
Fahri hanya bisa berdecak kesal melihat Reynaa yang tertawa dengan riangnya bersama Izzah dan keempat sahabatnya. Entah apa yang mereka bicarakan, Fahri memperhatikan mereka dari jauh. Fahri sampai merasa kalau tidak ada lagi rasa cinta dihati Reynaa
Fahri merasa Reynaa memperlakukannya tidak adil, bagaimana bisa Reynaa akrab dengan Izzah tapi tidak dengannya. Setelah kejadian kaburnya Reynaa dua bulan yang lalu, Fahri langsung mengajak Izzah dan 2 teman kampus yang menolongnya untuk menjelaskan kejadian sebenarnya yang telah membuat Reynaa salah paham.
Untungnya semua orang kembali percaya kepada Fahri dan memaafkannya, termasuk juga Reynaa. Alih-alih hubungan mereka jadi tambah mesra, Reynaa malah kembali memberlakukan kesepakatan mereka untuk saling berjauhan. Meskipun tidak menunjukkan sikap benci, tapi sikap Reynaa masih cuek kepadanya. Perlakuan Reynaa itu membuatnya frustasi dan sangat merindukan sosok gadis itu
Fahri tidak lagi mengkhawatirkan Reynaa yang selalu saja banyak cowok yang mendekatinya. Fahri senang karena Reynaa selalu saja menolak, menghindar dan mengabaikan semua cowok yang menggoda dan mendekatinya. Termasuk juga Randy yang paling rajin dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan hati Reynaa, Randy masih tidak tahu diri kalau tindakan memaksanya itu mengganggu Reynaa
Yang harus dikhawatirkannya yaitu kedekatan Reynaa dengan Abbas. Ternyata Abbas itu adalah teman masa kecil Reynaa dan Reyhan. Setelah mengantar Reynaa pulang dari rumah sakit, ayah mengenali Abbas yang ternyata anak tetangga mereka saat masih tinggal bersama eyang Malik. Setelah hari itu Reynaa dan Abbas masih berhubungan dan semakin akrab. Bahkan Abbas memanggil Reynaa dengan sebutan Nana, panggilan masa kecil yang membuat Fahri cemburu setengah mati
...
Fahri bergegas pergi dari kantor menuju restoran, jam menunjukkan pukul lima sore dan Reynaa mengabarinya untuk datang. Reynaa bilang kalau dia tidak bisa ke restoran karena masih ada mata kuliah tambahan, sedangkan saat itu adalah jam ramai-ramainya pelanggan datang ke restoran mereka.
Tapi setelah Fahri sampai dan memasuki restorannya itu, dia disuguhi pemandangan Reynaa yang sedang ada di belakang mikrofon dengan gitar dipangkuannya. Fahri terpaku ditempatnya berdiri melihat Reynaa mulai menyanyikan lagu selamat ulang tahun dari jambrud. Matanya tak berkedip saking terpesonanya kepada Reynaa.
Sampai ditengah lagu Reynaa berhenti memainkan gitarnya itu dan menaruhnya, sambil terus bernyanyi diiringi pemain band dibelakangnya, dia mengambil alih kue tart yang dibawa Luna kepadanya. Lalu Reynaa menghidupkan lilin dengan angka 22 yang bertengger di atas kue itu.
Smoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita citamu
Mudah mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya.
Selamat Ulang tahun ...
__ADS_1
Selamat Ulang tahun ...
Fahri baru sadar kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya, dia sangat senang dan bahagia dengan kejutan yang diberikan Reynaa. Dia langsung menghampiri Reynaa yang masih duduk ditempatnya
"happy birthday hubby!" ucap Reynaa berbisik, wajahnya langsung memerah setelah mengucapkannya. Fahri yang mendengarnya seakan tidak percaya
"kamu bilang apa barusan?" tanya Fahri yang membuat Reynaa semakin malu
"berdoa dulu terus tiup lilinnya!" titah Reynaa tanpa menjawab pertanyaan Fahri
Fahri hanya bisa mengacak rambutnya karena gemas kepada Reynaa yang salah tingkah. Lalu Fahri mengambil mikrofon didepan Reynaa agar dia bisa berdiri leluasa
"okeh! hari ini aku ulang tahun dan aku mau merayakannya berdua dengan istriku. Karena itu para pelanggan bisa pergi tanpa membayar pesanan anda dan untuk karyawan kalian bisa pulang tanpa pemotongan gaji!" jelas Fahri yang membuat Reynaa melotot karena terkejut. Sontak Reynaa merebut mikrofon itu
"Ga bisa gitu, anda-anda semua bisa lanjutkan aktivitas kalian, jangan dengarkan omongan ngawur orang gila ini!"
Dengan gesit Fahri menarik Reynaa kedalam pelukannya, Reynaa yang terkejut dengan sikap Fahri malah fokus pada kue ditangannya agar tidak terjatuh
"kamu bilang aku gila?"
Reynaa hanya bisa menunduk tanpa menjawab pertanyaan Fahri yang mengintimidasi. Tapi dia langsung menatap Fahri saat melanjutkan ucapannya
"aku emang gila, aku gila karena kamu!"
Wajah Reynaa semakin memerah karena ucapan Fahri
Semua orang yang ada disana dibuat baper oleh pasangan itu, mereka tersenyum seakan ikut merasakan kebahagiaan mereka. Mereka tidak menyangka kalau sosok Fahri yang selalu tegas dan berwibawa bisa sebucin itu kepada Reynaa. Mereka seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, itu berbanding 180° dengan Fahri yang biasanya dianggap bos killer oleh sebagian karyawan
__ADS_1
Saat Fahri akan mendekatkan wajahnya, Reynaa segera menempatkan kue tart yang lilinnya masih menyala ditengah-tengah mereka membuat Fahri menepuk jidatnya
"aku mau kamu jadi istriku dan jadi umi dari anak-anakku!" harapan Fahri yang dilanjutkan dengan meniup lilin itu
Fahri mengambil kue yang dipegang Reynaa dan menjulurkannya ke sembarang arah, dengan tatapan mata yang masih tertuju pada Reynaa. Untungnya Luna tidak pindah dari tempatnya tadi dan segera mengambil kue itu. Fahri tidak bisa menahan lagi, dia memeluk Reynaa posesif. Menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Reynaa yang tertutup hijab, menghirup dalam-dalam aroma kesukaannya dan uminya yang terdapat pada tubuh Reynaa
Fahri ingin sekali mencium gadisnya itu, tapi mereka sedang ada didepan banyak orang. Setelah puas memeluk Reynaa, Fahri meminta hadiah ulang tahunnya
"kamu punya hadiah apa buat aku?"
"ini!" Reynaa mengambil kotak pipih yang lumayan besar, setelah dibuka ternyata dia memberikan hadiah baju Koko untuk Fahri
"ada lagi gak?" tanya Fahri yang membingungkan Reynaa
"Kaka mau apalagi? Ga suka hadiahnya ya?" Reynaa terlihat sedih
"kalau aku minta yang lain, kamu mau ngasih nggak?"
"kalau aku sanggup aku bakal belikan!"
"aku mau kamu cium aku!" ucap Fahri berbisik, wajah Reynaa langsung memerah seperti kepiting rebus
"yaudah kalau gak mau, aku mau balik ke kantor aja!" ucap Fahri karena tidak ada jawaban dari Reynaa
Fahri hanya berbalik dan belum melangkahkan kakinya, Reynaa menarik tangannya untuk berbalik lagi. Dengan cepat Reynaa mencium bibir Fahri, Fahri hanya pasrah mendapat ciuman dari Reynaa. Rupanya itu adalah akal-akalan Fahri agar bisa ciuman dengan Reynaa. Dia tahu saat ini dirinya jadi tontonan gratis orang yang ada disana, dan dia membiarkannya saja. Fahri memang benar-benar gila kalau menyangkut soal Reynaa
Reynaa melepas ciumannya yang singkat itu, dia terlalu malu kalau kelamaan melakukannya. Apalagi di depan banyak orang, itu saja sudah membuat wajah Reynaa memerah sempurna. Reynaa tidak bisa menetralkan jantungnya yang berdegup kencang, dia segera pergi ke ruangannya. Tanpa disadarinya sikap salah tingkahnya membuat Fahri ingin sekali menerkamnya karena gemas. Fahri mengikuti kemana Reynaa pergi, dia ingin melihat lagi wajah menggemaskan Reynaa yang malu-malu
__ADS_1
Ternyata ada satu orang yang memperhatikan kemesraan Fahri dan Reynaa dengan rasa kesal yang memuncak. Tangannya tidak berhenti mengepal saat Reynaa mencium bibir Fahri. Dia beranggapan kalau Reynaa sudah menyakiti hatinya dan berjanji untuk membuat hubungan mereka hancur
"kalau gue gak bisa dapetin Reynaa, jangan harap kalian bisa bahagia!" janji Randy dalam hati