
Reynaa berdiri diantara ratusan mahasiswa baru yang sedang menjalani masa ospek. Dengan mengenakan hijab segiempat warna hitam, kemeja putih, rok hitam dan papan nama yang menggantung di lehernya dia berdiri dibawah sinar matahari langsung.
Sebenarnya Reynaa tidak perlu mengikuti masa ospek itu mengingat ayahnya adalah salah satu donatur tetap di universitas itu. Tapi Reynaa memilih untuk menjalaninya seperti mahasiswa pada umumnya
Entah Reynaa mendengarkan atau tidak, dia hanya menunduk saat ketua panitia ospek sedang berpidato panjang lebar didepan seluruh mahasiswa baru.
Tiba-tiba ada suara yang mengagetkan Reynaa
"kalau senior bicara itu perhatikan! jangan ngelamun!" kata Bagas dengan nada membentak yang sudah ada disebelah Reynaa dengan speaker yang dia jinjing
"maju ke depan!" bentak Bagas lagi, Reynaa hanya menurut dan melihat wajah menyebalkan Bagas yang sedang menyeringai dan mengedipkan mata kepadanya. Reynaa masih belum sadar kalau dia satu kampus dengan Bagas dan juga Fahri
"mau jadi apa kamu ga dengerin saya ngomong? sok pintar ya?" tanya ketua itu mengomeli Reynaa, sedangkan Reynaa hanya menunduk
"dia idola gue di sosmed, suruh dia cium gue dong!" bisik Bagas kepada ketua itu
"kamu harus dihukum! sekarang kamu harus cium dia!" Bagas menahan tawanya karena kebodohan temannya itu
"maaf kak saya udah punya suami! kalau boleh hukuman yang lain"
"cewek ini jago karate, suruh aja dia hajar si Fahri! lihat tu Fahri diem aja dari tadi" bisik Bagas lagi
Senior itu memanggil Fahri dan menyuruh Reynaa untuk menghajar Fahri dengan karatenya
Fahri terkejut saat dia dipanggil ketua yang ada Reynaa disampingnya, Fahri sangat bangga kepada ayah mertuanya yang memasukkan Reynaa ke universitas yang sama dengannya.
Tapi rasa senang Fahri berubah karena ketua itu menyuruh Reynaa untuk menghajarnya, nyalinya langsung menciut karena beladirinya masih amatir ketimbang Reynaa dan dia juga khawatir dengan nasibnya. Fahri mengingat bagaimana Reynaa menghajar lawannya sampai babak belur
Reynaa baru sadar jika dia kuliah ditempat yang sama dengan Fahri dan Bagas. Reynaa hanya bersedekap melihat Fahri mendekat dengan wajah takut, dia berfikir inilah saatnya Reynaa bisa menghajar Fahri.
Reynaa memasang posisi kuda-kuda
"siap Kakak senior?" tanya Reynaa dengan nada menyindir
Fahri hanya mengangguk dan mengikuti gerakan Reynaa
Reynaa mulai memukul Fahri dibagian wajah, perut, dada, lengan dan lainnya tapi sebisa mungkin Reynaa memukul tidak terlalu keras. Fahri hanya bisa pasrah tanpa mau melawan, Fahri sadar mungkin Reynaa sangat ingin memukulnya mengingat perlakuannya yang sangat menyebalkan.
Semua panitia ospek bersorak melihat Fahri yang kalah dihajar seorang perempuan, saat posisi Fahri yang tengkurap dan tangannya ditarik kebelakang oleh Reynaa tiba-tiba ada suara yang menghentikannya
"hey, stopped!" teriak Sherly yang baru saja datang dan melihat laki-laki pujaannya dihajar
Sherly menarik tangan Reynaa agar menjauh dari Fahri, dia mendapati wajah yang tak asing baginya
"elo?" Sherly kaget
"halo kakak?" Reynaa nyengir, Fahri berdiri dari duduknya
"Leo, dia cewek barbar yang suka godain Fahri, ngaku jadi istrinya juga! Ga tau malu banget!" adu Sherly kepada sang ketua
__ADS_1
"aku suka cewek barbar, lagian dia beneran istriku kok! mau bukti?" jelas Fahri menghampiri Reynaa dan memeluknya dari belakang, Fahri akan mencium gadis itu didepan semua orang. Reynaa tidak mau itu terjadi, dia segera menjauh
"kakak-kakak senior, jangan dengerin omongan orang gila ini! saya ijin ke toilet dulu, permisi!" Reynaa segera berlari meninggalkan semua orang yang tampak bingung, Fahri dan Bagas hanya terkekeh melihat tingkah Reynaa
Reynaa duduk di kantin kampus dengan semangkok bakso didepannya, berharap tidak ada orang yang mengenalinya dari kejadian tadi. Dia juga sudah ganti hijab dan memakai kacamata untuk mengganti penampilannya, tiba-tiba ada seorang gadis menghampirinya
"hai, kamu Reynaa Malika bukan?"
"iya bener?" jawab Reynaa sambil memandang wajah yang menyapanya
"aku Luna! apa kamu ingat aku?" Reynaa masih berfikir
"ohh, temen sekelas Reyhan kan? ayo duduk!"
"tadinya aku ragu, kamu beda kalau berhijab!"
"Untung aja ada yang kenal gue, Lo harus jadi temen gue!"
"emangnya kamu mau temenan sama aku?"
"kenapa nggak?"
"makasih ya Rey, oh ya makasih juga buat ayah kamu. Secara tidak langsung beliau udah nguliahin aku disini!"
"udah sepantasnya kali! Lo kan jenius!"
"sorry, kita boleh duduk bareng kalian ga? semua kursi pada penuh!" sapa Devi, Reynaa dan Luna mempersilahkan mereka duduk.
Mereka saling memperkenalkan diri dan ternyata mereka bertiga teman SMA. Mereka sama-sama menyenangkan dan mereka sepakat untuk jadi teman
"gapapa ada Lo nya di geng kita, kan Lo sampulnya aja cowok. Dalamnya Kan cewek!"
"duh senengnya bisa ketemu langsung sama kamu cin! apalagi jadi temen kamu, aku fans kamu loh!" ucap Yanto yang sifatnya gemulai seperti gadis
"emang Reynaa selebgram?" tanya Devi yang mengerti kalau Yanto itu netizen sejati
"kalau Instagramnya sih gak begitu terkenal, tapi kembarannya itu loh yang selebgram. Selalu jadiin Reynaa bahan unggahan di statusnya, Reynaa juga model kan?"
"iya! tapi udah deh ya, jangan bahas itu! makin gede kepala gue ntar!"
"eh-eh tau gak? tadi ada peserta ospek yang disuruh adu beladiri sama senior ganteng. Mana bisa menang kalau lawan cewek, muka gantengnya itu loh yang kasian!" kata Rita yang hobinya gosip
Mendengar itu wajah Reynaa langsung memerah, entah apa yang dirasakannya. Reynaa berharap semoga tidak ada yang tahu kalau itu dirinya
"halo, kalian semua teman-temannya Reynaa ya? kakak boleh gabung ya?" semua orang yang ada dimeja itu mengangguk, Reynaa kaget dengan kedatangan Bagas
"awas aja kalo nyebelin lagi ya! moga aja ga ada Fahri!" batin Reynaa
"aku kakak sepupunya Reynaa panggil aja kak Bagas! selamat bergabung di universitas... ya!" Bagas memperkenalkan dirinya dan dijawab dengan kata iya oleh mereka bersamaan
__ADS_1
Setelah kepergian Bagas Reynaa dibuat ketar-ketir dengan kedatangan Fahri, masalahnya laki-laki itu langsung merangkul dan mencium pipi Reynaa didepan teman-temannya
"dasar orang gila! pergi-pergi!" Reynaa mengusap pipinya dan mendorong Fahri
"kamu kok giniin aku sih sayang! harusnya kan kenalin suamimu ini ke temen kamu" rengek Fahri yang membuat semua orang yang ada disana terperangah. Semua teman Reynaa memandang kearah Yanto minta penjelasan kepadanya selaku fans Reynaa, dan Yanto pun mengangguk
Reynaa pergi meninggalkan kantin dengan Fahri yang terus menempel, Reynaa mengomel sambil jalan
"Kaka! kok tambah ngeselin sih!"
"apanya?"
"kita kan sepakat ga boleh dekat-dekat!"
"emang aku setuju?"
"ihh, stop ikutin aku!"
"salah sendiri kamu berani-beraninya hajar aku! mau KDRT ya?" wajah cemberut Reynaa berubah jadi menahan ketawa
...
Setelah pulang dari kuliah, Reynaa pergi ke perusahaan ayahnya. Dia akan protes kepada ayahnya karena memasukkan dirinya di kampus yang sama dengan Fahri.
Semua pandangan karyawan tertuju pada kecantikan anak Presdir mereka yang tidak pernah datang kesana
"assalamualaikum" Reynaa nyelonong masuk
"waalaikum salam, anak ayah tumben?" sapa ayah
"istriku ngapain kesini?" Reynaa kaget dengan keberadaan Fahri di sofa depan meja ayahnya, dia melotot menerima sapaan itu dan Reynaa lebih memilih mengabaikannya
"Ayah, kenapa aku harus satu kampus sama kak Fahri, ngeselin tau!" Reynaa merajuk
"emang kenapa? kan biar bisa jagain kamu!"
"bener tuh yah!" sahut Fahri
"kakak bisa diem ga! ini lagi, ngapain dia disini?" pelotot Reynaa lagi
"kamu belum tau? Fahri jadi wakil ayah sejak kamu pulang dari pesantren" Reynaa serasa frustasi
"pokoknya aku gamau satu kampus dengan kak Fahri!" Reynaa bersedekap memanyunkan bibirnya
"ayah, kalau kita menikah sah boleh ga?" pancing Fahri
"kak Fahri!" Reynaa mulai geram
Reynaa pulang ke apartemen dengan perasaan dongkol, dia harus nerima keputusan ayah tentang kuliah Reynaa. Dia harus menurut kalau tidak mau dinikahkan secepatnya dan lebih mengesalkan lagi ayahnya akan tetap menikahkannya satu tahun kemudian
__ADS_1