
Setelah subuh suasana dirumah keluarga Malik tampak sibuk oleh aktivitas para pelayan, mereka disibukkan dengan berbagai kegiatan untuk persiapan pernikahan Reynaa dan Randy nanti siang. Meskipun begitu mereka tetap untuk tidak membuat gaduh, agar tidak mengganggu penghuni rumah yang masih tertidur
Meski pernikahan itu tidak diinginkan oleh siapapun, tapi pernikahan tetap akan dilaksanakan. Terlihat jelas dari raut wajah semua pelayan, tidak ada senyum kebahagiaan dalam aktivitas mereka. Terlebih lagi di wajah paruh baya Bi Asih, seakan beliau ikut merasakan kesedihan yang dirasakan sang pengantin wanita
Tadi saat sholat subuh, para pelayan disuguhi pemandangan mengharukan dari semua penghuni rumah. Diimami oleh eyang Malik dengan makmum ayah, bunda, Nisa, Reynaa dan eyang Nida, sholat subuh berjamaah itu terasa sangat memilukan.
Tangis pun pecah saat ayah meminta maaf kepada Reynaa, beliau menyesal karena telah mengorbankan Reynaa demi keselamatan perusahaannya. Ayah juga meminta maaf untuk ketidakbecusannya yang tidak bisa menemukan pengganti tuan Frans sampai akhir waktu yang ditentukan
Reynaa hanya membesarkan hati ayah kalau itu bukan salahnya, ini memang takdir Allah yang diberikan untuk Reynaa. Dia harus sabar dan ikhlas menerima takdir itu, berharap ada keberkahan dan hidayah dibalik pernikahan ini meski tidak ada sedikitpun kebahagiaan yang menyertai
Bi Asih dan para pelayan hanya menatap iba kepada nona muda mereka yang terlihat sangat rapuh. Pasalnya Reynaa yang sedari kecil adalah gadis yang periang, ceria, berani, tangguh dan kuat, kini berubah 180 derajat dan terlihat sangat menyedihkan.
Kini Reynaa sudah duduk didepan meja rias dan siap untuk di dandani oleh penata rias. Dia menatap bayangan wajahnya di cermin, pipi tembemnya yang dulu kini jadi tirus dan kantung matanya terlihat menghitam. Dia menangkupkan kedua tangannya diwajahnya, menepuk-nepuknya pelan sambil menggumamkan kata-kata semangat untuknya sendiri
Sesuai permintaan sang mempelai wanita yang meminta pernikahan sederhana, kini ruang tamu utama rumah itu sudah dihiasi berbagai macam pernak-pernik dan bunga segar. Hanya akad nikah tanpa pesta mewah, tanpa ribuan tamu undangan dan juga tanpa awak media. Bagi Reynaa tidak ada kebahagiaan yang harus dibagikan kepada semua orang atas pernikahannya itu
Sebenarnya keluarga Randy tidak setuju dengan pernikahan yang hanya dirayakan dengan sederhana. Mereka bersikukuh untuk merayakan pesta pernikahan yang mewah dan meriah, mereka tidak ingin gelar pebisnis sukses dan sosialita mereka turun hanya karena pernikahan sederhana anaknya
Setelah bunda mengutarakan alasan yang bisa diterima oleh keluarga Randy, akhirnya mereka bisa menurut. Bunda bilang kalau pernikahan ini harus disembunyikan dulu karena sebelumnya bunda sudah membatalkan pernikahan Reynaa dan Fahri. Akan ada berita miring tentang Randy yang merebut Reynaa kalau sampai awak media tahu
...
Jam menunjukkan pukul sembilan pagi, saat Luna memasuki rumah Reynaa yang sudah didekorasi dengan berbagai macam hiasan. Hidangan juga sudah siap berjajar rapi diatas meja, dia datang lebih awal dari sahabatnya yang lain karena ingin memberikan semangat kepada Reynaa.
Setelah menyalami ayah dan bunda Reynaa, Luna langsung menaiki tangga menuju kamar Reynaa dilantai dua. Dia mengetuk pintu kamar Reynaa dan meminta izin untuk masuk
"Reynaa, ini aku Luna. Aku boleh masuk kan?" tanya Luna yang langsung membuka pintu tanpa menunggu jawaban
Luna mendapati Reynaa yang sedang didandani dua penata rias dan Nisa yang sudah dia tahu tunangan Reyhan
"assalamualaikum!" ucap Luna yang terus dijawab oleh semua yang ada dikamar itu
Luna menatap wajah datar Reynaa, terlihat ada kesedihan disana
__ADS_1
Luna terus menatap Reynaa, sampai-sampai orang yang ditatap merasa tidak nyaman
"apaan sih Lo? udah deh! jangan menatap gue iba kaya gitu!"
"maaf ya Rey! kamu yang sabar ya!"
"udah ya! jangan bikin mewek lagi!" ucap Reynaa seceria mungkin
"ihh, masak iya kang pukul bisa mewek!" ejek Luna yang seketika membuat Reynaa tertawa
"yang lain mana?"
"Ga tau, nanti bakal nyusul katanya!"
Luna terus mengoceh tentang banyak hal yang bisa membuat Reynaa tersenyum, dia ingin menghilangkan kesedihan Reynaa meskipun hanya sebentar
"Nisa kamu harus tahu, Reynaa dulu pas SMA sering ikut-ikutan tawuran antar pelajar. Tapi selalu saja Reyhan dateng jemput dia sambil jewer telinganya, lucu banget!"
"lucu apanya! jangan ngumbar aib orang deh!" ucap Reynaa yang disambut gelak tawa oleh semua
"nah selesai!" ucap Nisa yang membantu Reynaa memakai kebaya pengantinnya
"wih cakep banget kamu Rey!" puji Luna
"dari dulu kali!"
"emang iya? aku tahu, dulu kamu berpenampilan kaya cowok dan bikin aku baper karena naksir Reyhan. Eh tapi itu dulu ya Nisa, sekarang udah nggak!"
Mereka saling bercerita banyak hal sampai terdengar suara deru mobil memasuki pekarangan rumah. Luna dan Nisa hanya bisa menguatkan dan menyemangati Reynaa, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Reynaa berusaha menguatkan hatinya agar tidak terlihat lemah
...
Tepat pukul sepuluh pagi rombongan keluarga Randy memasuki pekarangan rumah keluarga Reynaa, ada tiga mobil yang datang. Tuan Frans hanya mengajak keluarga dua adiknya saja untuk mengiringi pernikahan putra semata wayangnya
__ADS_1
Bibir Randy tidak henti-hentinya menyunggingkan senyum, dia kelewat senang karena sebentar lagi Reynaa akan jadi miliknya.
"sebegitu gilanya Lo ke Reynaa?" bisik Sherly kepada Randy karena melihat Randy yang tidak berhenti tersenyum
"cinta memang gila Sher!"
"stres Lo!" ejek Sherly lagi yang memutar matanya malas
Randy sudah siap mengucapkan ijab qobul dihadapan penghulu, kini tinggal menunggu kedatangan Reynaa yang masih belum keluar dari kamar. Terlihat raut bahagia dari wajah tampannya, dia mengenakan setelan jas dan celana warna putih. Tak lupa juga peci putih diatas kepalanya
Dua menit kemudian pandangan Randy tertuju kearah Reynaa yang sedang berjalan dengan bunda dan Nisa di sisi kanan dan kirinya. Seakan terhipnotis oleh kecantikan Reynaa, Randy menatap tanpa berkedip juga dengan mulut menganga.
Meski tanpa senyum, kecantikan Reynaa mampu membuat siapapun terpesona termasuk juga Fahri. Dia memang sengaja datang untuk menyaksikan pernikahan Reynaa, meskipun sudah dipastikan dia akan merasa sakit yang teramat sangat. Nasib cintanya akan lebih tragis lagi saat dua hari kemudian, dimana dia harus menikahi Sherly
Reynaa duduk berjarak satu meter dibelakang ayah, beliau duduk diantara Randy dan pak penghulu yang saling berhadapan. Randy masih setia dengan tatapannya kepada Reynaa yang akhirnya disadarkan oleh penghulu
"mas Randy, mempelai wanita sudah hadir. Apa anda sudah siap?"
"eh. em iya pak saya siap!"
Pak penghulu yang bernama pak Ali itu mulai merapalkan doa-doa, Reynaa hanya bisa menunduk berusaha mencegah air matanya untuk tidak menetes. Disebutkannya nama Reynaa dan Randy disela-sela doa sang penghulu
Pak Ali mulai menjabatkan tangan ayah Reynaa dan tangan Randy
"pak Indra sudah siap?"
"iya!"
"Monggo silahkan, diucapkan!"
"saudara Randy Nugroho saya nikahkan dan kawinkan kamu dengan putri saya yang bernama Reynaa Malika Ibrahim dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar lima milyar rupiah dibayar tunai!"
Ayah mengucapkan dengan lantang, sebenarnya Reynaa hanya meminta mas kawin seperangkat alat sholat saja. Tapi tuan Frans bersikukuh untuk memberikan uang yang cukup besar kepada Reynaa. Randy menjawab ijab qobulnya dengan terbata-bata dan salah. Hingga pengucapan yang dilakukan tiga kali, baru Randy bisa mengucapkan dengan benar
__ADS_1
Sayangnya saat penghulu bertanya sahnya pernikahan kepada seluruh saksi dan tamu, ada satu suara menggelegar yang mendahului semua orang dengan mengucapkan kata TIDAK SAH. Semua mata tertuju pada si empunya suara itu termasuk juga Reynaa