Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Perjodohan


__ADS_3

Pak kyai Maulana duduk bersila di masjid sendirian, tidak ada lagi santri yang masih setia disana, semua sudah bubar melaksanakan tugas mereka masing-masing setelah selesai melaksanakan sholat Dhuha berjamaah.


Beliau sudah merampungkan dzikirnya dan sekarang Pikirannya menerawang mengingat disaat Reynaa habis dikeroyok oleh anak punk dulu. Sehari setelah itu orang tua Reynaa datang untuk menjenguk Reynaa, mereka bertamu kerumah pak kyai. Saat Fahri disuruh untuk memanggilkan Reynaa, 2 keluarga itu meneruskan pembicaraan mereka


Flashback on


Pak kyai Maulana menginginkan ikatan 2 keluarga itu menyambung dengan tali pernikahan


"aku ingin keluarga kita terus menyambung" kata pak kyai menggantung


"maksud mas apa?" bunda bingung


"aku ingin kita menjadi besan"


"maksudnya Fahri dengan Reynaa"


"iya"


"ah kalau aku sih setuju banget mas, tapi masalahnya Reynaa anaknya seperti itu, yang ada nanti cuma malu-maluin kamu mas" bunda ragu


"Reynaa sebenarnya anak baik kok dek! Dia cuma butuh bimbingan aja" bela umi


"udah Bun gini aja, kita terima perjodohan ini. Kan Reynaa dibimbingnya sama mas Maulana, ya mestinya mas harus merubah sifat jelek Reynaa itu kalo ga mau punya menantu preman, ya kalau udah nikah Reynaa kan kita kasihkan ke mas juga" semua tertawa mendengar penjelasan ayah


"ya kamunya gimana didiknya, anak cantik gitu kok sifatnya kaya anak laki-laki"


"ya gimana lagi mas?"


"yaudah kalau gitu anak kita resmi dijodohkan ya? aku akan buat dia jadi lebih baik"


Flashback off


Kyai Maulana sudah mantap dengan pilihannya, beliau bangga dengan pencapaian Reynaa yang terus meningkat. Tiba-tiba pak kyai tersadar dari lamunannya karena ada santri yang menghadapnya


"ah waalaikum salam ada apa?"


"maaf kyai ada tamu dari pondok pesantren Al Ikhlas kota X"


"ooh sudah disuruh masuk?"


"sudah kyai"


"yaudah saya kesana"


Dan yang bertamu adalah sepasang suami-istri pengasuh pesantren Al ikhlas dan putrinya, disana sudah ada Umi yang menemui.


Pembicaraan mereka hanya sekedar membicarakan masa lalu, masalah pesantren, metode pendidikan, dan lain-lain. Sampai saat pak kyai menanyakan Putri dari tamunya itu


"kyai Siddiq, ini Putri anda? masyaallah cantik seperti Uminya" mendengar pujian itu pipi Izzah putri kyai Siddiq merona

__ADS_1


"ah bisa aja pak kyai" jawab umi Fatin


"kalau putra anda kan sudah lulus SMA ya?"


"oh anak saya kuliah di universitas Z masih semester 3"


"kok sama kaya Izzah, nama putra pak kyai siapa ya?" tanya Izzah


"namanya Fahri, Izzah kenal?" jawab pak kyai yang membuat Izzah senang karena dialah pujaan hatinya


"Sekedar tau saja pak kyai, kalau mas Fahri memang terkenal satu kampus" puji Izzah


"Ah bisa aja kamu!" Jawab pak kyai


"gimana kalau anak anda dan anak saya dijodohkan, biar bisa lebih akrab dan tali kekeluargaan kita lebih erat lagi" mendengar ucapan Abinya membuat Izzah semakin menunduk malu, tapi dia langsung kecewa karena jawaban kyai Maulana tidak seperti yang diharapkan


"mohon maaf kyai Siddiq, sepertinya tali kekeluargaan kita tidak bisa lebih dari ini. Karena putra saya sudah saya jodohkan dengan gadis lain"


"ooh begitu sayang sekali, tapi tidak apa-apa kok kyai. Kita masih bisa seperti ini"


"iya


"ooh ya putra pak kyai mana? kok ga kelihatan?"


"dia lagi ngantar santri lomba Tahfidz"


"lho kok tau?"


"gimana saya tidak tahu dia terkenal dengan suaranya yang indah itu, kalau saja saya punya putra pasti saya akan melamarnya"


"ooh begitu? sebentar lagi mereka pulang"


"memang santri Anda itu super-super"


"ah bisa aja!"


Selang beberapa menit Fahri dan Reynaa datang dan masuk kedalam rumah, tak lupa memberi salam dan menyalami semua orang yang ada diruang tamu


"Wah ini yang namanya Reynaa yang fenomenal itu?" Tanya umi Fatin


"Bu nyai bisa aja! Makasih!" Jawab Reynaa


Reynaa ikut bergabung diruang tamu sedangkan Fahri terus berjalan ke belakang tanpa menoleh ke arah Izzah yang membuat gadis itu kecewa


"Kak Izzah masih ingat aku nggak? Kita pernah ikut lomba bareng" sapa Reynaa kepada Izzah


"Mana mungkin aku lupa? Kamu lebih muda dari aku tapi selalu saja bisa ngalahin aku"


"Jangan gitu dong kak?"

__ADS_1


"Bahkan Izzah itu ga mau lagi kalau ikut lomba trus ada kamu ikutan juga"


"Umi jangan gitu ah"


"Ya Allah kak, yang bener?"


"Nggak kok Reynaa, yang diucapin umi ga bener, aku cuma ga pede"


"maafin aku ya kak!"


"ih bukan salah kamu kok!"


Tiba-tiba datang umi Zahra dari dapur dan mempersilakan semua tamunya untuk makan. Umi juga mengajak Reynaa tapi dia memilih kembali kekamar untuk beristirahat. Setelah makan keluarga kyai Siddiq itu pamit pulang


Setelah mobil tamunya tidak terlihat lagi, pak kyai masuk kedalam dan kembali duduk di ruang tamu. Terlihat beliau seperti sedang memikirkan sesuatu, umi yang menyadarinya terus menegur suaminya itu


"Abi mikirin apa? kok melamun?"


"ini lho, semakin kesini Abi perhatikan Fahri sama Reynaa itu kok ya kayak kakak adik aja. Berantem.. terus! kok ga sesuai harapan kita. Pas Reynaa sakit juga, bener Fahri perhatian tapi kok ga kelihatan cemistrinya gitu lho. Kalau Fahri ternyata punya pilihan lain gimana?"


"Abi ini! cemistri segala, emang tau artinya?"


"ya ga tau lah!"


"sok-sokan bilang gitu! orang ga tau artinya juga! mending Abi bilangin aja Fahrinya kalau dia dijodohkan"


"umi bener juga! abi minta tolong panggilkan Fahri ya!"


Umi mengangguk dan berjalan ke depan pintu kamar Fahri, setelah pintu terbuka umi menyampaikan pesan suaminya kepada anaknya yang ternyata sedang mengerjakan tugas di laptopnya.


Fahri segera mematikan laptop dan keluar kamar menghampiri abinya


"ada apa bi?"


"duduk dulu sini!" pak kyai menepuk kursi disebelahnya


"iya ada apa sih Bi?"


"Abi cuma mau bilang kalau kamu sudah Abi jodohkan, kamu harus nurut sama Abi! Ga boleh suka sama gadis lain dan cintailah calon istri yang sudah Abi jodohkan untuk kamu! terus...."


omongan Abi terpotong dengan suara handphone milik beliau yang berbunyi


Pak kyai segera mengangkat panggilan itu dan melupakan Fahri yang masih bingung juga bertanya-tanya tentang perjodohan yang Abinya sampaikan.


Seketika perasaan Fahri bercampur aduk, kenapa Abinya menjodohkannya dengan gadis lain sedangkan dia sudah punya gadis pilihannya sendiri. Fahri sangat mencintai Reynaa tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Abinya. Karena omongan yang pak kyai sampaikan tidak jelas dan menggantung, Fahri tidak tahu kalau gadis yang dijodohkan dengannya adalah gadis yang dia cintai


Seminggu sudah setelah omongan pak kyai tentang perjodohan itu, tidak ada omongan yang lebih lanjut dan lebih jelas. Reynaa yang tidak mengetahui tentang itu merasa sikap Fahri sedikit berbeda. Sekarang Fahri lebih sering menghindar, lebih banyak diam dan tidak pernah lagi menggoda Reynaa.


Fahri ingin menuruti kemauan Abinya untuk tidak menyukai gadis lain dan itu termasuk Reynaa, tapi ternyata buat Fahri itu sangat sulit. Bagaimana bisa Fahri harus memendam cintanya kepada Reynaa, sedangkan rasa itu telah ada lebih dulu. Fahri juga tidak sanggup untuk memberitahu Reynaa tentang perjodohan itu, Fahri takut akan menyakiti Reynaa

__ADS_1


__ADS_2