Reynaa Dan Reyhan

Reynaa Dan Reyhan
Kesal


__ADS_3

Di hari minggu pagi Nisa dan bunda mertuanya akan pergi mengunjungi Reynaa di apartemennya. Memang benar Nisa sudah tinggal bersama kedua mertuanya, meskipun hanya beberapa kali dalam seminggu.


Seperti tadi malam Nisa diajak bunda untuk acara amal yang diselenggarakan butik milik bundanya, dan setelah itu dia diminta untuk menginap


Kini Nisa menjadi pengganti Reynaa, dia selalu diajak bundanya untuk jadi model, merancang busana, diajari menjahit, menjaga Butik dan lain-lain.


Sebenarnya Nisa ditawari untuk kuliah oleh mertuanya, tetapi dia sadar dia masih berstatus istri siri Reyhan dan dia merasa tidak enak kalau kuliah dibiayai oleh mertuanya.


Nisa menolak tawaran itu dan lebih memilih untuk bekerja, dia bertekad untuk kuliah setelah memiliki uang yang cukup dari hasil kerjanya mengingat keluarganya yang pasti tidak sanggup untuk menguliahkannya.


Karena sifat keras kepala Nisa yang menolak tawaran bunda Anjani, beliau meminta Nisa untuk bekerja kepadanya. Nisa diminta untuk menjadi asisten pribadi bunda dan akan digaji seperti pekerja pada umumnya. Dia juga didaftarkan kuliah di universitas dekat butik yang dibayar dengan gajinya.


Nisa tahu itu hanya akal-akalan bundanya, mana mungkin dengan kerja yang super santai dia dapat gaji tiga kali lipat dan bisa kuliah gratis. Tapi Nisa tidak bisa menolak permintaan bundanya lagi, karena tidak ada alasan untuk menolaknya.


Sungguh beruntungnya Nisa bisa jadi bagian dari keluarga Malik, dia tidak kekurangan kasih sayang maupun finansial. Nisa bukanlah gadis matre, sebisa mungkin dia menolak perlakuan bundanya jika terlalu berlebihan


Tepat pukul sepuluh mobil yang bunda dan Nisa tumpangi sudah sampai di parkiran apartemen. Mereka berjalan beriringan membawa rantang dan kantong plastik yang berisikan makanan untuk Reynaa.


Setelah sampai di depan unit Reynaa, Nisa mengetuk pintu. Ternyata bukan Reynaa yang membuka pintu melainkan Aisyah, setelah Aisyah melebarkan pintunya terlihat Reynaa yang membawa kue ulang tahun ditangannya


"selamat ulang tahun Nisa!" teriak semua orang termasuk Fahri yang juga disana. Fahri menatap keempat wanita itu yang sedang asyik sendiri dan tidak mempedulikannya.


Fahri tidak bisa menyembunyikan wajah kesalnya yang sedang diacuhkan, ditambah lagi setelah semalam Reynaa mengerjainya. Setelah hampir satu bulan Reynaa tinggal di apartemen itu, baru semalam dia meminta Fahri untuk menginap dengan nada yang menggoda menurutnya


Fahri mengingat kejadian semalam, kejadian yang membuatnya kesal setengah mati. Selama perjalanan ke tempat Reynaa, Fahri terus mendendangkan sholawat yang berjudul tabassam dengan wajah yang riang, membayangkan senyum Reynaa yang selalu membuatnya seperti orang gila.


Tapi setelah sampai di apartemen, Fahri hanya mengumpat dalam hatinya karena kesal. Alih-alih bisa bermesraan dengan Reynaa seperti yang dibayangkannya, Fahri malah dibikin kesal karena dikerjai oleh Reynaa


Fahri harus membuang jauh-jauh pikiran mesumnya, karena sudah pasti tidak akan tersalurkan meskipun hanya dengan menyentuh kulit Reynaa.


Ternyata sudah ada Aisyah disana yang Reynaa jemput dari pesantren tanpa sepengetahuannya. Memang benar Aisyah masih tinggal di pesantren, dia dijadikan wakil ketua pengurus, ustazah sekaligus sebagai pendamping Umi.


Fahri dimintai tolong untuk menghias apartemen Reynaa, karena Reynaa akan membuat kejutan ulang tahun untuk Nisa keesokan harinya. Reynaa terkekeh geli melihat kekecewaan diwajah Fahri, dia memasakkan nasi goreng spesial untuknya agar kekasihnya itu tidak ngambek lagi.


Kekesalannya sedikit terobati, tetapi dia kembali kesal lagi karena dia hanya puas dengan tidur di sofa


..

__ADS_1


Terlihat raut bahagia diwajah Nisa, sebelum berteman dengan Reynaa dia tidak pernah mendapat kejutan ulang tahun. Bahkan dia hanya melewatkan tanggal ulang tahunnya tanpa harapan apapun, hanya doa dan syukur yang dipanjatkannya kepada Allah dalam sholatnya.


Kini dia bisa merasakan kebahagiaan itu karena orang yang dikasihinya memberikannya kejutan, harapan dan doa terbaik untuknya dihari ulang tahunnya.


Reynaa melakukan panggilan video kepada Reyhan lewat laptopnya, agar bisa melihat dengan jelas wajah Abang yang dirindukannya karena tidak hanya dia saja yang merindukan kembarannya itu.


Tak berapa lama panggilan terhubung, terlihat di layar wajah yang kurang terawat dengan kulit kusam dan bulu halus disekitar mulutnya yang tumbuh sedikit


"ihh, Abang gue! tinggal jauh dari keluarga kok tambah jelek aja!" sapa Reynaa mengejek


"apa kabar sayang? kok kumisan gitu?" bunda menyapa dengan lembut


Reyhan hanya bisa senyum memandangi wajah yang dirindukannya, tapi kemana istrinya


"iya bunda, belum sempat!" jawab Reyhan sedikit murung


"iya-iya, gue tau Lo kangennya ke istri Lo aja! mana mungkin Lo kangen ke gue! kak sini duduk!" Reynaa bangkit dari duduknya yang digantikan oleh Nisa


"selamat ulang tahun ya! maaf cuma bisa bilang dari jauh!" ucap Reyhan dengan lembut


"bang! katanya mau teleportasi hadiahnya? nih gue kasih kotak kosong!" Reynaa meletakkan kotak hadiah kosong didepan laptopnya


"maksud kamu gimana Reynaa?" tanya Nisa bingung


"aku mau kirimin hadiah buat kamu lewat teleportasi!" Reyhan yang menjawab


"emang bisa?" Nisa meragukan


"bisa dong! kamu buka kotaknya! ada isinya apa nggak?"


"Ga ada!" jawab Nisa setelah membuka sesuai perintah


"tutup lagi yah! aku mau baca mantranya.


Wingardium leviosa!" ucap Reyhan yang mengayunkan pensilnya


"kamu ga salah mantra?" tanya Nisa yang membuat Reyhan dan semuanya tertawa

__ADS_1


"buka aja!"


Nisa menurut dan membuka kotak itu, dia mendapati kalung berlian dengan liontin berbentuk huruf RN yang sangat indah. Nisa hanya bisa menangis bahagia melihat kalung itu. Dengan trik sulap Reynaa membuat kalung itu ada didalam kotak


"ihh Abang kok ngikut-ngikut sih?"


"ya gimana lagi dek! gue udah gak punya ide! yang penting kan ga mirip" Reynaa cemberut


Sebenarnya kalung itu Reyhan sudah mengirimkannya beberapa hari yang lalu langsung dari London, tapi Reynaa baru menunjukkan kekesalannya sekarang. Nisa hanya diam mendengar pertengkaran kedua kembar itu, begitupun dengan Aisyah dan bunda


...


Reynaa mencari keberadaan Fahri yang sedari tadi dia abaikan. Aisyah diajak bunda dan Nisa untuk ikut bersama mereka, bunda akan mengantar calon istri dari ponakannya itu kembali pulang ke pesantren.


Bunda tau kalau dari tadi Fahri dicuekin oleh Reynaa dan meminta Reynaa untuk mencari Fahri. Ternyata Fahri sedang tidur di pojokan balkon beralaskan tikar dengan boneka Doraemon milik Reynaa sebagai bantal


Reynaa tidak tega membangunkannya, tapi mengingat waktu sudah sore dia harus membangunkan Fahri


"kak bangun!" Reynaa menggoyang tubuh Fahri tapi tidak ada respon


Reynaa memandang lekat wajah lelaki yang selalu membuatnya berdebar itu, disentuhnya hidung mancung itu. Setelah puas memandangi wajah Fahri, Reynaa langsung memencet dengan keras hidung yang dipegangnya


"aww, sakit Reynaa!" Fahri terlonjak kaget dan bangun, dia memegang tangan Reynaa


"tidur terus!"


"kenapa? orang gak dibutuhin juga! kamu kan asik sendiri, mana mungkin ingat aku!" Fahri memanyunkan bibirnya


"ngambek!" ejek Reynaa


"biarin!" Fahri pura-pura membuang muka


"yaudah! aku mau mandi, kakak cepetan sholat! udah sore!" Reynaa berlalu pergi


Fahri juga bangkit dan mengejar Reynaa, dia menarik tangan Reynaa dan meraih belakang kepala Reynaa. Ciuman sore hari tidak bisa Reynaa hindari, matanya meredup memandang langit jingga dibelakang Fahri. Seperti biasa nafas keduanya terengah setelah melepas ciuman manis itu


"kalau suami ngambek itu harus dirayu, bukan malah ditinggal!" bisik Fahri yang membuat pipi Reynaa memerah seperti tomat

__ADS_1


__ADS_2