
Fahri menghirup dalam udara London yang dingin, untung saja pak Rama sudah memberitahunya lebih dulu kalau di negara itu sedang musim dingin. Meskipun tetap saja hodie yang dipakainya tidak lebih hangat dari jaket bulu yang biasa warga negara sana pakai.
"Kayaknya aku harus beli jaket bulu deh! Pake hodie Doble masih aja kerasa dingin" gumamnya sambil menyeret koper
Fahri celingukan, kemarin ayah berpesan kalau ada orang yang akan menjemputnya. Setelah mencari beberapa menit, akhirnya Fahri menemukan seseorang dengan papan namanya.
Fahri menghampiri pria berkacamata yang kira-kira berusia 10 tahun lebih tua darinya. Pria berbadan atletis dengan tampang lokal sama sepertinya, tak lupa lesung pipi yang terlihat saat pria itu tersenyum menyapanya.
"Tuan Fahri yah?" Tanya pria itu ramah sambil membungkuk hormat
"Iya, saya!" Jawab Fahri tersenyum, dia senang karena orang yang akan mendampinginya disana adalah orang Indonesia juga
Fahri berjalan mengikuti pria yang sudah mengambil alih kopernya, pria yang menjadi kepercayaan ayah mertuanya untuk mengurus cabang perusahaan disana. Juga merangkap sebagai pengawas kedua kembar keluarga Malik itu, tentu saja tanpa sepengetahuan dari keduanya
Mobil melaju dengan kecepatan sedang menuju hotel tempat Fahri tinggal selama berada di sana
"Mas namanya siapa?" Tanya Fahri memulai pembicaraan, dia menggunakan panggilan itu supaya terdengar lebih akrab
"Perkenalkan tuan! nama saya Iqbal, saya yang akan mendampingi anda dan menjadi asisten pribadi anda selama disini"
Fahri hanya manggut-manggut, sebenarnya dia tidak nyaman dipanggil dengan sebutan tuan. Tapi selama dia bersama ayah mertuanya, dia selalu mendapat sebutan itu.
Iqbal menunduk hormat kepada Fahri setelah mengantarnya ke hotel
"Anda bisa istirahat hari ini, besok pagi saya akan menjemput anda untuk membahas proyek kita dengan perusahaan G Corps" ucap Iqbal yang hanya dibalas dengan anggukan, dia lalu pamit pergi
Fahri segera menghampiri kasur dalam kamar hotel itu, badannya sangat lelah setelah duduk terlalu lama di pesawat
"ahh nyamannya!" serunya setelah merebahkan tubuhnya di kasur. Meskipun saat di pesawat duduk di kursi kelas bisnis, tidak membuatnya merasa nyaman. Sepanjang perjalanan dia tidak bisa tertidur sedikitpun, Fahri tidak putus berzikir karena memang itu penerbangan pertamanya
Fahri mengeluarkan ponselnya, dia memutar salah satu video yang dia dapat dari Yanto dan sahabat Reynaa yang lain
"masak iya aku jatuh cinta sama cewek yang suka KDRT?" cicitnya melihat video dirinya yang sedang dihajar oleh Reynaa saat masa ospek di kampusnya, ternyata saat itu Yanto merekamnya
Fahri tersenyum, dia yakin bahwa dirinya yang dulu sangat mencintai Reynaa. Bagaimanapun caranya dia harus cepat mengingat masa lalunya, kalaupun tidak bisa dia harus tetap menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab.
"Reynaa, maafkan aku! izinkan aku untuk bersujud dikakimu!" gumamnya sebelum terlelap dalam tidurnya
...
__ADS_1
Raut cemberut tak lepas dari wajah Reynaa yang mulai kemarin di kurung dalam kamarnya. Karena kemarin Reynaa bermain saat turun salju terlalu lama, alhasil dia terkena demam dan flu
"Abang, gue udah baik-baik aja! kalo gak boleh kuliah ya seenggaknya bolehin keluar rumah kek?" rengek Reynaa yang menghentikan aktivitas Reyhan mengompres
Reyhan menyentil dahi Reynaa pelan, dia rela tidak pergi magang dan kuliah demi merawat Reynaa, tapi Reynaa sendiri malah bikin dia kesal
"gak ada! demam Lo aja belum turun, mau maen aja kerjaannya! baik-baik aja apanya? tuh makanan 3 piring cuma berkurang 3 sendok! Lo tuh lagi hamil dek, gak kasian sama anak Lo?" omel Reyhan panjang lebar
Reynaa hanya bisa terdiam, dia tidak berani membantah lagi.
"iya, maaf!" ucap Reynaa sedih setelah beberapa saat, hal itu membuat Reyhan merasa bersalah
"okeh! gue bolehin Lo keluar rumah asal Lo harus normalin suhu badan Lo dan habiskan sepiring makanan ini!" putus Reyhan pada akhirnya
Reynaa sedikit bersemangat, dia meminta abangnya menyuapinya
"Abang, makanannya asin!" keluh Reynaa dengan hati-hati, dia takut Reyhan mengomel lagi
Reyhan merasa dirinya tidak becus jadi kakak, masak makanan layak saja tidak bisa. Tanpa mencicipinya pun Reyhan sudah tahu, lidah orang sakit yang seharusnya makan apapun terasa hambar saja malah merasa keasinan, apalagi lidah Reyhan yang sehat walafiat
Reyhan menumpuk 3 piring makanan itu dan membawanya keluar, tidak mungkin dia lanjut menyuapi adiknya yang sakit dengan makanan itu. Dia memutuskan untuk menghubungi salah satu sahabatnya agar membelikan makanan untuk Reynaa, mumpung nafsu makan Reynaa sudah kembali
...
Syam menyesal karena tidak bisa mengikuti Reynaa kemarin, kalau saja dia melakukannya Reynaa tidak mungkin pergi terlalu jauh dan jatuh sakit. Tadi pagi dia mengintip sedikit ke dalam kamar Reynaa, disana Reynaa terlihat sangat lemah
Mungkin tidak hanya Syam yang merasa seperti itu, Michael, Ibnu dan Jimmy pasti merasakan hal yang sama mengingat Reynaa adalah pujaan hati mereka
Tiba-tiba Syam yang melamunkan Reynaa dikejutkan dengan pena yang dilemparkan oleh dosen kepadanya. Dia jadi salah tingkah karena kedapatan melamun
'Saya baru ingat! Perusahaan G Corps sudah memilih desain taman yang kalian kumpulkan' ucap si dosen yang berhasil membuat Syam kembali memperhatikannya
Syam sangat penasaran desain taman milik siapa yang terpilih
'mereka memilih dua desain dan akan memadukan keduanya untuk taman mereka, selamat untuk Syam dan Reynaa! desain kalian yang terpilih!" lanjut sang dosen yang tentu saja membuat Syam kegirangan
Di fakultas lain, Jimmy berlari keluar kelas dengan semangat setelah dosen mengakhiri mata kuliahnya. Dia ingin sampai ke mobil lebih dulu dan akan mengemudikannya, dia ingin cepat sampai rumah dan tidak ingin Michael yang mengemudi karena terlalu lambat
'Jimmy, tunggu!' suara seseorang yang malah membuat Jimmy jengah saat mendengarnya, selain karena dia terburu-buru, dia juga tahu pemilik suara itu
__ADS_1
Melihat Jimmy berhenti, Jessi berlari mengejarnya. Dia ingin mengajak Jimmy clubing nanti malam
'nanti malam kita clabing yuk! Lo kan udah lama gak Dateng ke club'
'jangan ganggu gue lagi! gue gak bakal pergi kesana lagi' jawab Jimmy acuh sambil berlalu pergi
Lagi-lagi Jessi diacuhkan, dia menebak itu pasti karena Reynaa
'awas saja Lo Reynaa! gara-gara Lo, Jimmy cuekin gue!' oceh Jessi sambil menghentakkan kakinya karena kesal
...
Reyhan mengumpat pelan saat mendengar suara gaduh para sahabatnya. Dia segera keluar dari kamar Reynaa karena tidak ingin suara mereka mengganggu Reynaa yang baru saja tertidur. Reyhan geleng-geleng kepala melihat para sahabatnya berebutan satu kantong makanan
Dengan muka garang, Reyhan menjitak bergantian kepala para sahabatnya.
'berisik banget Lo, udah bosan tinggal disini ya? disuruh beli makanan lama banget!' omel Reyhan yang berhasil membungkam mulut sahabatnya, mereka tertunduk diam
Reyhan merebut kantong makanan itu dan membawanya kembali ke kamar Reynaa. Musnah sudah harapan Ibnu, Syam, Jimmy dan Michael bisa melihat keadaan Reynaa, padahal mereka sangat mengkhawatirkannya.
...
Fahri membuka mata ketika mendengar bunyi alarm di ponselnya, entah kenapa dia merasa kepalanya sangat pusing dan berat.
"ya Allah! baru setengah hari aja udah meriang, gimana kalau harus tinggal lama disini!" monolognya setelah mengecek suhu badannya yang diatas normal dan itu pasti karena suhu udara disana yang dingin
Terpaksa Fahri harus meminta bantuan kepada Iqbal untuk membelikannya obat
"Mas Iqbal tolongin saya!" ucap Fahri lemah setelah teleponnya tersambung, Iqbal yang mendengar suara bosnya butuh bantuan segera meninggalkan ruang rapat
"tuan, anda baik-baik saja kan?"
Sebenarnya Fahri tidak ingin merepotkan siapapun, tapi dia terpaksa meminta Iqbal untuk membelikannya obat dan makanan karena dia baru beberapa jam di negara itu.
Tak perlu waktu lama Iqbal sudah sampai di depan kamar Fahri, dia mengetuk pintu beberapa kali sampai pintu terbuka
"maaf buka pintunya lama, saya..." ucap Fahri terjeda karena keburu kembali masuk ke kamar mandi
Iqbal membantu Fahri yang muntah dengan memijit leher belakangnya, dia tersenyum. Bosnya itu muntah selain karena sakit pasti juga karena Reynaa yang sedang hamil.
__ADS_1