnya di kasurnya. Dia hanyut dalam pikirannya sendiri meskipun disampingnya ada 2 teman yang mengomelinya karena kebingungan mencarinya. Reynaa tak percaya dengan apa yang dilakukannya tadi, bagaimana bisa dalam satu malam dia berciuman dengan Fahri sampai 3 kali dan itu 3 macam ciuman yang berbeda


Dia memegang dadanya , detak jantungnya masih belum kembali normal sedari tadi saat di mobil.


"apa iya gue suka sama kak Fahri?" batin Reynaa yang diteruskan dengan gelengan

__ADS_1


"Reynaa kamu kenapa sih? pulang-pulang kok jadi aneh!" tanya Aisyah yang aneh dengan sikap Reynaa


__ADS_2